Close

Ratusan Ribu Tenaga Kerja, Belum masuk Jamsostek di Kabu­paten Pasaman

PASBAR,METRO–Sebanyak 187.886 orang tenaga kerja di Kabu­paten Pasaman Barat (Pas­bar), belum masuk jaminan sosial ketanagakerjaan pada 2021. ”Dari 202.886 tenaga kerja hanya 15 ribu orang yang sudah masuk jaminan sosial ketanaker­jaan sedangkan 187.886 orang belum masuk,” kata Plt Kepala Dinas Ketana­ker­jaan Pasbar Armen Rabu (28/7) kemarin.

Ia mengatakan dengan masih banyaknya tenaga kerja yang belum masuk jaminan ketanakerjaan ma­ka pelaku usaha wajib memasukkannya karena aturan mewajibkan.

”Kami telah menggelar sosialisasi kepada kepala Organisasi Perangkat Da­erah dan pelaku usaha agar memasukkan tenaga kerja masing-masing ke jaminan sosial,” tegasnya.

Ia menekankan agar pelaku usaha tidak me­ngelak dan mengakali tidak memasukkan tenaga kerja ke jaminan sosial yakni jaminan kecelakaan dan jaminan kematian.

Menurutnya jaminan sosial tenaga kerja wajib diberikan sesuai Instruksi Presiden Nomor 2 tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program ja­minan ketenagkerjaan.

Selain itu juga ada In­struk­si Gubernur dan In­struk­si Bupati Pasbar, ten­tang pe­ningkatan kepeser­taan jami­nan sosial keta­nagkerjaan.

Berdasarkan Inpres itu, katanya bagi pelaku usaha yang tidak memasukkan tenaga kerjanya kejaminan sosial bisa diancam tegu­ran tertulis, denda dan atau tidak mendapatkan pela­yanan publik tertentu ter­kait dengan perizinan se­perti pencabutan izin sam­pai ke ancaman pi­dana.

”Berdasarkan aturan itulah maka semua pelaku usaha wajib memasukkan tenaga kerjanya ke dalam jaminan ketanakerjaan,” tegasnya.

Ia berharap kepada para pelaku usaha dapat memperhatikan hal itu.

Sebab, pihaknya akan kembali mendata dan me­la­kukan pengecekan ter­kait jaminan sosial itu. Di Pasbar, ada sekitar 20 pe­rusahaan kelapa sawit, pabrik dan pelaku usaha kredit sepeda motor, ko­perasi dan tenaga kerja pada usaha lainnya. ”Ke­pada pelaku usaha itu wajib memasukkan tenaga ker­janya ke jaminan sosial karena bisa membantu mereka jika ada kece­la­kaan kerja dan kematian,” ujar dia.(end)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top