Menu

Rekonstruksi Pembunuhan Ricuh, Keluarga Sebut ada Adegan Berbeda

  Dibaca : 105 kali
Rekonstruksi Pembunuhan Ricuh, Keluarga Sebut ada Adegan Berbeda
REKONSTRUKSI—Salah satu adegan pencurian dan pembunuhan, saat korban dibekap dengan bantal oleh tersangka yang digelar di Mapolsek Pauh, Jumat (15/3).

PADANG, METRO – Rekonstruksi pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada hari Rabu, 2 Januari 2019 yang lalu di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh Kota Padang berakhir ricuh. Kericuhan terjadi di saat tersangka Mardiani (43) akan dibawa ke Polsek Padang Timur tempat tersangka ditahan sementara.

Awalnya rekonstruksi yang dilaksanakan di Mapolsek Pauh tersebut berjalan lancar yang disaksikan oleh keluarga korban. Namun di saat rekonstruksi usai dan tersangka akan dibawa ke Mapolsek Padang Timur, pihak keluarga korban berusaha mengejar tersangka.

Beruntung pihak Polsek Pauh bisa mengamankan situasi dan tersangka langsung di bawa ke Mapolsek Padang Timur, sementara keluarga korban berhasil ditenangkan dan pulang dengan damai.

Seorang kerabat korban, Nurminah (46) mengatakan, pihaknya tidak terima dengan gelar perkara yang dilakukan tersebut. Karena menurutnya ada satu reka adegan yang menurut mereka tidak sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya.

“Dari pengakuan tersangka dikatakan ia tidak mengetahui dimana letak barang emas milik korban tersebut. Sebenarnya ia mengetahui dan berusaha mengambilnya. Karena niatnya meminjam uang tidak terpenuhi. Setelah tersangka membekap korban dengan bantal hingga lemas dan meninggal dunia. Dia langsung mengambil emas korban,” ungkap Nurminah.

Terkait kericuhan yang terjadi setelah rekonstruksi usai, pihak keluarga mengatakan itu adalah wajar mengingat yang menjadi korban adalah orang tua dan kerabat mereka.

“Ndak urang ndak awak. Kalau sudah menyangkut keluarga, siapapun pasti akan silap mata. Kami hanya berharap keadilan ditegakkan, nyawa di balas nyawa,” ujar Nurminah tegas.

Kapolsek Pauh Kompol Hamidi mengatakan, selama rekonstruksi yang dilakukan hari Jumat (15/3) tersebut berjalan aman dan lancar serta kondisi dapat di kendalikan oleh personel Polsek Pauh.

“Ada 16 reka adegan dilakukan dalam rekonstrusi tersebut yang dimulai dari saat tersangka bertemu dengan korban untuk meminjam uang sebanyak Rp250 ribu untuk keperluan membayar arisannya. Karena alasan tak ada uang untuk dipinjamkan, tersangka langsung membekap korban dengan bantal hingga lemas dan meninggal dunia,” ujar Kapolsek.

Setelah korban tak sadarkan diri, tersangka mengambil emas yang tersimpan di pakaian dalam korban dan menyimpannya di pinggang tersangka. Tak lama kemudian anak korban datang karena setelah sebelumnya mendengar ada suara minta tolong dari dalam rumah.

“Saat anak korban datang ia sudah melihat korban tak bernyawa, dan mendapati tersangka bersembunyi di balik pintu kamar. Anak korban langsung menghubungi pihak kepolisian dan mengamankan tersangka,” ungkap Hamidi.

Ditambahkan Hamidi, motif tersangka melakukan perbuatannya tersebut karena sakit hati karena tidak dipinjamkan uang oleh korban.

“Kericuhan yang terjadi di saat akan dibawanya tersangka bisa dikendalikan Personel Polsek Pauh sampai tersangka di antarkan ke Mapolsek Padang Timur, karena disana ada penjara wanita,” pungkas Hamidi. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional