Menu

Resahkan Warga, 10 Anjal Ditangkap di Bukittinggi

  Dibaca : 2029 kali
Resahkan Warga, 10 Anjal Ditangkap di Bukittinggi
COVID— Sejumlah tenaga kesehatan menangani pasien Covid-19 yang baru tiba di IGD.
Foto.2.Punk Ditangkap - web

Petugas Sat Pol PP Bukittinggi menangkap anak jalanan (Anjal) yang berkeliaran dan mengamen di persimpangan yang ada di Kota Jam Gadang, Senin (26/10/2015). Setidaknya, ada 10 anak jalanan yang ditangkapi Pol PP.

BUKITTINGGI, METRO–Setelah beberapa waktu tidak terlihat keberadaan anak jalanan (anjal) di Kota Bukittinggi kembali muncul. Pada Senin (26/10), sekitar pukul 09.00 WIB, Satpol PP Kota Bukittinggi kembali berhasil menggaruk 10 orang anak punk di Jalan Bypass Anak Air, Bukittinggi. Keberadaan mereka, dianggap sudah sangat meresahkan masyarakat dengan pakaian dan penampilan mereka membuat masyarakat menjadi takut.

Pantauan POSMETRO di lapangan, personil Satpol PP yang menggelar patroli pagi, mendengar informasi tentang adanya anak jalanan yang berkeliaran di Bukittinggi. Tanpa pikir panjang, satu Dalmas Satpol PP langsung bergerak ke persimpangan Jalan Bypass Anak Aia. Melihat kedatangan petugas, seluruh anak jalanan yang ada di tempat itu langsung kocar-kacir.

Tidak ingin lepas dengan targetnya, sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan anak punk. Bahkan, beberapa orang anggota Satpol PP sempat terjatuh. Tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama, seluruh anak jalanan bisa diamankan dan digiring ke Mako Pol PP Bukittinggi.

Ketika berada di Satpol PP, anak jalanan tersebut langsung mendapat pembinaan. Tidak hanya itu, seluruh atribut mereka yang sebagian terdiri barang-barang rongsokan juga ikut disita. Selain itu anak punk yang identik dengan rambut mohak mereka juga langsung dipotong pendek oleh Satpol PP.

Dengan kondisi anak jalanan yang mengeluarkan bau tidak sedap, karena jarang anak mandi, di Mako Pol PP seluruhnya juga disuruh membersihkan badan di tempat itu. Tidak hanya itu, mereka juga diberi hukuman latihan fisik.

Berdasarkan pendataan di Mako Pol PP 10 orang tersebut merupakan pendatang baru yang berasal dari berbagai daerah, yaitu M Dwiki (17) dari Jambi, Kristian Sony (15) dari Jambi, Alfi (21) dari Duri Riau, Andi Saputra (16) dari Jambi, Agung (16) dari Siantar Sumatera Utara, Odiem (20) dari Duri Riau, Syafrial (21) dari Medan, Imam Fadli (16) dari Medan, Ahmad Alfikri Putra (13) dari Jambi dan Yola (20) dari Medan yang merupakan satu-satunya perempuan.

Dari pengakuan mereka, kalau datang ke Bukittinggi baru pada Minggu menghadiri acara musik anak jalanan di Banto Trade Center (BTC) dan ketika ditangkap Satpol PP mereka sedang ngamen untuk mencari uang, ongkos balik ke daerah Masing-masing. Bahkan, yang perempuan sudah mempunyai anak berusia dua tahun yang dititipkan sama orang tuanya di Medan. Dia sendiri datang ke Bukittinggi bersama dengan suaminya yang juga anak jalanan.

Kepala Kantor Satpol PP Bukittinggi, Drs Syafnir, menjelaskan ditangkapnya 10 anak jalanan karena keberadaan mereka dianggap sudah meresahkan dan melanggar ketentraman dan Ketertiban umum (trantibum) sesuai dengan Perda Kota Bukittinggi. Sesuai data yang ada, kalau seluruh yang terjaring merupakan pemain baru. “ Setelah kita data, selanjutnya dikembalikan ke daerah masing-masing,”tambah Syafnir. (wan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional