Menu

Realisasi Perda Tanpa Rokok Belum Maksimal di Kota Solok

  Dibaca : 87 kali
Realisasi Perda Tanpa Rokok Belum Maksimal di Kota Solok
PERDA ROKOK—Sekdako Solok Syaiful dalam sebuah pertemuan membicarakan Perda Tanpa Rokok yang belum maksimal realisasinya.

SOLOK, METRO–Sekretaris Daerah (Sek­­dako) Kota Solok Syaiful menilai, pene­rapan kawa­san tanpa rokok yang dia­manahkan Perda Tanpa Ro­kok di Kota Solok seha­rusnya menjadi per­ha­tian. Dengan ada­nya ka­wasan tanpa rokok yang sudah ditetapkan bebas asap rokok, semua pihak perlu men­disiplinkan diri.

Kawasan Tanpa Rokok lan­jutnya, tidak boleh ada kegiatan merokok, pen­jualan dan promosi rokok di kawasan yang telah ditentukan. Kawasan ter­sebut meliputi fasilitas pelayanan kese­ha­tan. Ke­mudian, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat beri­badah, angkutan umum, tempat kerja, tempat u­mum dan tempat lain yang ditetapkan.

“Rumah Sakit seha­rus­nya menjadi tempat yang sehat dan higienis, namun kenyataannya penetapan Kawasan Tanpa Ro­kok ma­sih butuh sosialisasi. Se­bab masih banyak masya­rakat yang belum mengetahui keten­tuan terkait Kawasan Tan­pa Rokok di Rumah Sakit yang telah dinyatakan se­cara nor­matif me­lalui re­gulasi peme­rintah,” ujar­nya didampingi Ke­pala Di­nas Kesehatan Kota Solok Ardina.

Untuk mendorong pe­ne­rapan Perda, Dinas Ke­se­hatan Kota Solok me­ngadakan pertemuan se­kaligus sosialiasi Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Solok.

Kepala Bidang PPSDK dr Hid­dayaturrahmi MKes juga me­ngatakan,  jika dilihat dari aspek kese­hatan, kandungan zat-zat dalam rokok (nikotin dan tar) tersebut dapat menye­babkan berbagai jenis pe­nyakit mema­tikan seperti serangan jantung, kanker paru-paru, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.

“Dampak buruk yang dise­babkan oleh terhi­rup­nya asap rokok ke dalam tubuh bukan hanya berisiko terjadi kepada para pe­rokok sendiri, namun juga berdampak buruk bagi orang-orang yang secara tidak sengaja menghirup asap rokok yang men­ce­mari udara bebas di seki­tar perokok,”  imbuh Hid­daya­turrahmi.

Selain memberikan dam­pak buruk bagi ke­se­hatan, kegiatan me­rokok juga berpengaruh ter­ha­dap dampak eko­nomi, baik secara pri­badi, da­erah, maupun nasional.

Untuk itu tambahnya, diha­rapkan dengan ke­giatan sosia­lisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok da­pat memberikan gam­ba­ran kepada OPD terkait me­nge­nai fungsi dan tang­gung jawab masing-ma­sing. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional