Close

Renovasi Lokasi Kebakaran Pasar Bawah Rampung,  Penempatan Pedagang Sistem ”Elo Lapiak”

RAMPUNG— Renovasi bekas lokasi kebakaran Pasar Bawah Bukittingg rampung, maka Pemko Bukittinggi menerapkan penempatan pedagang dengan sistem ”Elo Lapiak”.

Setelah pember­si­han lokasi kebakaran Pa­sar Bawah, Pemko Bukit­tinggi langsung melaku­kan renovasi. Setelah pe­kerjaan selesai, dilak­sa­nakan syukuran bersama di lokasi eks kebakaran, Minggu (24/10).

Plt.Kepala Dinas Ko­perasi UKM dan Perda­gangan Isra Yonza men­jelaskan, setelah tim Inafis bekerja, Pemko Bukittinggi langsung bekerja mela­kukan pembersihan lokasi secara gotong royong. Selanjutnya, dilakukan pembangunan kembali lokasi ini selama 21 hari.

“Alhamdulillah setelah 21 hari pasca pember­sihan, proses pemulihan sarana prasarana vital di masa tanggap darurat kebakaran Pasar Bawah selesai dilaksanakan. Pro­ses renovasi ini memakan biaya sekitar Rp 580 juta lebih dari Biaya Tak Ter­duga APBD 2021. In­sya Allah sesuai data kita, lokasi ini diperuntukkan bagi pedagang korban kebakaran, seperti pada awalnya. Ada sekitar 150 pedagang bulanan dan 150 lapangan harian yang akan kembali berdagang di lokasi ini,” jelas Isra.

Seluruh administrasi juga telah dilaksanakan dengan maksimal. Jumat kemarin, telah dipetakan kembali pedagang yang akan menempati. “Sesuai arahan Wako Bukittinggi Erman Safar, memang yang akan menempati adalah pedagang korban kebakaran. Istilah Pak Wali, “elo lapaiak”. Jadi siapa yang terdampak kebakaran, itulah yang akan menempati lokasi ink. Tapi sekarang lebih diatur berapa ukuran yang dapat digunakan. Semua pedagang mene­rima dengan baik tanpa ada pertikaian sedikit­pun,” ungkap Isra.

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar menga­pre­siasi, kinerja seluruh SK­PD, yang ikut bersama sama mulai dari pember­sihan lokasi hingga selesai dibangunnya kembali s­a­rana prasarana untuk para pedagang korban keba­karan Pasar Bawah ini.

“Pasar Bawah ini me­rupakan salah satu lokasi penggerak utama eko­nomi masyarakat Bu­kit­ting­gi dan juga Kabupaten Agam. Setelah kebakaran 11 September 2021 lalu, kami tetapkan masa tang­gap darurat selama 2 bu­lan dan harus selesai pro­ses pemulihan ini. Alham­du­lillah, semua selesai, ter­masuk untuk penem­patan yang disepakati dengan jalan musya­warah bersa­ma pedagang,” jelas Erman.

Wako mengucapkan terimakasih kepada selu­ruh pihak yang memban­tu proses pembangunan kembali lokasi bekas keba­karan Pasar Bawah. Baik yang membantu secara moril maupun spiritual, diantaranya, Baznas, Bank Nagari, BRI, BPRS Jam Gadang, serta organisasi lainnya yang juga ikut menyalurkan donasi lang­sung kepada pedagang.

“Semoga menjadi a­mal jariyah bagi para do­natur. Kami juga berha­rap, kepada pedagang untuk dapat memanfaat­kan lokasi ini sebaik mung­kin. Kita manfaatkan Pa­sar Bawah menjadi pasar yang nyaman bagi pe­dagang dan pembeli,” ujar Erman.

Perwakilan pedagang korban kebakaran Pasar Bawah, Andi Panduko, mengucapkan terima ka­sih kepada Wali Kota dan Pemerintah Kota Bu­kit­ting­gi serta seluruh pihak yang telah peduli dan cepat tanggap terhadap kebakaran Pasar Bawah. “Kami sangat berterima kasih, sehingga dengan upaya yang telah dila­kukan, kami dapat segera ber­jualan kembali. Kami ber­harap, aktivitas Pasar Ba­wah dapat berjalan lan­car dan dijauhi dari segala ben­cana,” harap Erman. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top