Close

Ratusan Mahasiswa Demo KPU Sumbar, Tuntut Demokrasi Jurdil

DEMO— Mahasiwa unjuk rasa KAMMI sedang berorasi di depan kantor KPU Sumbar, Rabu (22/5) siang. Mereka menyuarakan aspirasi terhadap demokrasi Indonesia saat ini yang dianggap tidak berjalan baik. (heru chandriko/posmetro)

PADANG, METRO – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumbar berunjuk rasa di depan Kantor KPU Sumbar di Jalan Pramuka, Rabu (22/5). Mereka melakukan aksi jalan kaki sembari membaca surat Yasin dengan cara duduk bersama di jalan tepatnya didepan kantor KPU Sumbar.

Para demonstran juga menyampaikan pendapat melalui orasi, membaca ayat kursi secara bersama-sama, teatrikal puisi, serta puncaknya berdiskusi dengan komisioner KPU. Di akhir aksi, meneyerahkan bendera berwarna kuning sebagai tanda kekecewaan mahasiswa dan ditutup dengan doa bersama.

Meskipun curah hujan cukup deras, namun antusias mahasiwa yang tergabung dalam KAMMI tidak menyurutkan niatnya untuk menyuarakan aspirasi terhadap keadaan politik yang melanda Indonesia. Nandia, anggota KAMMI mengatakan di Indonesia sekarang tidak dalam kondisi yang kondusif. Negara Indonesia berduka.

”Suara yang kami teriakkan ini adalah suara rakyat yang menangis merintih. Jangan curangi lagi rakyat, kita harus lawan,” katanya.

Melihat antusias mahasiswa tersebut, perwakilan KPU Sumbar menghampiri mahasiswa tersebut. Di antaranya tiga Komisioner KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani, Gebril Daulay, dan Izwaryani. Mereka meminta 10 perwakilan, namun hal tersebut tidak diterima oleh pengunjuk rasa. Karena mereka ingin perwakilan KPU Sumbar tersebut hadir di tengah-tengah mereka.

Dilanjutkan Nandia, mahasiwi berhijab hitam berkacamata dengan baju muslimah abu-abu dengan tas hitam yang disandangnya sempat menyita perhatian. Pasalnya, aksinya untuk bersuara menjadi berbeda karena selama ini tak banyak wanita yang berani bersuara sembari bercucuran air mata.

“Kami ingin keadilan, negara ini berduka, negara ini dalam keadaan tidak baik,” lirihnya.

Tak hanya itu, pada orasi lainnya, Anggi Pradana Wiranata yang mebacakan maklumat KAMMI Padang mengungkapkan Pemilu adalah simbol kedaulatan rakyat, namun harapan terselenggaranya pemilu yang adil, jujur transparan berwibawa dan penuh sportifitas pupus begitu saja.

“Pemilu ini dirusak, pemilu menjadi pesta yang memuakkan karena rakyat terjebak pada permainan politik politisi. Sehingga kedaulatan rakyat dikebiri. Terhadap kedua kubu pasangan calon kami sangat kecewa karena elit-elit yang jelas mencedirai demokrasi. Kematian KPPS seolah0olah menjadi misteri yang tak ada kejelasan,” tegasnya.

Maka dari itu, KAMMI Sumbar sebagai “oposisi” paling setia pada pemerintah menuntut agar KPU meberikan penjelasan dan seperti apa pertangung jawaban yang sebenarnya terkait meninggal dunianya ratusan KPPS tersebut.

“KAMMI akan bersikap tegas bahwa akan terus menjadi oposisi paling setia kepada pemerintah saat ini dan pemerintah yang akan berkuasa berikutnya. KAMMI menegaskan sikap tidak percaya kepada pemerintah dalam penegakan hukum dalam kehidupan terkhusus dalam hal memelihara hidup berdemokrasi,” pungkasnya.

Kemudian, KAMMI juga turut mengapresiasi KPU Sumbar sebagai penyelenggara pemilu. Namun mereka juga sangat kecewa dengan KPU dan Bawasalu sebagai penyelenggara karena masih saja meloloskan kecurangan-kecurangan yang terjadi pada Pemilu.

“KAMMI juga menegaskan bahwa sangat kecewa dengan unsur Capres dan Cawapres, caleg yang sepanjang pemilu telah mencederai dengan kecurang-kecurangan yang jelas-jelas merusak pemilu,” katanya.

Komisioner KPU Sumbar Izwaryani yang pada aksi tersebut dititipkan bendera berwarna kuning sebagai lambang kekecewaan mengatakan bahwa ia sangat setuju dengan sikap anak muda yang siap membela, mengawal dan mengawasi kinerja pemerintah.

“Itu sikap yang tepat, kinerja pemerintah perlu dikawal, terkait kecurangan dan ketidak percayaan mari kita bersama-sama mengawal untuk memberikan pembuktian untuk masyarakat semoga demokrasi ini berjalan dengan baik demi menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila,” kata Izwaryani.

Ditambahkan Izwaryani, Terkait KPPS yang meninggal dunia KPU telah mempersiapkan santunan untuk keluarga yanga akan diserahkan untuk keluarga yang ditinggal. Kepada mahasiswa mari kita jaga silaturrahmi dan komunikasi yang baik.

“Pihak dari KPU sudah menyiapkan santunan kepada keluarga yang mendapat musibah,” ujarnya. (heu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top