Menu

Rekam Pembuang Sampah Dikasih Rp100 Ribu, Kirim Video via WA dan Memuat Identitas Pelaku di Kota Padang

  Dibaca : 51 kali
Rekam Pembuang Sampah Dikasih Rp100 Ribu, Kirim Video via WA dan Memuat Identitas Pelaku di Kota Padang
Mairizon Kepala DLH Kota Padang

BALAIBARU, METRO–Ada tawaran yang menarik dan kembali di­giat­kan Dinas Ling­ku­ngan Hidup (DLH) Kota Padang. Setiap mas­ya­ra­kat yang berhasil mem­buntuti pelaku pem­buang sampah semba­ra­ngan dan mere­kamnya, maka akan diberi insentif sebesar Rp100 ribu.

“Ini bisa menjadi al­ter­natif usaha sam­pi­ngan di masa pandemi ini karena ada uangnya. Nan­tinya, setiap video yang berhasil mengungkap iden­­titas pelaku pem­buang sampah sembarang akan kita beri insentif Rp100 ribu. Kalau ada sebu­lan itu beberapa 10 video, maka sudah bisa dapat Rp500 ribu,” kata Kepala DLH Kota Padang, Mairi­zon, Senin (14/6).

Dijelaskan, caranya ada­­lah dengan me­ngi­rim­kan video ke nomor Whats­App  08116618630. Video yang dikirimkan ha­rus memuat identitas pe­laku. Seperti wajah atau muka yang jelas atau iden­titas lainnya. Sehingga kasus­nya bisa disidik dan ditipiringkan.

Jika memenuhi syarat, maka DLH akan mem­pro­ses pembayaran insen­tif  ke rekening pelapor tanpa membocorkan rahasia jati diri si pelapor. “Intinya,  pelapor cukup melam­pir­kan foto KTP. Kita akan proses, kita minta nomor rekeningnya. Nanti uang ditransfer ke rekening yang bersangkutan. Rahasia iden­titas pelapor dijamin,” kata Mairizon.

Sebelumnya, menurut Mairizon, pada tahun 2020 lalu, program ini juga sudah disemarakkan. Dan seka­rang kembali disosi­lisasi­kan lagi.  Tujuannya adalah untuk memberikan efek jera kepada pelaku pem­buang sampah semba­ra­ngan sekaligus memu­puk ke­sadaran masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Sehingga terwujud lingkungan yang bersih dan nyaman.

Inovasi DLH

Beberapa inovasi su­dah dilakukan DLH untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap sampah. Sebelumnya, DLH mem­beri­kan kemudahan bagi war­ga yang kesulitan mencari kontainer sampah terdekat. Pasalnya, saat ini lokasi kontainer atau Tem­pat Pembuangan Sampah (TPS) tersebut bisa dicari me­ng­gunakan Google Maps.

Mairizon mengatakan, hal tersebut dilakukan un­tuk memudahkan warga mem­buang sampah pada tempatnya. Warga yang ingin mencari titik kon­tainer cukup mengetik “titik kontainer” pada pencarian Google Maps.

Dijelaskan, hal ini meru­pakan salah satu upaya DLH Kota Padang untuk menertibkan TPS liar. Se­lain melibatkan petugas Satpol PP, Mairizon juga mengajak peran ma­sya­rakat dalam menang­kap pelanggar di TPS liar.

“Bahkan sampai peli­batan masyarakat untuk ikut serta berperan aktif menjadi informan dan mem­bantu memberikan alat bantu bukti berupa video agar pelanggar da­pat dikenakan sanksi pi­dana,” tegasnya.

Di sisi lain, DLH juga menyediakan TPS di se­pan­jang Jalan Bypass. Se­perti, di TPS Arai Pinang di Kecamatan Lubuk Bega­lung, TPS Masjid Kebe­na­ran, TPS Baznas, TPS Balai Kota, TPS TVRI, TPS KPIK dan TPS Anak Aia.

Akan tetapi, meski su­dah ada TPS tersebut, na­mun masih ada warga yang menempatkan sam­pah di taman median jalan.

“Agar sampah tidak dibuang di median jalan, terutama di median di Ja­lan Bypass, DLH telah me­nyiapkan satu unit mobil dump truk yang mulai be­kerja jam empat pagi. Sam­pah-sampah diangkut dan seluruh median jalan dibersihkan,” jelasnya.

“Sekali lagi kita menga­jak warga untuk tidak mem­buang sampah sem­barangan. Warga diimbau untuk membuang sampah di TPS yang sudah dise­diakan,” pungkasnya.

Selain itu, DLH juga sudah melakukan inovasi atau membuat terobosan baru dengan menyulap lokasi-lokasi kontainer men­jadi kawasan hijau dan in­dah. Saat ini, ada bebe­rapa lokasi TPS yang bakal disulap menjadi hijau. Yak­ni di kawasan Flam­boyan, Pa­teng­ga­ngan,  di bawah jem­batan Muaro Lasak dan Danau Cimpago.

“Program ini bernama Green Fresh Container (lokasi kontainer yang hijau dan menyejukkan).  Yaitu mengubah tampilan titik lokasi kontainer dengan vegetasi dan taman verti­kal,” kata Mairizon, bebe­rapa waktu lalu.

Ia mengatakan, lokasi pe­nempatan kontainer akan ditanami pohon pene­duh dan taman vertikal sehingga titik lokasi pe­nem­patan kontainer men­ja­di indah dan jauh dari kesan kumuh. Lokasi kon­tainer yang hijau, asri dan indah akan men­ciptakan estetika ling­kungan dan berkontribusi menciptakan udara segar di sekitar loka­si tersebut.

Program ini sudah per­nah dilakukan sebelum­nya, yakni di lokasi samping Masjid Al-Hakim, Pantai Padang. Dan, saat ini yang sedang dilakukan adalah di jembatan Marapalam.

Saat ini Kota Padang dengan 104 kelurahan me­miliki 133 titik lokasi penem­patan kontainer (TPS). Be­berapa lokasi penempatan kontainer sampah me­mi­liki permasalahan yang perlu dicarikan solusinya, seperti titik lokasi berada di pinggir jalan raya, lokasi wisata, kawasan peru­ma­han, dan lainnya.

Penempatan kontainer ada yang ditolak oleh war­ga. Untuk pemindahan ke­ti­tik lainnya, pihak kelu­rahan dan kecamatan ka­dang tidak mendapatkan lo­kasi baru karena penola­kan warga itu. Di satu sisi, keberadaan kontainer pa­da titik titik lokasi penem­patan tersebut sebagai tempat penumpukan sam­pah sementara (TPS) ada­lah untuk memudahkan terangkutnya sampah ke lokasi pemprosesan sam­pah akhir (TPA) Aie Dingin.

Dijelaskan, semakin jauh jarak antara lokasi kontainer satu sama lain maka kemungkinan timbul­nya TPS liar akan semakin tinggi. Penempatan kontai­ner merupakan kewe­na­ngan lurah/camat namun hal ini terkadang tidak meng­­hasilkan titik temu. “Un­tuk kasus TPS Masjid Al-Hakim, Pantai Padang, kita telah mengadakan rapat dengan camat dan lurah untuk pemin­dahan­nya, namun tidak berhasil. Sementara itu, sampah tetap harus dikelola dan dituntaskan pember­sihan­nya,” ulas Mairizon. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional