Menu

Refleksi 351 Tahun Kota Padang

  Dibaca : 179 kali
Refleksi 351 Tahun Kota Padang
TROTOAR— Salah satu pembenahan di Kota Padang yaitu sudah semakin cantiknya trotoar. Seperti yang terlihat di kawasan pedestrian di Jalan Permindo.

7 Agutus 2020, Kota Padang berulang tahun ke-351. Di masa pandemi Covid-19 ini, perayaan hari jadi Kota Padang digelar secara sederhana di gedung bundar DPRD Pada di Jalan Sawahan, Jumat (7/8).

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, orientasi pembangunan Padang adalah mensejahterakan masyarakatnya terlebih dulu. Sejuta penduduk, tentulah bukan jumlah yang sedikit untuk ukuran daerah-daerah di Sumatera Barat.

Setelah gempa besar melanda Padang 2009, memang mau tak mau segenap upaya ditujukan kepada pembangunan kembali infrastruktur kota yang binasa. “Pemahaman saya, mana mungkin sebuah kota menjadi menarik untuk dikunjungi apabila banyak reruntuhan bangunan yang membuat orang takut,” paparnya.

Membuat warga jadi nyaman terang Mahyeldi, itu bukan pekerjaan mudah pula. Pertama-tama seluruh warga harus memiliki tempat-tempat bersantai dengan keluarga yang nyaman. Itu sebabnya pada permulaan tugasnya, pembangunan taman-taman kota menjadi marak. Sejumlah sudut kota yang strategis didesain menjadi taman yang cantik.

Lalu, pembenahan pantai Padang sebagai pusat rekreasi yang indah perlu menjadi bagian dari pekerjaan besar semua pihak. Selama beberapa tahun, pantai Padang sulit dibenahi, kumuh dan banyak pemalakan yang membuat orang acap mengeluh.

Sejumlah rumah makan di bibir pantai yang sulit dipindahkan, akhirnya dengan pendekatan humanis, berhasil direlokasi. Bibir pantai harus bebas bangunan liar. Maka secara bertahap sejak enam tahun lalu pantai Padang diubah menjadi sebuah kawasan yang layak disebut sebagai destinasi.

Mahyeldi menjelaskan, sambil terus membenahi infrastruktur kota seperti Pasar Raya yang runtuh akibat gempa serta gedung-gedung pemerintah, pemko juga ingin tanah-tanah rakyat dalam kota di berbagai wilayah pemukiman menjadi naik nilai ekonomisnya. Jalan satu-satunya adalah membangun akses jalan ke kawasan-kawasan pemukiman itu.

Perekonomian juga pulih ungkap Mahyeldi, meskipun kini sempat surut karena Covid-19. Tapi itu dialami oleh semua kota di dunia. Hotel-hotel juga makin banyak dibangun. Itu berarti para investor memandang bahwa Padang memang sebuah kota layak investasi. Mal dan bioskop modern juga melengkapi sebutan Padang sebagai sebuah Kota Raya.

Terus, bagaimana anggota DPRD Padang melihat kondisi Padang saat ini? (**)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional