Menu

Resepsi Pernikahan Didatangi Petugas, Polisi Adu Mulut dengan Anggota Dewan

  Dibaca : 379 kali
Resepsi Pernikahan Didatangi Petugas, Polisi Adu Mulut dengan Anggota Dewan
RESEPSI PERNIKAHAN DITEGUR—Tim pencegahan penularan Covid-19 bersama Forkopimcam Koto VII mendatangi lokasi resepsi pernikahan di  nagari Padang Laweh.Upaya petugas melarang kegiatan itu menuai perdebatan dengan seorang anggota DPRD Sijunjung.

SIJUNJUNG, METRO
Meski sudah dilarang untuk tidak membuat keramaian demi mencegah penularan Covid-19, tetapsaja keluarga dari anggota dewan di DPRD Sijunjung itu nekat untuk mengelar resepsi pernikahan di Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII. Akibatnya, resepsi pesta penikahan didatangi petugas. Kamis (26/3).

Kapolsek Koto VII bersama anggota Koramil dan tim kesehatan serta Forkopimcam mengunjungi lokasi tersebut. Perdebat dengan petugas pun akhirnya terjadi. Pihak keluarga penyelenggara, bersikeras untuk tetap menggelar acara.

Video perdebatan yang direkam itupun sempat viral dan dilihat oleh masyarakat banyak, lantaran larangan untuk tidak mengadakan keramaian sudah dikeluarkan sebelumnya.
Pihak penyelenggara mengatakan mereka baru mengetahui adanya pelarangan, sedangkan undangan persepsi pernikahan telah disebar dan dipersiapkan semuanya.

Kapolsek Koto VII didampingi Kasubag Humas Iptu Nasrul Nurdin mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melarang agar acara yang mengundang keramaian tidak boleh dilaksanakan.

“Sudah kami beritahukan sebelumnya. Tidak boleh menggelar resepsi atau acara mengundang keramaian, tapi tetap tidak diindahkan yang bersangkutan,” tuturnya.

Ironisnya, lanjut Kapolsek, perdebatan untuk tetap menggelar resepsi itupun muncul dari salah seorang anggota DPRD Sijunjung. Sebab yang menikah itu adalah keponakannya.

“Sangat disayangkan, harusnya kita bersama menjadi pelopor di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan Covid-19 ini, namun anggota DPRD yang bersangkutan mengatakan belum mengetahui adanya sosialisasi itu,” ungkap Kapolsek.

Upaya pelarangan oleh petugas itupun berujung perdebatan ,pihak penyelenggara tetap ingin menggelar acara dengan alasan tidak ada undangan dari luar dan akan menerapkan standar penanganan penularan Covid-19.

“Mereka beralasan kalau undangan hanya orang-orang disekitar saja tidak ada orang luar. Kita telah jelaskan semuanya, tapi mereka tetap nekad menggelar. Namun karena masyarakat disekitar telah mengetahui hal itu persepsi yang digelar pun sepi pengunjung,” jelasnya.

Selain itu, di Nagari Kandang Baru, Kecamatan Sijunjung acara resepsi pernikahan juga sempat digelar. Polisi bersama petugas lainnya turun kelokasi untuk melarang berlangsungnya acara, dan pihak penyelenggara pun menuruti.

“Di Kandang Baru juga ada tadi, anggota langsung turun dan berikan pemahaman, dan pihak penyelenggara pun menurutinya,” kata Iptu Nasrul.

Polres Sijunjung juga mengimbau dan melarang adanya kunjungan wisata religi ke Calau, Muaro  Sijunjung. “Menjelang bulan Ramadhan ini biasanya banyak pengunjung dari luar daerah yang datang ke Calau, dan itu sudah kita sampaikan dan dilarang. Alhamdulillah itupun dituruti oleh masyarakat,” sebutnya.

Pihaknya menegaskan bahwa pihak kepolsian dan pihak terkait akan membubarkan segala bentuk kegiatan keramaian yang dilakukan oleh masyarakat termasuk pesta resepsi pernikahan.

“Aturan ini diterapkan sebagai bentuk pencegahan penyebaran covid-19. Itu bisa ditindak tegas sesuai dengan Pasal 212, 216 dan 218 KUHP dengan ancaman hukuman satu hingga tujuh tahun kurungan,” tegas Kapolsek didampingi Kasubag Humas Iptu Nasrul. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Iklan

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional