Menu

Relasi KA Minangkabau Ekspres Diperpanjang, Dari BIM Langsung ke Objek Wisata Kota Tua di Padang

  Dibaca : 121 kali
Relasi KA Minangkabau Ekspres Diperpanjang, Dari BIM Langsung ke Objek Wisata Kota Tua di Padang
WISATA KOTA TUA— Stasiun Pulau Aie, yang berdekatan dengan area bersejarah, Kota Tua Padang.

PULAU AIE, METRO
Sumbar merupakan daerah dengan potensi wisata yang lengkap. Mulai dari wisata pantai, gunung, kuliner, budaya, dan sejarah.

Sejak pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) tahun 2021, 10 Februari 2021, Kereta Api (KA) Minangkabau Ekspres relasinya diperpanjang dari Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM) langsung ke Stasiun Pulau Aie, yang berdekatan dengan area bersejarah, Kota Tua Padang.

Selain menikmati keindahan arsitektur bangunan lawas di Kota Tua, lokasi bersejarah ini pun bisa menjadi titik awal untuk ke berbagai tempat ikonik lainnya di Kota Padang. “Seperti, jembatan Siti Nurbaya, Gunung Padang, Pantai Air Manis (Malin Kundang), dan pantai Tepi Laut,” ungkap Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Ujang Rusen Permana, saat ngabuburit bersama insan pers menikmati perjalanan KA Minangkabau Ekspres dari Stasiun Pulai Aie menuju BIM.

Stasiun Pulau Aie merupakan salah satu stasiun bersejarah di Sumbar. Stasiun yang diresmikan pada tanggal 1 Juli 1891 ini kini sudah kembali melayani masyarakat untuk turun dan naik kereta api. Stasiun ini sangat strategis menjadi pembuka akses ke beberapa kawasan wisata unggulan di Sumbar.

Menurutnya, dengan adanya 12 perjalanan pulang pergi KA Minangkabau Ekspres dari BIM langsung ke Stasiun Pulau Aie semakin membuka akses masyarakat luas untuk langsung ke salah satu tempat wisata di Kota Padang.

Bahkan, dari Kota Tua, masyarakat pun bisa mengakses transportasi laut yang berjejer di Sungai Muaro untuk mengantarkan ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Antusiasme masyarakat menggunakan kereta Minangkabau Ekspres dari Pulau Aie terus mengalami peningkatan. Pada bulan Februari tercatat ada 1.563 penumpang dan meningkat menjadi 1.609 penumpang pada bulan Maret,” ungkap Rusen.

Protokol Kesehatan Naik KA Minangkabau Ekspres
Pada masa pandemi Covid-19 ini, perjalanan kereta api selalu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Setiap penumpang diharuskan memakai masker, menjaga jarak, dan suhu tubuh tidak lebih dari 37.3 derajat celsius. Selain itu, untuk tetap menjaga kebersihan, disediakan wastafel portabel di area stasiun. Bahkan, kapasitas penumpang kereta api pun dibatasi hanya maksimal 70%.

“Di masa pandemi, kapasitas penumpang kereta dibatasi 70%. Sehingga untuk KA Minangkabau Ekspres, total tempat duduk yang tersedia per hari adalah 1.680 dari normalnya adalah 2.400 tempat duduk,” tambah Rusen.

Pemesanan tiket KA Minangkabau Ekspres hanya melalui aplikasi KAI Access yang bisa diunduh di perangkat pesawat telepon genggam. Di aplikasi KAI Access, pemesanan dapat dilakukan untuk tujuh hari sebelum keberangkatan.

Sedangkan penjualan tiket di loket stasiun hanya dilayani tiga jam sebelum keberangkatan kereta api. Tarif perjalanan menggunakan KA Minangkabau Ekspres adalah Rp 10.000 untuk tujuan BIM – Pulau Aie atau sebaliknya, dan Rp 5.000 untuk relasi Pulau Aie-Duku.

Untuk diketahui jadwal KA Minangkabau Ekspres dari Pulau Aie menuju BIM diantaranya, pukul 06.15 – 07.17 WIB, 08.45 – 09.45 WIB, 11.10 – 12.10 WIB, 13.25 -14.23 WIB, 16.00 – 16.59 WIB, 18.25 – 19.30 WIB.

Sedangkan jadwal dari BIM – Pulau Aie, adalah pukul 07.30 – 08.36 WIB, 09.55 – 10.55 WIB, 12.20 – 13.17 WIB, 14.40 – 15.40 WIB, 17.10 – 18.08 WIB dan 19.45 – 20.43 WIB. (fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional