Menu

Resmi Tersangka, Wahyu Iramana Dipenjara di Sel Anak

  Dibaca : 1740 kali
Resmi Tersangka, Wahyu Iramana Dipenjara di Sel Anak
Ustaz Zal, seorang pedagang roti gembira saat menerima kalender Mahyeldi-Audy.
anggota DPRD Padang berjudi diaman polisi

PENANGKAPAN–Jajaran Ditreskrimum Polda Sumbar menangkap Politisi Partai Golkar WIP bersama tiga temannya saat bermain judi di kawasan Alai Parak Kopi, Kota Padang, Jumat (22/1) malam.

PADANG, METRO

Setelah dilakukan pemeriksaan selama 10 jam lebih secara marathon di  ruangan Direskrimum Polda Sumbar, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Wahyu Iramana Putra dan tiga orang lainnya yang ditangkap saat melakukan judi song pada Jumat (22/1) malam lalu, resmi menjadi tersangka. Kemarin, Wahyu mendekam di sel tahanan anak di  Mapolsek Nanggalo.

“Keempat orang itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sekarang akan ditahan setelah pemeriksaan selama 10 jam,” ungkap Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi, Minggu (24/1).

Dikatakan Syamsi, Wahyu dan ketiga tersangka lainnya inisial J, N dan O melakukan tindak pidana dan dijerat pasal 303 KUHPidana dengan ancaman 10 tahun kurungan penjara serta denda setinggi-tingginya senilai Rp25 juta. “Yang jelas tersangka ditahan sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” tegas Syamsi.

Saat kejadian tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti BB, seperti uang tunai senilai Rp300 ribu dan 78 buah kartu remi. Menurutnya, mereka akan dititip di tahanan Polsekta Naggalo, sedangkan penyidik Ditreskrimum Polda Sumbar lainnya masih akan melakukan penyelidikan terkait judi song tersebut.

Sebelumnya, Wahyu Iramana Putra (WIP) bersama tiga orang lainnya itu ditangkap Ditreskrim Umum Polda Sumbar di sebuah pos ronda yang terletak di daerah Pulau, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Jumat (22/1) malam. Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat tentang adanya perjudian kawasan itu dan telah meresahkan masyarakat sekitar.

Sementara itu,  seorang politisi partai diketahui bernama Albert Indra Lukman saat berkunjung ke Ditreskrimum mengatakan, dirinya belum bisa menemui Wahyu karena masih dalam pemeriksaan penyidik. Guna menghindari adanya unsur-unsur politis mengingat status Wahyu sebagai wakil rakyat. “Saya datang seorang teman beliau, namun dalam hal ini kita menghargai keputusan tim penyidik,” ujarnya.

Biarlah Berjalan  Sesuai Koridor
Menyikapi tertangkapnya WIP atas dugaan melakukan tindakan perjudian, Jumat (22/1) malam bersama beberapa oknum pemuda, Ketua DPRD Kota Padang Erisman tidak mau berkomentar banyak. Menurutnya, semua telah memiliki koridor masing-masing.

Untuk persoalan hukum, akan diserahkan pada aparat penegak hukum dan diselesaikan secara hukum. Sementara di DPRD, kewenangan akan diberikan pada Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang berwewenang yaitu Badan Kehormatan dewan.

“Dalam hal ini, Badan Kehormatan atau BK. Apakah ada pelanggaran etik atau bagaimana. Apakah akan ada sanksi atas tindakan tersebut. BK yang akan menentukan. Kalau terbukti, akan dibawa ke rapat pimpinan,” kata Erisman.

Erisman mengaku mendapat informasi dari beberapa rekannya terhadap penangkapan yang terjadi. Lalu kader Gerindra itu melakukan pengecekan ke Ditreskrimum Polda Sumbar siang kemarin. Pihak kepolisian membenarkan ada pemeriksaan Wahyu Iramana Putra. Sayangnya, Erisman tidak diizinkan untuk menemui yang bersangkutan.

”Perbuatan yang didugakan memang melanggar norma yang ada. Namun, harus ada kepastian hukum. Kalau terbukti benar, tentu DPRD akan mengambil sikap,” tutupnya.

Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Padang Yendril mengatakan, bahwa pihaknya tidak ingin terburu-buru dalam menyikapi tertangkapnya salah seorang pimpinan DPRD Padang. BK sendiri belum mendapatkan informasi resmi saat dihubungi sore kemarin. “Kalau memang statusnya sudah tersangka, kami akan meminta informasi ke Polda dan klarifikasi dari yang bersangkutan,” kata Yendril.

Setelah itu baru BK menentukan sikap yang akan diambil. Apabila memang melakukan pelanggaran etik, dipastikan akan dijatuhi sanksi sesuai aturan yang ada. Tidak ada perbedaan antara pimpinan dan anggota, sebab, pimpinan sekalipun, merupakan anggota dewan juga. “Memang, informasi ini telah beredar. Namun, kami masih berasumsi positif, menggunakan prasangka tidak bersalah,” pungkasnya. (ped/o)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional