Close

Ratusan Orang jadi Korban, Polda Sumbar Segera Gelar Perkara Kasus Invetasi Bodong

Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Kabid Humas Polda Sumbar.

PADANG, METRO–Direktorat Reserse Kri­minal Umum (Ditres­kri­mum) Polda Sumatra Barat (Sumbar) segera mela­kukan gelar perkara dalam kasus dugaan investasi bodong berkedok penge­lolaan mukena dan selen­dang. Dalam kasus ini se­tidaknya terdapat ratusan korban yang mengalami kerugian.

Kabid Humas Polda Sum­bar, Kombes Pol Ste­fa­nus Satake Bayu Setianto mengatakan, gelar perkara dilakukan guna memas­tikan apakah kasus ini bisa naik ke penyidikan atau tidak. Begitupun, nantinya dapat ditetapkan tersang­ka.

“Minggu depan akan kami lakukan gelar per­kara. Gelar perkara dila­kukan untuk menaikkan sta­tus penanganan per­kara dugaan investasi bo­dong tersebut. Hingga saat ini, penyidik telah me­me­riksa sejumlah saksi, baik dari pihak pelapor maupun terlapor,” ungkap Kombes Pol Satake Bayu, Kamis (7/10).

Beberapa waktu lalu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumbar, Kom­bes Pol Imam Kabut mem­benarkan pihaknya te­ngah memeriksa terla­por setelah dilakukan pe­me­riksaan terhadap pa­ra korban investasi diduga bodong dengan modus pengelolaan mukena dan selendang tersebut.

 “Terlapor berinisial RY dijadwalkan diperiksa pe­nyi­dik pada Senin (20/9). RY memenuhi panggilan pe­nyi­dik dan datang ke Ma­polda Sumbar sekitar pukul 11.30 WIB. Proses penye­lidikan dalam kasus ini te­rus berlanjut. Kami terus melengkapi beberapa alat bukti dalam proses penye­lidi­kan,” katanya

Sebelumnya, pasca­mem­­buat laporan, sejum­lah korban dugaan inves­tasi bodong menjalani pe­m­eriksaan sebagai saksi di Direktorat Reserse Kri­minal Umum (Ditres­kri­mum) Polda Sumbar, Senin (13/9). Diketahui, modus investasi itu berupa penge­lolaan mukena dan selen­dang dengan iming-iming keuntungan 20-40 persen.

Kuasa hukum korban investasi bodong, M Nur Idris, membenarkan se­jumlah korban diminta ke­te­rangan sebagai saksi untuk mendukung laporan polisi 28 Agustus 2021 lalu. Kepada penyidik, korban menyampaikan kronologi proses investasi hingga kerugian yang dialaminya, akibat imimg-iming ter­lapor berinisial RY dan dua orang pembantunya ber­inisial WH dan WR.

“Tadi kami dampingi terlapor dan korban untuk diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polda terkait investasi bodong. Namun untuk hasil pemeriksaan dan perkembangan kasus tidak dapat kami sam­pai­kan. Silahkan nanti dikon­firmasikan kepada penyidik Polda Sumbar,” ujar M Nur Idris usai mendampingi pelapor di Polda Sumbar.

Menurut M Nur Idris, korban yang diperiksa ber­jumlah empat orang. Me­reka yang diperiksa se­bagai saksi rata alami ke­rugian dua juta sampai ratu­san juta, karena tidak ada lagi diberikan ke­un­tungan bagi hasil termasuk pengembalian modal.

“Setelah ditelusuri, ter­nyata pengelolaan mukena dan selendang yang di­iming-iming terlapor itu ternyata fiktif. Para korban kerugiannya beragam dan ada yang sampai ratusan juta,” ungkap M Nur Idris.

Dijelaskannya, awal­nya para korban tergiur dengan penawaran inves­tasi mukena dan selen­dang. Modusnya pengelola menawarkan investasi de­ngan iming-iming keun­tungan 20-40 persen de­ngan mem­perli­hat photo-photo penge­lolaan dan pengiriman mukena ke Malaysia dan toko-toko di pasar Sumbar.

“Ternyata poto-poto itu adalah diambil dari google yang di-screenshot dan poto mukena dari toko-toko lain yang seolah-olah pu­nya RY,” terang M Nur Idris. (rgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top