Menu

Ratusan Nakes di Kabupaten Sijun­jung Belum Terima Insentif, Kadinkes: Sudah di BKAD dan segera Dibayarkan

  Dibaca : 80 kali
Ratusan Nakes di Kabupaten Sijun­jung Belum Terima Insentif, Kadinkes: Sudah di BKAD dan segera Dibayarkan
TEST SWAB—Tenaga kesehatan di Sijunjung melakukan tes swab hasil tracking untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

SIJUNJUNG, METRO–Insentif tenaga kesehatan (Nakes) di Kabupaten Sijun­jung akan segera dibayarkan. Proses pencairan insentif itu kini sudah sampai di badan keuangan aset daerah (BKAD) dan dalam waktu dekat pro­ses pencairan insentif dari bulan Januari hingga Juni akan dibayarkan kepada ratusan tenaga kesehatan (Nakes) yang berperan dalam pena­nganan Covid-19 di Sijunjung.

Hal itu disampaikan K­e­pala Dinas Kesehatan Kab­u­paten Sijunjung, drg Ez­wan­dra Msc. Proses pencairan insentif tenaga kesehatan sempat  terkendala karena sistim dan regulasi tentang penggunaan dana Covid-19 yang berasal dari refocusing APBD Sijunjung.

“Dalam prosesnya kita sudah meminta masukan dan pendampingan kepada pe­nga­cara negara terkait regu­lasi dan aturannya. Dan kepu­tusan itu keluar pada bulan Mei kemarin. Pembayaran insentif itu harus diverifikasi oleh tim verifikator sesuai tugas dan fungsi dari Nakes itu sendiri,” tutur Ezwandra, Selasa (6/7).

Insentif Nakes tersebut bersumber dari APBD Sijun­jung yang sudah di refocusing. “Kalau tahun sebelumnya insentif Nakes dibayarkan oleh APBN dari Kementrian. Pada tahun ini pembayaran melalui APBD setelah refocusing, bukan di APBD awal, karena jika di awal tentu saja pembahasan dilakukan pada tahun sebelumnya,” terang Ezwandra.

Pembayaran insentif Na­kes tersebut berdasarkan kesanggupan APBD itu sen­diri. “Disesuaikan dengan kondisi APBD. Jika sebelum­nya pembayaran intensif Na­kes yang dari kementrian berdasarkan tenaga keseh­a­tan yang terdaftar saja, na­mun dengan sistim sekarang ini semua Nakes yang berpe­ran akan diberikan insentif sesuai dengan fungsinya ma­sing-masing. Dan itu dilihat oleh tim verifikator,” sebut Ezwandra.

Standar pembayaran in­sen­tif akan mengacu kepada standar biaya yang telah tertuang pada peraturan bu­pati. “Standar biayanya me­ngacu kepada Perbup yang sudah dibuat. Karena ini me­nyangkut anggaran Covid-19 kita jadi harus hati-hati. Kita akan naikan TS nya kepada bupati, setelah itu akan segera dibayarkan,” papar drg.Ez­wandra.

Menyangkut tahapan pro­ses tersebut, Ezwandra me­ngaku telah memberikan pe­mahaman kepada jajaran atas prosedur pembayaran instensif. “Semua tenaga kesehatan kita belum diba­yar­kan intensifnya, baik itu yang di dinas kesehatan mau­pun yang di Puskesmas, dan itu telah kita sampaikan ter­kait mekanismenya. Insya­Allah dalam waktu dekat akan dibayarkan,” tambahnya. (ndo)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional