Menu

Realisasi APBD tak Capai 100 Persen

  Dibaca : 257 kali
Realisasi APBD tak Capai 100 Persen
Ilustrasi-Realisasi APBD tak Capai 100 Persen

SOLOK, METRO
Realisasi Anggaran Belanja dan Transfer APBD Kabupaten Solok tahun anggaran 2019 masih kurang dari seratus persen. Terlihat hingga akhir Desember 2019, realisasi anggaran tahun 2019 hanya kisaran sebesar 94,92 persen.

Bupati Solok Gusmal menyebut, belanja modal pembangunan jalan, irigasi dan jaringan dapat terealisasi sebesar 84,09 persen selama 2019. Kondisi ini menjadi catatan dan untuk 2020 ini Pemkab Solok akan lebih memprioritaskan lagi pembangunan yang erat kaitannya dengan masyarakat umum.

Hingga Desember 2019, Pemkab Solok belum merealisasikan pembangunan fisik dan keuangan sesuai yang telah ditargetkan, maka itu, sebagai hasil evaluasi dari tahun 2019 itu. Tahun ini setiap SKPD harus mempercepat dan mengetahui sejauh mana realisasi fisik maupun keuangan yang ada pada SKPD.

Selama semester pertama tahun 2020, Gusmal mengaku pihaknya juga telah melakukan beberapa kali rapat evaluasi baik melalui video maupun temu langsung, dengan harapan seluruh SKPD dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik maupun keuangan.

“Saya juga sudah memiliki sebagian gambaran mengenai kinerja masing-masing SKPD, adapun yang menjadi sorotan adalah instansi yang berhubungan langsung dengan konsep Empat Pilar Pembangunan yang diusung Pemkab Solok, yaitu ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, dan pemerintah yang baik dan bersih,” ujar Gusmal.

Dari data terlihat Belanja Operasi terealisasi sebesar 95,67 persen, yang terdiri dari Belanja Pegawai yang dapat direalisasikan sebesar 96,57 persen, belanja barang yang direalisasikan sebesar 93,50 persen, belanja hibah yang direalisasikan sebesar 95,9 persen. Kemudian, belanja modal yang direalisasikan sebesar 88,4 persen, menurut jenisnya yakni belanja modal tanah dapat direalisasikan 100 persen, belanja modal peralatan dan mesin yang dapat terealisasi sebesar 94,02 persen.

Belanja modal gedung dan bangunan yang  terealisasi sebesar 90,02 persen, belanja modal jalan, irigasi dan jaringan dapat terealisasi sebesar 84,09 persen, belanja aset tetap lainnya yang terealisasi sebesar 99,47 persen, belanja aset Lainnya yang terealisasi sebesar 99,29 persen

Belanja tidak terduga yang direalisasikan sebesar 35,36 persen. Kemudian transfer bagi hasil pajak daerah kepada Pemerintah Nagari, terealisasi sebesar 90,75 persen, transfer bagi hasil retribusi daerah kepada Pemerintah Nagari dengan realisasi sebesar 62,15 persen.

Transfer bagi hasil pendapatan lainnya dengan realisasi sebesar 69,08 persen. Transfer Bantuan Keuangan ke Nagari terealisasi 100 persen, dan bantuan keuangan lainnya adalah bantuan keuangan untuk Partai Politik dengan realisasi sebesar 95,60 persen.

Meskipun dalam penilaian proyeksi Empat Pilar Pembangunan tergolong baik, masih ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dinas terkait. Adapun penilaiannya dalam pembangunan Bidang Pendidikan, rata-rata lama sekolah di Kabupaten Solok meningkat dari angka 7,60 pada tahun 2018 menjadi 7,84 pada tahun  2019.

Sejalan dengan hal tersebut, kualitas pendidikan di Kabupaten Solok meningkat.  Hal ini dibuktikan dengan naiknya nilai rata-rata hasil ujian sekolah baik tingkat SD sederajat, maupun tingkat SMP sederajat.  Untuk tingkat SD tahun 2018 nilai rata-rata ujian sebesar 70,62 meningkat tahun 2019 menjadi 73,68.  Sedangkan untuk tingkat SMP, nilai rata-rata nilai ujian tahun 2018 sebesar 48,71 meningkat menjadi 50,25 di tahun 2019.

Dalam pembangunan bidang kesehatan karena Usia Harapan Hidup di Kabupaten Solok meningkat dari angka 67,95 pada tahun 2018 menjadi 68,34 pada  tahun 2019. Dalam pembangunan bidang Ekonomi Kerakyatan, Kabupaten Solok secara signifikan telah mampu menekan angka pengangguran, dimana tahun 2018 tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Solok berada angka 5,92, berhasil ditingkatkan 1,27 angka menjadi 4,65 di tahun 2019. (vko)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional