Close

Rekap Suara DPR dan DPD RI Tuntas, Empat Petahana DPR RI Tersingkir

Ilustrasi

PADANG, METRO – KPU Sumbar sudah menuntaskan rekapitulasi perolehan penghitungan suara 16 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, Sabtu (11/5) malam di Hotel Pangeran Beach. Siapa-siapa yang akan melenggang ke Senayan– kantor DPR sudah dapat dipastikan. Dari data yang didapat koran ini, empat petahana 2014-2019 tak mampu bertahan.

Dari Dapil 1, dua incumbent yang tumbang adalah, Endre Saifoel dari Partai NasDem dan Alex Indra Lukman dari PDI Perjuangan. H Wen– sapaan Endre dikalahkan Lisda Hendrajoni. NasDem yang mendapat jatah kursi kelima mampu meraup total 145.769 suara. Dari delapan Caleg, Lisda yang merupakan istri Bupati Pessel Hendrajoni itu mendapat 37.326 suara dan H Wen hanya 32.239 suara.

Ketua DPD PDI P Sumbar Alex Indra harus mendapati nasib yang lebih tragis. Kali ini, kursi PDI P tak mampu dipertahankan dari Dapil yang terdiri dari Padang, Padangpanjang, Tanahdatar, Sijunjung, Dharmasraya, Sawahlunto, Solsel, Kabupaten Solok, Kota Solok, Pessel dan Kepulauan Mentawai itu. Dari rekapitulasi akhir, PDI P meraih 86.423 suara, turun dari 2014 sebesar 103.069 suara.

Akibatnya, meski meraih suara terbanyak di PDI P, Alex harus merelakan kursinya menjadi kursi kedua PAN. Karena, PAN mendapatkan total 261.007 suara. Dari peraturan penghitungan kursi ( UU No 7/2017 tentang Pemilu), jumlah suara PDI P kalah dari pembagian tiga suara PAN, yaitu 87.002 suara. Tentunya jumlah itu hanya berselisih sebanyak 579 suara dengan PDI P. Asli Chaidir yang mendapat 70.057 suara mengunci kursi ke delapan.

Di Dapil 2, dua petanaha yang tersingkir juga mengalami nasib sama dengan dua Caleg di Dapil 1. Pertama H Refrizal dari PKS yang gagal membendung Nevi Zuairina yang merupakan istri Gubernur Sumbar H Irwan Prayitno. Nevi dengan PKS-nya berhasil meraup suara total 199.737 dan mendapatkan kursi kedua.

Perolehan suara pribadi Nevi di Agam, Bukittinggi, Padangpariaman, Pariaman, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Pasaman dan Pasbar itu mencapai 52.141. Lebih tinggi dari incumbent H Refrizal 27.331. Bahkan, jumlah suara Refrizal masih kalah dari Caleg PKS lain, Hamsuardi 37.146. Dia mendapat 30.929 di Pasaman Barat saja.

Petahana terakhir yang gagal adalah Agus Susanto dari PDI Perjuangan. Kursi PDI P kali ini terpental karena kalah dari jumlah suara Partai Persatuan Pembangunan (PPP). PDI P memeroleh total 47.809 suara sementara PPP 78.378 suara. Caleg yang duduk dari PPP kembali diraih incumbent M Iqbal dengan 28.949 suara. Putra mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah itu mengalahkan Ketua DPD PPP Sumbar Hariadi yang mendapatkan 27.779 suara.

Sementara itu, pemilik kursi lainnya di Dapil I, Partai Gerindra meraih suara terbanyak 336.584 dan mendapatkan dua kursi. Kursi pertama diraih Andre Rosiade dengan perolehan suara pribadi 133.994. Kemudian disusul Caleg petahana Suir Syam yang meraih kursi ketujuh dengan perolehan 51.556 suara.

Peraih suara terbanyak kedua yakni PAN dengan 261.007 suara pemilih. Athari Ghauti Ardi, meraih 82.982 suara dan mengunci kursi perdana PAN. Sedangkan peraih suara terbanyak kedua, petahana Asli Chaidir 70.057 suara. Demokrat peraih kursi ketiga, total 172.224 suara dengan menempatkan incumbent Darizal Basir dengan 65.877. Kader muda Demokrat Eka Putra harus menunggu lima tahun lagi.

Kursi kelima diraih PKS dengan total suara 167.103 dengan menempatkan petahana Hermanto sebagai peraih suara terbanyak 50.146. Kursi keenam DPR RI diraih Partai Nasdem dengan perolehan 145.769 suara dengan Caleg Lisda Hendrajoni 37.326 suara.

Di Dapil 2, Caleg petahana Ade Rezki Pratama melenggang dan mengunci kursi pertama dengan suara pribadi mencapai 104.740 dari total 223.891 suara Gerindra. Kursi kedua ditempati PKS dengan Caleg Nevi Zuairina. Untuk kursi ketiga ditempati Demokrat dengan Mulyadi sebagai penggaet suara utamanya. Mulyadi mendapat 145.010 suara dari total 197.834 suara Demokrat. Mulyadi adalah pemilik suara pribadi terbanyak di Sumbar.

Kursi keempat milik PAN dengan Caleg terpilih Guspardi Gaus. PAN mengamankan suara 151.476 suara dengan Guspardi meraih 56.365 suara. Kursi kelima Partai Golkar dengan Caleg incumbent John Kenedy Azis (JKA). Golkar mendapatkan 79.023 suara sementara JKA 43.540 suara. Kursi terakhir oleh PPP 78.378 suara dengan caleg terpilih M Iqbal (28.949 suara).

DPD RI

Untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, berdasarkan rekapitulasi suara yang dilakukan KPU Sumbar, Minggu (12/5), Emma Yohanna meraih suara terbanyak dengan 531.104 suara. Jumlah itu meningkat dari 2014 yang hanya 314.053 suara. Naik drastisnya suara Emma ini diperkirakan karena tidak ikutnya Irman Gusman yang sedang ditahan karena kasus korupsi.

Setelah Emma, tiga orang senator yang melenggang lainnya adalah anggota DPRD Sumbar dari PKS yang hijrah ke DPD Muslim M Yatim. Tak disangka, Buya—sapaan akrabnya meraih 253.907, atau kursi kedua DPD. Di belakangnya menguntit anggota DPD RI 2009-2014 Alirman Sori dengan suara 205. 759. Posisi keempat dikunci incumbent Leonardy Harmainy dengan 199.927.

Berbeda dengan DPR RI, DPD RI meloloskan semua incumbent. Satu anggota DPR RI 2014-2019 Novi Chandra memilih tak ikut lagi dalam kompetisi karena fokus sebagai calon Bupati Solok 2020. Incumbent lain Jeffri Geovannie juga tak ikut lagi, meski di penghujung masa jabatan digantikan Herman Daniel Ibrahim yang juga tidak maju lagi.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang M Taufik tak terkejut dengan tumbangnya 4 anggota DPR RI itu. Katanya, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab gugurnya para incumbent. Pertama, masyarakat lebih mudah melihat rekam jejak petahana. Sehingga, bagi incumbent yang tidak bisa menjaga suara di daerah pemilihannya maka masyarakat akan lebih mudah memberikan penilaian kepada mereka, apakah masih layak dipilih atau tidak.

“Bagi Caleg incumbent yang selama ini dinilai kurang maksimal berkontribusi kepada masyarakat tentu akan menjadi pertimbangan bagi masyarakat apakah mereka layak atau tidak untuk dipilih kembali,” jelas Taufik tadi malam.

Kemudian, juga diduga lantaran mahalnya biaya politik. Dengan kemampuan modal yang mereka miliki, caleg baru pun menggempur dari berbagai arah. ”Kelebihan Caleg pendatang baru, mereka belum memiliki rekam jejak yang mudah untuk diberikan penilaian oleh calon pemilih,” pungkasnya.

Ketua KPU Sumbar Amnasmen usai merampungkan rapat pleno terbuka penghitungan suara untuk DPRD Sumbar, DPR RI, DPD dan Pilpres tingkat Sumbar mengatakan, proses rekapitulasi dari awal hingga selesai berjalan baik dan tidak ada mengalami gangguan.

”Alhamdulillah, Minggu 12 Mei dengan jadwal tahapan terakhir terhadap rekapitulasi di provinsi kita sudah selesai, memang proses ini di jadwalkan 3 hari namun waktu kita terulur hingga 5 hari,” ujarnya Minggu (12/5).

Untuk penetapan hasil rekapitulasi tersebut direncanakan KPU Sumbar akan disampaikan Rabu (15/5). “Kita akan sampaikan hasil rekapitulasi, sampaikan SK-nya, kita akan sampaikan hak-hak parpol, dan untuk hari ini kita akan serahkan hasil rekap ke KPU RI, kemudian di hari Rabu kita akan umumkan hasil rekap di tingkat Provinsi,” tutupnya. (heu/hsb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top