Menu

Ratusan PKL Pasar Raya Padang Demo DPRD Minta Hentikan Penggusuran

  Dibaca : 962 kali
Ratusan PKL Pasar Raya Padang Demo DPRD Minta Hentikan Penggusuran
DEMO DPRD--PKL menyerbu DPRD Padang untuk meminta penghentian penggusuran oleh Pemko Padang.

SAWAHAN,METR0–Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL)Jalan Sandang Pangan, Pasar Raya Padang, melakukan aksi demo di depan gedung DPRD, Senin (30/12). PKL San dang Pangan merasa terjadi pilih kasihPemko Padang terhadap mereka yang berjualan. PKL sering digusur dan‘dipimpong’ petugas. Sejumlah tuntutan disampaikan PKLsaat berorasi di halaman gedung DPRD.

Di antaranya, pembentukan pembinaan terhadap PKL oleh Pemko. Kedua, meminta Pemko merevisi Perwako nomor 438 tahun 2018 tentang lokasi dan jadwal berdagang untuk PKL. Terakhir, menghentikan sementara penertiban atau penggusuran PKL hingga tanggal 6 Januari 2020.

Menurut para pedgang yang disambut Ketua DPRD Syafrial Kani serta anggota dewan lainnya, selama ini aturan terhadap PKL sering berubah-ubah. Terkadang diizinkan berjualan. Bahkan, PKL diberi kanopi untuk berlindung dari panas terik. Terkadang mereka ditertibkan. Barangmereka diambil paksa.

“Kami sudah lelah diperlakukan seperti ini. Kami sedang berjualan, barang diangkut. Sementara kami juga butuh hidup,” sorak pedagang. “Kami minta kembalikan hak kami berjualan di Jalan Sandang Pangan”.

Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan pedagang diizinkan masuk dan melakukan pertemuan dengan Ketua DPRD SyaFrial Kani, Wakil Ketua DPRD Padang, Ilham Maulana dan anggota dewan lainnya.

Dari hearing bersama perwakilan pendemo, dputuskan bahwa, penertban PKL khususnya di Jalan Sandang Pangan Pasar Raya Kota Padang untuk sementara waktu dihentikan. Hal itu dikatakan Syafrial Kani pada pembacaan keputusan DPRD Padang. “Menghentikan sementara penertiban PKL hingga 6 Januari 2020, khususnya di Jalan Sandang Pangan serta tidak ada lagi penambahan PKL di jalan tersebut. PKL tidak menutupi akses jalan, jalan ke gedung, bangunan, toko di sepanjang jalan sandang pangan,” kata kader Gerindra ini.

Selain itu, DPRD Padang meminta untuk membentuk Tim Pembinaan dan Penataan PKL oleh Pemko Padang dengan melibatkan stakeholder bersangkutan. “Pemko Padang diminta membentuk Tim Pembinaan dan Penataan PKL,” paparnya.

Syafrial Kani juga berjanji akan membahas samalah PKL Sandang Pangan dengan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Sehingga PKL bisa mendapatkantempat yang sesuai danjadwal berjualan yang pas.Ia juga meminta PemkoPadang merivisi PerwakoNomor 438 tahun 2018 tentang jadwal dan lokasi usaha Pedagang Kaki Lima.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Pedagang Kecil (IPK) yang mewadahi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan dijalan Sandang Pangan, HRamli mengatakan bahwaPKL tidak pernah meminta banyak dan neko-neko.

Mereka hanya berharap diizinkan berjualan danmencari hidup. Saat ini, kata Ramli, jumlah pedagang jalan Sandang Pangan mencapai 450 orang. Mereka berjualan berbagai jenis kebutuhan harian. Seperti cabai, sayur, buah, pacah balah dan jenia dagangan harian lainnya. “Yang kami harapkan adalah pedagang bisa berjualan dengan tenang. Silahkan tata. Tapi jangan gusur kami,” katanya.

Pada pemberitaan POSMETRO, sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal mengatakan, penertiban yang dilakukan adalah penertiban rutin. Nantinya, dilakukan penertiban besar-besaran untuk memindahkan semua pedagang yang ada di jalan Sandang Pangan ke dalam.

Saat ini, kata Endrizal, Dinas Perdagangan telah menyediakan tempat penampungan. Sebanyak 150 orang di bangunan bagonjong bergabung dengan pedagang lauk kariang, 300 orang ditempatkan di basement Blok 2. Kemudian sekitar 20 orang di Blok III lantai 1.

Nantinya, jalan Sandang Pangan akan diaktifkan lagi untuk jalur angkot oleh Dinas Perhubungan. Yang ada berjualan di kanopi jalan Sandang Pangan adalah pedagang buah.Tujuannya, untuk memperindah lokasi itu. “Kalau kita tidak tegas, maka tak akan selesai persoalan pasar ini. Semuanya akan semraut terus,” sebut Endrizal. (ade)

Editor:
KOMENTAR

1 Komentar

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional