Menu

Restrukturisasi Pertamina Dorong Distribusi Energi Semakin Andal dan Efisien

  Dibaca : 126 kali
Restrukturisasi Pertamina Dorong Distribusi Energi Semakin Andal dan Efisien
PT Pertamina (Persero) telah berhasil menekan cost inventory menjadi 47,9 juta barel atau setara dengan dengan USD 3,1 miliar.

JAKARTA, METRO–PT Pertamina (Persero) telah berhasil menekan cost inventory menjadi 47,9 juta barel atau setara de­ngan dengan USD 3,1 mi­liar. Hal itu sejalan dengan restrukturisasi yang telah berjalan setahun terakhir.

Sebelumnya, 2020 total­nya sebesar 80 juta barel atau setara USD 5,2 miliar. Sehingga terdapat pe­nu­runan biaya 40 persen atau USD 2,1 miliar yang dapat digunakan untuk aktivitas lainnya.

Penghematan tersebut diperoleh dari upaya in­tegrasi operasional yang telah berjalan di Direktorat Logistik dan Infrastruktur Pertamina di tingkat holding. Peran strategis sebagai integrator operasional ter­sebut untuk memastikan distribusi energi ke seluruh pelosok negeri berjalan aman dan lancar.

Sebagai integrator ope­rasional, seluruh penu­gasan-penugasan dari pe­merintah ke Pertamina mulai dari pendistribusian bahan bakar Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP), distribusi LPG 3 kilogram kepada masya­rakat, penyaluran BBM 1 Harga, pembangunan in­fra­struktur BBM/LPG di Indonesia Bagian Timur, dan gasifikasi di 56 pem­bangkit PLN, harus dipas­tikan berjalan dengan baik.

Direktur Logistik & In­frastruktur Pertamina Mul­yono mengatakan dengan tugas tersebut, Direktorat Logistik dan Infrastruktur harus memastikan kean­dalan seluruh infrastruktur dan jaringan distribusi yang dimiliki holding sehingga bisa berjalan sinergis di tengah restrukturisasi yang sedang dijalankan.

“Hal ini menjadi concern kami agar masing-masing subholding, anak perusahaan dan afiliasinya tidak berjalan sendiri-sen­diri. Semuanya harus inline karena saat ini infra­struk­tur yang kami jalankan harus sesuai dengan ke­butuhan market dan energy mix,” ujar dia.

Mulyono melanjutkan keseimbangan antara laya­nan masyarakat dan opti­masi target keuntungan untuk Pertamina harus ter­penuhi, dengan cara me­nekan biaya, sinergi, dan optimasi di semua subhol­ding.

Menurutnya, masing–masing subholding harus mandiri dan lincah untuk mengambil keputusan yang efektif dan efisien. Catatannya, subholding harus fokus melakukan efisiensi, namun efisiensi ini tetap harus membe­rikan manfaat atau benefit bagi Pertamina Group.

Pertamina melalui Di­rek­torat Logistik & Infra­struktur juga terus mela­kukan percepatan dan si­nergi untuk penugasan proyek pemerintah dan pembangunan infra­struk­tur distribusi energi.

Tak hanya cepat, pro­yek juga dipastikan harus mendukung industri dalam negeri dengan penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) harus se­suai target.

 “Kami juga harus me­mas­tikan penugasan pe­me­rintah terkait penye­rapan TKDN harus sesuai target. Pada 2020, target implementasi TKDN 25 per­sen dan 2021 sebesar 30 persen. Saat ini, Pertamina Group mampu merea­lisa­sikan TKDN di atas 50 per­sen,” tegas Mulyono. (jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional