Menu

Rehab Jaringan Irigasi Tersier Diresmikan di Nagari Kuma­nis, Kecamatan Sumpur Kudus, Wujudkan Petani Panen 3 Kali dalam Setahun

  Dibaca : 111 kali
Rehab Jaringan Irigasi Tersier Diresmikan di Nagari Kuma­nis, Kecamatan Sumpur Kudus, Wujudkan Petani Panen 3 Kali dalam Setahun
NAIK TRABAS--Bupati Sijunjung Benny Dwifa mengendarai motor trabas usai meresmikan pembangunan rehab jaringan irigasi tersier (RJIT) di Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus.

SIJUNJUNG, METRO–Bupati Sijunjung Benny Dwifa meresmikan pem­bangunan rehab jaringan irigasi tersier (RJIT) untuk meningkatkan produk­tifitas hasil pertanian ma­syarakat di Nagari Kuma­nis, Kecamatan Sumpur Kudus. Dengan pemba­ngunan itu ditargetkan agar petani bisa turun ke sawah tiga kali panen dalam setahun.

Pembangunan RJIT ter­sebut merupakan sarana dan prasarana penunjang hasil pertanian masya­rakat. Dengan memiliki persawahan tadah hujan, rata-rata masyarakat ha­nya bisa melakukan 1 hing­ga 2 kali panen padi dalam setahun dan lebih bergantung pada kondisi cuaca.

“Ini merupakan salah satu upaya kita untuk me­ning­katkan hasil produksi panen, secara umum men­dukung sektor pertanian. Kalau biasanya petani hanya bisa dua kali turun ke sawah, dengan adanya pembangunan RJIT ini bisa mencapai tiga kali dalam setahun,” tutur Bu­pati Benny Dwifa.

Pihaknya mengatakan,  sektor pertanian akan difokuskan untuk pemu­lihan perekonomian, se­suai dengan visi-misi yang telah dirumuskan sebe­lum­nya. Pada kegiatan itu, juga dihadiri Wakil Bupati Sijunjung Iraddatillah, Ka­dis Pertanian Ir Ronaldi. Rabu (9/6).

Selain sarana dan pra­sarana pertanian, Benny juga melakukan pengece­kan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Sijunjung. Ke­mu­dian menyerap as­pi­rasi petani tentang program-program yang perlu ditingkatkan pada sektor pertanian.

Kadis Pertanian Ir Ro­naldi mengatakan, pem­bangunan RJIT itu untuk meningkatkan hasil pro­duksi pertanian. “Karena memang kondisi per­ta­nian kita merupakan sa­wah tadah hujan. Petani bisa turun ke sawah di saat musim hujan tiba. Namun melalui pembangunan R­JIT ini kita bisa maksi­malkan menjadi tiga kali dalam setahun,” jelas Ro­naldi.

Sedangkan terkait ke­ter­sediaan pupuk bersub­sidi di Kabupaten Sijun­jung masih memadai. “Ka­lau sekarang baru terserap sekitar 10 per­sen dari stok yang ter­sedia. Pada waktu musim tanam kedua dan ketiga kebutuhan pupuk tadi a­kan semakin tinggi, meski demikian hingga kini kita masih memiliki keter­sediaan yang me­madai,” papar Ronaldi.

Disamping itu, bim­bingan dari penyuluh per­ta­nian akan lebih dimak­simalkan dalam hal me­ningkatkan SDM petani. “Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk me­ning­katkan hasil per­tani­an, diantaranya bantuan permodalan kepada pe­tani melalui bantuan bibit, al­sin­tan dan kerjasama de­ngan investor. Ke­mu­dian peningkatan SDM petani itu sendiri, melalui penyu­luh. Terakhir mem­fasilitasi saprodi (pupuk, pestisida dan sejenis­nya),” tambah Kadis Per­tanian. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional