Menu

Rencana Pajak Sembako, Sukamta PKS: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanah Konstitusi

  Dibaca : 484 kali
Rencana Pajak Sembako, Sukamta PKS: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanah Konstitusi
RPW (38), warga Koto Langang, Kenagarian Punggaaan Timur, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan diamankan Polsek Lengayang Polres Pessel, usai korban R (40) melapor ke Polsek Lengayang. 

JAKARTA, METRO–Anggota Badan Anggaran DPR RI Sukamta menyindir rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako. Legislator fraksi PKS itu menilai rencana tersebut ngawur dan bisa berdampak berat terhadap rakyat kecil. “Rakyat kecil akan makin tak berdaya,” ujar legislator fraksi PKS itu dalam keterangan persnya, Jumat (11/6).

 Bahkan, menurutnya, efek panjang akan terasa jika rencana PPN sembako terealisasi. Misalnya, kebijakan tersebut akan memicu inflasi dan harga-harga akan melonjak. “Jika ini yang terjadi, peme­rintah gagal melindungi hajat hidup orang banyak sebagaimana diamanahkan konstitusi,” kata Sukam­ta. Legislator daerah pemilihan DI Yogyakarta itu mengatakan, pemerintah seharusnya membuat ke­bijakan subsidi terhadap sembako. Apalagi rakyat kecil banyak terdampak dari sisi ekonomi semasa pandemi.

 “Semestinya pikiran pemerintah itu bagaimana memberikan subsidi sembako, supaya harganya stabil dan terjangkau bukan malah akan dipajaki,” kata dia. “Sembako itu kebutuhan seluruh mas­yarakat, bagi rakyat kecil sembako itu barang mewah untuk menyambung hidup.”Wakil Ketua Fraksi PKS itu menduga rencana pajak sembako demi mem­perluas cakupan pajak dan ingin mendongkrak pen­dapatan negara yang rontok saat pandemi.

Namun, kata Sukamta, cara menaikkan penda­patan dengan membebani pajak sembako, menun­jukkan kreativitas pemerintah tumpul mencari pema­sukan. “Jadi, tolong lebih kreatif, jangan malah mem­benani rakyat kecil,” beber dia. (ast/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional