Menu

Reaktivasi Jalur Kereta Api Padang-Pulau Aie, Pembongkaran Bangunan sudah 90 Persen

  Dibaca : 108 kali
Reaktivasi Jalur Kereta Api Padang-Pulau Aie, Pembongkaran Bangunan sudah 90 Persen
bongkar— Sejumlah bangunan sudah dibongkar sendiri oleh pemiliknya untuk mendukuhng reaktivasi rel kereta api rute Padang (Simpang Haru)-Pulau Aie (milna/posmetro)

TARANDAM, METRO – Pembongkaran bangunan di sekitar kawasan reaktivasi rel kereta api rute Padang (Simpang Haru)-Pulau Aie masih terus berlangsung. Banyak pemilik rumah memilih membongkarnya sendiri. Hingga saat ini, proses pembongkaran bangunan di sepanjang jalur tersebut sudah berjalan 90 persen.

Pantauan Posmetro di lokasi tepatnya di kawasan Pasar Tarandam, Kota Padang yang merupakan salah satu jalur kereta api Padang-Pulau Aie. Kini tampak sudah ada perubahan yang cukup signifikan. Rel kereta api yang biasanya ‘ditumpangi’ rumah-rumah warga setempat terlihat sudah rata dengan tanah.

Seakan sudah jauh berbeda, pembongkaran yang menelan anggaran besar itu bahkan tak menyisakan puing-puing rumah penduduk. Lantaran, seluruh sisa pembongkaran telah dibersihkan. Beberapa kendaraan roda empat dan dua tampak terparkir di atas rel kereta api bekas rumah warga setempat.

Namun di bagian pinggir Pasar Tarandam, beberapa bangunan masih berdiri kokoh. Sehingga pemandangan pinggir pasar itu tidak jauh berbeda dengan sebelum adanya pembongkaran.

Di bahu jalan Pasar Tarandam diletakkan sebuah papan berisi tulisan “hati-hati gerakan alat berat”, serta beberapa petugas alat berat tengah sibuk membersihkan sisa-sisa pembongkaran untuk ‘memuluskan’ jalur kereta api tujuan Pulau Aie itu.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar, Suranto Ato mengatakan, bangunan yang telah dibongkar tersebut telah dilakukan pembersihan. Sedangkan sisa bangunan yang belum dibongkar merupakan kios di Pasar Tarandam. Terdapat 39 kios di Pasar Tarandam tersebut.

“Dimana 21 diantaranya belum dibongkar dan masih beraktifitas hingga saat ini. Dari 39 kios itu, 3 unit sudah dibongkar, 15 unit kosong dan 21 unit belum dibongkar,” tutur Suranto Ato, Rabu (18/9).

Suranto Ato melanjutkan, belum dibongkarnya 21 unit kios tersebut karena para pemilik kios masih menempuh proses hukum. Sehingga belum bisa dilakukan eksekusi. Selain kios di Pasar Tarandam, terdapat 1 unit kios usaha karangan bunga yang juga belum dibongkar. “Karena pemiliknya ini beralasan, mereka masih mengurus proses pemindahan,” beber Suranto Ato.

Meski demikian, hal tersebut tidak menghalangi pelaksanaan pekerjaan reaktivasi jalur kereta api tersebut. Pasalnya, secara paralel proses konstruksi tetap dilaksanakan bersamaan dengan proses penertiban. Sehingga pihaknya tidak akan menunggu-nunggu pembongkaran.

Saat ini, sambung Suranto Ato, pihaknya sedang melakukan 3 pekerjaan utama yakni pembangunan jalur kereta api, jembatan, pemugaran Stasiun Pulau Air, konstruksi dan supervisi halte Tarandam. Dia menambahkan, reaktivasi jalur kereta api tersebut menelan anggaran lebih kurang Rp42 miliar. “Kita rencanakan proyek reaktivasi tersebut rampung akhir 2019 mendatang,” ucap Suranto Ato. (mil)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional