Menu

Rektor Unand Prof Werry Darta Taifur Mohon Maaf dan Pamit

  Dibaca : 2050 kali
Rektor Unand Prof Werry Darta Taifur Mohon Maaf dan Pamit

werry pamit

PADANG, METRO–Prof Dr Werry Darta Taifur SE.MA, rektor Unand periode 2011-2015 akan mengakhiri jabatannya hari ini, Rabu (25/11). Hal ini sesuai dengan surat dari Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang baru diterimanya siang hari kemarin yang menyatakan bahwa serah terima jabatan rektor akan dilaksanakan pada Rabu, 25 November, di Gedung Auditorium, Lantai 2, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jalan Jenderal Sudirman, Pintu I,  Senayan Jakarta.

Berita serah terima sudah lama ditunggu oleh  Prof, Dr Werry Darta Taifur, SE.MA dan sudah siap menyerahkan jabatan kepada rektor terpilih untuk periode 2015-2019, Prof Dr Tafdil Husni SE.MA.

Werry mengungkapkan, syukur alhamdulillan dan atas rahmat Allah SWT dan berkat dukungan semua pihak, selama kepempinannya Unand telah mendapat akreditasi A, masuk kluster perguruan tinggi mandiri dari segi penelitian, ranking IV UI Greenmetric, mendapat penghargaan dari berbagai instansi, laporan keuangan WTP tiga tahun berturut-turut dan pada tanggal 17 Agustus 2015, diumumkan oleh Kementeriaan Ristekdikti bahwa Unand menduduki peringkat 12 top perguruan tinggi dari 3.320 perguruan tinggi di Indonesia.

Kemudian yang membanggakan Werry adalah, mahasiswa Unand mempunyai sifat kritis dan  sudah banyak mendapat prestasi di tingkat nasional dan internasional pada tahun 2015. Prestasi mahasiswa ini akan dapat meningkatkan reputasi dan kedudukan Unand di pentas nasional dan internasional. Yang lebih membanggakan lagi adalah kualitas dosen dan poduktifitas dosen mengalami peningkatkan yang luar biasa selama periode 2011-2015.

Ketika menjadi rektor pada tahun 2011, jumlah doktor hanya sebanyak 289  orang  dan meningkat tajam menjadi 475 orang pada tahun 2015. Kemudian indek scopus dosen Unand, salah satu ukuran kualitas karya tulis dosen,  meningkat dari 240 pada tahun 2011 menjadi 569 pada tahun 2015, meningkat dua kali lipat dalam empat tahun masa jabatannya. Peningkatan kualitas dan produktivitas dosen menurut Werry, sudah dipastikan dapat meningkatkan kualitas proses belajar dan mengajar di Unand dan meningkatkan daya saing lulusan.

Alhamdulilah, sambung Werry, wajah kampus telah banyak berubah dan telah dapat menyeimbangkan pembangungan lingkar utara dan selatan kampus. Pertambahan ruang kuliah telah dapat dipenuhi dan pembangunan Rumah Sakit Universitas Andalas senilai Rp 409 milyar telah hampir pula tuntas pembangunannya. Pembenahan Kampus Unand II di Payakumbuh juga telah ditingkatkan, dan telah merubah wajah kampus, meskipun masih tahap awal.

Meskipun banyak mengukir prestasi dan dapat menaikan nama Unand di pentas nasional dan internasisonal, Werry mengaku bahwa itu semua adalah buah dari kerja keras semua pihak, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, alumni dan dukungan semua pihak termasuk masyarakat sekitar kampus dan pemerintah daerah serta tidak lepas dari dukungan maksimal oleh rektor-rektor sebelumnya.

“Saya banyak kekurangan dan tidak dapat memenuhi keinginan semua pihak dalam waktu bersamaan, maka saya menyampaikan permohonan maaf kepada sesama pimpinan, dosen, tenaga kependidikan  dan mahasiswa,” sebut Werry.
“Saya berharap kekurangan dan kelemahan saya dapat ditutupi oleh rektor baru Prof. Dr Tafdil Husni, SE.MBA”.

“Saya juga mohon maaf kepada masyarakat Sumatera Barat jika perkembangan Unand sekarang masih mengecewakan dan sekaligus saya pamit kepada semua pihak. Semoga Unand di masa mendatang di semakin maju  dan berkontribusi besar untuk meningkatkan daya saing bangsa,” imbuh Werry. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional