Menu

Rekor, Sehari 506 Warga Sumbar Positif Covid-19

  Dibaca : 304 kali
Rekor, Sehari 506 Warga Sumbar Positif Covid-19
Ilustrasi

PADANG, METRO
Angka fantastis penderita Covid-19 terjadi di Sumbar, Jumat (16/10). Sebanyak 506 orang warga dinyatakan positif terkena virus berbahaya itu dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sample Covid-19. Jumlah sample yang diperiksa mencapai 4.042 spesimen. Rekor baru lagi, karena sebelumnya paling banyak 351 pada 14 Oktober 2020.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menyebutkan, hasil pemeriksaan spesimen yang dikirim oleh penanggung jawab Laboratorium dr Andani Eka Putra, dari 4.042 spesimen yang diperiksa (3.932 sample di laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan 110 pemeriksaan di Lab veterenir Baso Agam), didapat hasil sementara 506 orang terkonfirmasi positif dan sementara sembuh 105 orang.

Hasil positif tersebut tersebar di Bandara (BIM) 26 orang, Kota Padang 330 orang, Kota Bukittinggi 2 orang, Kabupaten Pasaman 1 orang, Kepulauan Mentawai 4 orang, Kota Sawahlunto 10 orang, Tanahdatar 18 orang, Limapuluh Kota 4 orang, Dharmasraya 2 orang, Pesisir Selatan 14 orang, Kota Solok 13 orang.

“Selanjutnya Kota Payokumbuah 11 orang, Kabupaten Agam 5 orang, Kota Pariaman 17 orang, Kabupaten Sijunjuang 18 orang, Kabupaten Pasaman Barat 5 orang, Kabupaten Solok 18 orang, Kabupaten Padang Pariaman 27 orang, Kabupaten Solok Selatan 5 orang dan Kota Padangpanjang 15 orang,” katanya.

Kata Jasman, berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke 31 pandemi covid-19 di Sumatra Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, maka mulai tanggal 11 Oktober 2020 sampai tanggal 17 Oktober 2020, ditetapkan zona merah dengan risiko tinggi, tiga daerah, Kota Padang, Sawahlunto dan Kota Pariaman.

”Zona oranye, risiko sedang ada 14 daerah, Kota Bukittinggi, Padangpanjang, Payokumbuh, Kota Solok, Pasaman, Kabupaten Solok, Tanahdatar, Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Solok Selatan, Padangpariaman, Kabupaten Agam dan Pasaman Barat. Zona kuning atau risiko rendah, Kabupaten Kepulauan Mentawai dan Limapuluh Kota.

“Dengan telah ditetapkannya status zonasi daerah pada minggu ke-31 ini, diminta Kabupaten/Kota segera menyesuaikan segala aktivitas di daerahnya dengan protokol masing-masing zona. Hal ini bertujuan agar penyebaran covid-19 dapat lebih bisa dikendalikan,” kata Pjs Bupati Solsel ini.

Tak Patuh Protokol
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tidak memungkiri, angka positif Covid-19 di Sumbar, kadang, naik, naik, turun dan turun, naik lagi turun lagi. Irwan menilai, tingginya angka positif hari ini, salah satu penyebabnya karena banyak yang tidak ikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Masih banyak yang keluar rumah tidak pakai masker, tidak mencuci tangan, tidak menjaga jarak. Ini slaah satu penyebabnya,” ungkap Irwan Prayitno.

Meksi angka yang terpapar Covid-19 cukup tinggi hari ini, namun menurut Irwan Prayitno ada sisi positifnya. Di mana testing dan tracking Covid-19 yang dilakukan masih bagus. Laboratorium masih bisa memeriksa sample swab dengan jumlah yang banyak.

Dengan tingginya angka yang terpapar Covid-19 hari ini, menurutnya ada potensi kekurangan tempat isolasi karantina dan rumah sakit. Karena itu disiapkan Asrama Haji yang bisa menampung 200 orang untuk karantina dan isolasi. Selain itu, juga ada isolasi yang disiapkan di masing-masing nagari. Juga ada salah satu perusahaan Negara yang menyiapkan tempat isolasinya sendiri terhadap karyawannya yang mencapai 77 orang positif Covid-19.

“Dengan menyediakan tempat secara mandiri oleh perusahaan Negara yang 77 karyawannya positif, kita cukup terbantu dalam penyediaan tempat isolasi dan karantina. Saya harap perusahaan lainnya juga ikut terlibat menyediakan tempat isolasi,” ungkapnya. (r/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional