Menu

Rencana Vaksin Covid-19 Masyarakat Sumbar, Dinkes Sumbar masih Menunggu Petunjuk Pusat

  Dibaca : 149 kali
Rencana Vaksin Covid-19 Masyarakat Sumbar, Dinkes Sumbar masih Menunggu Petunjuk Pusat
Arry Yuswandi

PADANG, METRO
Informasi yang beredar, sebanyak 53 ribu masyarakat Provinsi Sumbar bakal diberikan vaksin Covid-19 pada bulan ini. Jika memang bakal di vaksin, maka yang akan diutamakan adalah tenaga kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, pemerintah memprioritaskan tenaga medis karena merupakan pelayanan publik.

Mereka relatif sering kontak langsung dengan orang banyak. Terutama tenaga kesehatan yang berada di fasilitas pemerintah terlebih dahulu, seperti di rumah sakit dan puskesmas.

“Sebelumnya memang sudah diinformasikan pemberian vaksin dilakukan bulan ini. Namun sampai sekarang belum ada arahan baru. Untuk itu kami tetap menunggu dari pusat. Itu program nasional,” ungkap Arry, Jumat (6/11).

Mereka yang diprioritaskan pertama untuk tenaga kesehatan yang ada di puskesmas dan rumah sakit, yang rentang usia 15-58 tahun. Awalnya vaksinasi direncanakan awal November, namun sampai sekarang belum ada informasi lebih lanjut.

“Sampai saat ini belum ada informasi yang pasti, kita masih menunggu, selain tenaga kesehatan nantinya diutamakan bagi orang-orang yang bekerja pada pelayanan publik,” katanya.

Sebelumnya pemerintah pusat berupaya untuk mendapatkan vaksin bagi masyarakat agar terlindung dari virus corona. Vaksin itu nantinya akan diberikan dalam bentuk imunisasi.

Imunisasi adalah reaksi dari tubuh setelah mendapatkan vaksin. Badan akan dirangsang untuk membentuk anti bodi pada sistem kekebalan tubuh. Selain anti bodi, badan akan menghasilkan sel memori, jadi sistem kekebalan kita bisa memproduksi anti bodi untuk segala macam penyakit yang tidak baik.

“Dampak imunisasi terhadap turunnya penularan penyakit tercatat sangat besar. Beberapa vaksin berhasil menekan penyebaran penyakit tertentu seperti haemophilus influenza, radang paru, penyakit gondok, rubella, hingga tifus. Semua penyakit tersebut menurun jumlah penularannya, seiring dengan dilakukannya imunisasi,”terang Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, saat dialog dengan tema Mendalami Vaksin dan Imunisasi, yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), di Jakarta, Selasa (27/10).

Dikatakannya, masyarakat juga tidak perlu ragu dengan keamanan vaksin. Jaminan keamanan vaksin terus dilakukan pada tiap fase uji klinik, sehingga produk akhirnya dipastikan aman, efektif, dan berkhasiat. Pada tahap awal, produsen vaksin mengidentifikasi dahulu calon vaksin yang hendak dibuat.

Calon vaksin yang terpilih adalah yang mampu menghasilkan zat antibodi terbaik. Saat sudah aman dan menghasilkan zat antibodi yang kuat, terutama pada uji pra klinik yang diujicobakan pada hewan, barulah pengujian diteruskan ke uji klinik pada manusia. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional