Menu

Rekonstruksi TewasnyaMamak-Kemenakan, Satpam Kompleks Membunuh karena Sakit Hati

  Dibaca : 406 kali
Rekonstruksi TewasnyaMamak-Kemenakan, Satpam Kompleks Membunuh karena Sakit Hati
Rekonstruksi— Tersangka pelaku pembunuhan, Asmardi (44) memperagakan 16 adegan dalam rekonstruksi yang digelar di Mapolsek Lubuk Kilangan, Jumat (2/10).

PADANG, METRO
Sebanyak 16 adegan diperagakan dalam reka adegan (rekonstruksi) kasus pembunuhan yang terjadi di Kompleks Perumahan Green Mutiara, Kecamatan Lubuk Kilangan yang menewaskan dua orang berstatus mamak dan kemenakan. Rekonstruksi itu dilakukan di halaman Mapolsek Lubuk Kilangan, Jumat (2/10).

Seperti diketahui, kasus pembunuh ini dilakukan seorang satpam perumahan bernama Asmardi (44) hingga menewaskan dua orang. Korban merupakan warga di luar kompleks perumahan, AJP (38) dan IN (55).

Korban meninggal dunia dengan luka tusuk di bagian dada dan punggung dengan senjata tajam. Persoalan penganiayaan hingga berujung pembunuhan itu berawal dari sakit hati korban kepada tersangka.

“Pengakuan tersangka motifnya sakit hati dan emosi. Hal ini sehubungan korban mengajak berkelahi dengan tersangka,” ujar Kapolsek Lubuk Kilangan, AKP Edriyan Wiguna kepada wartawan usai digelarnya rekonstruksi.

Dari rekonstruksi yang juga dihadiri jaksa dan pengacara itu, tersangka setidaknya memperagakan sebanyak 16 adegan bagaimana menghabisi nyawa korban. Salah satu adegan, korban AJP mendatangi pos satpam untuk meminta berkelahi satu lawan satu dengan tersangka.

Pada saat itu tersangka menolak, namun korban AJP malah emosi hingga memecahkan kaca pos satpam. Tindakan itu, membuat tersangka emosi. Tersangka yang berada di dalam pos kemudian mengambil sebilah pisau di dalam laci dan diselipkan ke pinggangnya.

Tersangka emosi akhirnya meladeni permintaan korban. Perkelahian terjadi antara tersangka dengan korban AJ menggunakan tangan kosong. Seketika, tersangka mengambil pisau di pinggangnya dan menusukkan ke dada kanan korban beberapa kali.

Korban terjatuh, tersangka lanjut berusaha menusuk pisau ke kaki korban. Pada saat itu, datang korban IN dengan membawa sebilah pelang kayu. Tersangka mengejar korban hingga akhirnya terjatuh tertelungkup.

Di saat itu, korban yang berusaha berdiri menusuk punggung korban secara berkali-kali. Akhirnya, korban IN kembali terjatuh. Tersangka usai melakukan tindakan itu, lalu pergi meninggalkan korban.

Edriyan mengungkapkan, dari rekonstruksi ini tersangka telah mengakui semua keterangan dari berita acara. Selanjutnya, pihaknya segera melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

“Setelah ini kami akan mengirimkan tahap satu ke kejaksaan. Untuk yang meringankan tersangka, keputusan ada di hakim. Dari rekonstruksi jelas pembunuhan tidak berencana,” ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 338 juncto 170 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang. Ancaman hukuman tersangka maksimal tujuh tahun penjara.

Sebelumnya diketahui, kasus penganiayaan berujung meninggal korban ini terjadi Selasa (8/9) yang lalu. Tersangka usai melakukan aksinya, kabur ke Kota Bukittinggi. Pihak kepolisian kemudian membujuk keluarga tersangka untuk bisa menyerahkan diri, akhirnya dapat diamankan. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional