Menu

Realisasi Vaksin 7 Persen, Lansia Padang: Jangan Paksa Kami Disuntik

  Dibaca : 69 kali
Realisasi Vaksin 7 Persen, Lansia Padang: Jangan Paksa Kami Disuntik
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani Hamid

AIE PACAH, METRO–Hingga kini realisasi vaksinasi untuk lansia (lanjut usia_ masih rendah. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid mengatakan realisaai vaksinasi lansia masih di angka 7 persen dari total target sebanyak 75.061 orang.

”Realisasi kita untuk lansia baru dikisaran 7 persen. Makanya kita imbau bagi rumah tangga yang punya lansia segera untuk divaksin. Karena lansia yang rentan tertular,” tandas Feri Mulyani, kemarin.

Dia pun mengimbau seluruh masyarakat khususnya yang masuk dalam kategori lansia untuk berperan aktif dalam program vaksinasi Covid-19.

”Ini penting mengingat melalui vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat dapat meminimalisir potensi tertular virus Corona, sebab kategori lansia merupakan kategori yang paling rawan terpapar dan memiliki risiko kematian yang tinggi,” ulas Feri Mulyani.

Saat ini, tidak mudah mendatangkan lansia untuk divaksin, sehingga capaian untuk divaksin masih rendah. Hal tersebut bisa disebabkan karena berbagai alasan seperti ketidaktahuan lansia akan program vaksinasi Covid-19. Kemudian tidak adanya pendamping lansia untuk melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, Feri Mulyani kembali mengimbau semua warga Kota Padang agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Sehingga penularan melalui droplet bisa dihindari. Terutama jika berada di tempat keramaian.

 ”Sepanjang masih mematuhi protokol kesehatan, tentu penularan bisa ditekan. Tapi kalau sudah lengah, itu yang berpotensi terular atau menularkan. Kita tetap meminta warga selalu memakai masker, rajin cuci tangan dan menghindari kerumunan,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang lansia, Anis (73), mengatakan lansia sebaiknya tidak lagi divaksin. Karena tubuh tidak kuat lagi untuk menerima suntikan. ”Kami iko alah gaek. Makan se sagangam ketek. Jalan sempoyongan. Dipaso pulo basuntik. Sadang urang nan lai tagok se acok juo paniang siap kanai suntik. Apo lagi kami nan lah gaek dak bisa bajalan ko,” kata Anis.

Ia berharap, Dinas Kesehatan atau pihak puskesmas tidak melakukan pemaksaan pada lansia untuk divaksin. “Jangan paksa kami,” katanya.

Lansia lainnya, Yusni (73) mengatakan lansia tak butuh vaksin. Apalagi tinggal di kampung. Penularan corona menurutnya juga tak ada di kampung-kampung. ”Kami indak ado dek korona. Manga dipaso paso disuntik,” kata Yusni.

Idealnya, kata dia, yang divaksin adalah yang mau saja. Sementara yang tak mau dam kondisinya kurang mendukung diharapkan tak ada pemaksaan. ”Kalau yang amuah, suntik lah. Tapi yang ndak amuh, jan dipaso pulo,” tandasnya.

RSUD Rasidin

Diberitakan sebelumnya, untuk mengantisipasi penambahan pasien Covid-19 usai libur lebaran, RSUD Rasidin  Kota Padang menambah tempat tidur rawatan pasien khusus corona tersebut menjadi 40 bed. Saat ini tempat tidur yang terisi adalah sebanyak 18 pasien positif.

”Sekarang yang terisi adalah 18 tempat tidur. Kemungkinan hari ini bertambah tiga orang lagi yang diketahui hasil swabnya positif, jadi yang bersangkutan mau kita pindahkan juga dari ruang khusus suspek ke ruangan positif,” kata Direktur RSUD Rasidin Padang, Herlin Sridiani, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, selama ini pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Rasidin sebagian besar berasal dari pasien rawatan umum yang kemudian dites swab. Setelah tes swab dilakukan, mereka langsung dimasukkan ke ruang khusus suspek.

Setelah hasil tes keluar, yang bersangkutan langsung dipindah lagi. Untuk yang positif dimasukkan ke ruangan zona merah. Sementara yang negatif di masukan ke zona hijau.

”Jadi disini kita telah membaginya menjadi zona merah dan zona hijau. Yang positif mengisi tempat tidur di zona merah. Yang negatif kita pindah ke zona hijau,” tandasnya.

Dijelaskannya lagi, saat ini tempat tidur yang tersedia adalah sebanyak 20 tempat tidur. Sekarang lagi dipersiapkan untuk ditambah menjadi 40 unit. Dengan begitu, RSUD siap menghadapi jika terjadi lonjakan pasien corona tersebut.

Selama lebaran, kata Herlin, pasien Covid-19 memang meningkat. Namun tidak terlalu signifikan. ”Kita berharap pasien Covid-19 tidak bertambah, tapi jika memang terjadi lonjakan, kita harus hadapi. Sekarang kita lagi membenahi ruanganya,” tandas Herlin lagi.

Untuk pasien Covid-19, rata-rata menjalani perawatan selama 14 hari. Namun biasanya, bagi pasien yang bagus daya tahan tubuhnya maka dalam waktu 7 hari, ia sudah negatif dan kemudian dipulangkan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional