Menu

Relokasi Rumah Potong Hewan Disosialisasikan, Wawako: RPH Lama tak Memenuhi Persyaratan

  Dibaca : 80 kali
Relokasi Rumah Potong Hewan Disosialisasikan, Wawako: RPH Lama tak Memenuhi Persyaratan
SOSIALISASI—Pemko Bukittinggi menggelar sosialisasi kepada masyarakat Talao dan Guguak Randah tentang wacana pemindahan RPH Bukittinggi ke lokasi baru. (ulfa musriadi/posmetro)

BUKITTINGGI,METRO – Dinas Pertanian Tanaman Pangan melaksanakan sosialisasi berkaitan dengan relokasi (pemindahan) Rumah Potong Hewan (RPH), Selasa (9/7). Pasalnya, RPH Kota Bukittinggi yang berada di pusat kota tepatnya di jalan Pemuda tidak laik lagi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Syahrizal mengatakan relokasi dilakukan atas dasar perkembangan kota yang sangat pesat sehingga RPH yang ada sekarang berada di tengah kota dan tidak representatif. Sehingga sangat perlu dilakukan pemindahan ke lokasi baru yang tidak terlalu dekat dengan permukiman.

“RPH seharusnya memiliki sarana dan prasaran pendukung, mengingat banyaknya keterbatasan di lokasi yang lama tidak mungkin kita lengkapi lagi. Kemudian beberapa unit yang sangat krusial seperti instalasi pembuangan air limbah tidak bisa dilengkapi atau dibangun. Makanya, akan dilakukan pembangunan gedung baru atau relokasi ke daerah Talao Kelurahan Campago Guguk Bulek Kecamatan MKS,” ungkapnya.

Syahrizal menjelaskan rata-rata penyembelihan di RPH satu bulan mencapai 500 ekor dan penyemblihan tertinggi pada hari-hari tertentu menjelang lebaran mencapai 120 ekor satu hari. Begitu juga dengan Ipal merupakan bagian yang sangat penting yang harus disediakan.

“Ipal merupakan sarana dan prasarana pendukung harus ada pada sebuah RPH sehingga proses itu bisa berjalan dan lingkungannya terjamin tidak trerdampak dari kegiatan RPH,” jelasnya.

Syahrizal menambahkan, RPH akan dibangun di atas lahan lahan 1.900 meter persegi dengan bangunan dua lantai yang telah dianggarkan tahun 2019 sebesar Rp1,1 miliar berasal dari APBN Dana Alokasi Khusus. Lantai satu dimanfaatkan untuk aktifitas penyemblihan dengan semua sarana dan prasarananya, kemudian lantai dua akan digunakan untuk kantor UPTD RPH.

“Kita harus melengkapai fasilitas yang lain, membutuhkan tambahan tanah untuk sarana pendukung, yang dianggarkan pada perubahan angaran sebesar Rp396 juta. Jadi akan ada penambahan pembangunan areal sebanyak 131m2,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Irwandi mengatakan, pemerintah kota selalu mengalokasikan kegiatan-kegiatan pembangunan kearah MKS. Pemko telah memberikan perhatian lebih kepada kecamatan MKS dan pada tahun 2020 akan dibangun SMP satu lagi di Talao, disamping telah ada Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Keberadaan RPH dan pembangunan sarana lain nantinya akan memberikan dampak yang luar biasa terhadap kehidupan masyarakat baik disektor Pendidikan maupun dari sisi perekonomian nantinya, tapi yang jelas infrastruktur sarana dan prasarana di kampung kita ini akan meningkat, akses transportasi, jalan, kemudian pembenahan lingkungan, itu juga akan kita lakukan,” ungkap Irwandi.

Wawako Irwandi menyampaikan, rencana untuk memindahkan ataupun membangun RPH yang representatif ini dilatar belakangi karena RPH yang ada sekarang, baik dari sisi bangunan, sarana dan prasarana penunjang sudah tidak memenuhi persyaratan. Akibatnya banyak hal yang dialami di RPH ini termasuk kepadatan lalu lintas yang juga menjadi permasahalan.

“Secara administrasi tempat relokasi sudah sesuai aturan. Saya mohon dukungan kepada seluruh keluarga yang ada disini, mulai dari ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan pemuda, agar semua tahap kegiatan kita kawal secara bersama. Kita juga ingin RPH ditambah labelnya menjadi RPH Syariah,” harapnya.

Hadir pada sosialisasi tersebut SKPD terkait, Camat MKS, Lurah, Ketua RW, Ketua RT, Tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, LPM, Babinsa, Babinkamtibmas, Warga Talao dan Warga Guguak Randah. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional