Menu

Rezeki saat Kabut, Masker Bordiran Laris Manis

  Dibaca : 2382 kali
Rezeki saat Kabut, Masker Bordiran Laris Manis
COVID— Sejumlah tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 yang baru tiba di IGD.
jual masker - web

Seorang pengendara motor tengah memasangkan masker kepada anaknya, usai membeli masker di toko milik Guswendi di kawasan Andalas, Kota Padang, Rabu (07/10/2015).

PADANG, METRO–Meski sejumlah masyarakat mengeluh dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti Sumbar, namun hal ini malah mendatangkan keuntungan bagi penjual masker. Bahkan, penjual masker di Kota Padang ini meraup keuntungan ratusan ribu perhari hingga jutaan rupiah.

Seperti yang dialami penjual masker di kawasan Andalas, Padang, Guswendi (40). Untuk penjualan masker, jutaan rupiah bisa diraih pedagang ini setiap hari. Sekitar 10 persen atau ratusan ribu keuntungan yang didapatnya perhari atas penjualan masker.

Sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, para pembeli masker berdatangan ke Toko Accessoris, Bandit Z Style stiker dan aksesoris di Jalan Andalas Nomor 125 B itu. Berbagai macam masker dengan gambar menarik terlihat terpajang di toko berukuran 4 x 4 meter tersebut.

”Memang kalau pada saat kabut asap mulai tebal ini, masker juga ikut diminati. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa berdatangan sejak pagi. Alhamdulillah setiap hari, Omset kami dari penjualan masker bisa capai jutaan rupiah. Terjadi peningkatan 100 persen dibandingkan dengan kondisi biasa,” sebut Guswendi saat sibuk melayani pembelinya, Rabu (7/10).

Saat ini, ada dua jenis yang dijualnya. Masker dengan gambar bersablon dan masker bordiran. Soal harga, pembeli tak usah cemas, pasalnya harganya cukup terjangkau. Harganya mulai dari Rp8 ribu, Rp10 ribu hingga Rp15 ribu.
”Untuk masker sablon harganya dari Rp8 ribu hingga Rp10 ribu, dan untuk masker bordiran harganya sekitar Rp15 ribu. Tapi  dari kedua jenis masker itu, masker bordiran menjadi yang paling laris,” katanya.

Ia menambahkan, selain harga yang terjangkau, dan tahan lebih lama dibandingkan dengan  masker yang dibagi-bagikan itu, bermacam-macam gambar menarik pada  masker juga menjadi salah satu alasan masker ditempatnya ini diminati.

”Tak hanya masker, ada buff atau bandana yang juga bisa difungsikan sama untuk menyaring debu. Semua aksesoris  itu didatangkan langsung dari Jakarta. Termasuk jam, stiker, sarung tangan, topi, dompet, kaca mata  dan lain-lainnya,” ujar Wen, panggilan sehari-harinya.

Guswendi juga mengungkapkan, meskipun durasi kabut asap jauh lebih lama, namun dibandingkan dengan tahun lalu, untuk penjualan masker ia jauh lebih banyak mendapatkan keuntungan. Telah banyak menjual masker  dan adanya upaya dari pemerintah dalam membagikan masker, mungkin menjadi salah satu penyebab penjualan masker sedikit menurun.

”Walau kabut asap yang terjadi sekarang cukup lama, tapi penjualan masker dibandingkan dengan musim kabut pada tahun 2014 lalu agak sedikit turun,” jelasnya. (da)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional