Menu

Rimbo Larangan Nagari Paru Berbuah Penghargaan

  Dibaca : 143 kali
Rimbo Larangan Nagari Paru Berbuah Penghargaan
PENGHARGAAN—Penyerahan penghargaan Proklim untuk tiga nagari di Sijunjung secara virtual dihadiri Sekdakab, Zefnihan, Kadis, Camat dan Walinagari di operation room kantor Bupati Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO
Pengumuman peraih penghargaan festifal program kampung iklim (Proklim) yang digelar oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah digelar. Tiga nagari di Kabupaten Sijunjung dinyatakan menerima penghargaan Proklim dari kementrian karena dinilai peduli terhadap ketahanan dan menjaga iklim. Nagari Paru dinilai sebagai nagari terbaik dalam menjaga dan mempertahankan iklim dengan membuat sejumlah kebijakan dan memberdayakan masyarakat. Selanjutnya, Nagari Guguak dan Kumanis juga mendapat penghargaan pada kegiatan tersebut.

Berikut penjelasan Wali Nagari Paru, Iskandar tentang upaya yang telah dilakukan hingga dinyatakan layak mendapatkan penghargaan Proklim tahun 2020 dari kementrian. “Selain memberdayakan masyarakat untuk menjaga hutan, kita juga memiliki peraturan nagari (Pernag) agar hutan tetap dilindungi,” tutur Iskandar, Jumat (23/10).

Selain menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat dan memiliki Pernag, ada sangsi yang diterapkan jika melakukan pengrusakan hutan. “Bagi yang melanggar akan dikenakan denda satu ekor sapi yang harus dibayarkan ke nagari. Aturan itu tertuang dalam Pernag yang kita miliki dan itu berlaku hingga kini,” jelas Iskandar.

Aturan itu tertuang dalam Perna No.1 /2001, tentang rimbo larangan. Kawasan hutan nagari yang tidak boleh disentuh seluas 4500 hektare. Masyarakat bisa memanfaatkan hasil hutan selain kayu. “Seperti rotan, rempah-rempah dan jenis tanaman yang bermanfaat lainnya. Bahkan itu lebih mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” kata Iskandar.

Kepala Dinas Perkim-LH, Riki Maineldi Neri mengatakan, penghargaan itu sebagai salah satu bentu program pembangunan dari pemerintah untuk peduli kepada iklim dan lingkungan. “Alhamdulillah tahun ini Sijunjung kembali menerima penghargaan Proklim. Sijunjung satu-satunya daerah di Sumbar yang memperoleh penghargaan Proklim berupa trhopy, sertifikat dan insentif, yang diwakili Jorong Bukik Buar, Nagari Paru,” tutur Riki. “Selain itu, dua nagari lainnya juga mendapat pengahargaan. Karena kita usulkan tiga nagari untuk mengikuti program ini di Kementrian,” ujar Riki.

Program kampung iklim merupakan bagian dari pembangunan yang dilakukan bersama oleh pemerintah daerah dengan masyarakat dalam mempertahankan iklim lingkungan. “Ini juga program pembangunan. Ruang lingkup pembangunan itu luas cakupannya, mulai dari hal kecil sampai skala besar. Alhamdulillah, Sijunjung bisa mempertahankan Proklim dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya.

Pada prosesi penyerahan penghargaan yang dilakukan secara virtual itu, pemerintah pusat melalui kementrian menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah peduli dalam menjaga ketahanan iklim melalui kebijakan dan program yang telah dilakukan. “Terutama kepada masyarakat yang telah bekerjasama dengan pemerintah daerah. Dengan Proklim ini diharapkan mampu untuk meningkatkan ketahanan pangan dan pencegahan bencana. Hal itu semua merupakan progres dari mempertahankan kampung iklim,” tutur Dirjen Kementiran LHK saat penyampaian sambutan. “Penghargaan ini diberikan sebagai bukti pengakuan dari pemerintah atas kontrisbusi masyarakat terhadap mempertahankan dan menjaga iklim. Kegiatan ini harus terus dilakukan, mengingat masih banyak desa dan kelurahan yang butuh pembinaan,” ujarnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

<span class="blue2 bdrblue">Fanpage</span> <span class="red">Facebook<span>

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional