Menu

Ratusan Kios di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran, Pemko Siapkan Tempat Penampungan

  Dibaca : 121 kali
Ratusan Kios di Pasar Bawah, Kota Bukittinggi Terbakar, Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran, Pemko Siapkan Tempat Penampungan
KEBAKARAN— Pasar Bawah Kota Bukittinggi dilanda kebakaran pada Sabtu dini hari (11/9).

BUKITTINGGI,METRO–Kebakaran melanda Pasar Ba­wah Kota Bukittinggi, Sabtu dini hari (11/9)  sekitar pukul 02.30 WIB. Meski musibah itu tidak ada korban jiwa, namun 300 kios milik peda­gang ludes dilahap si jago merah dan bahkan menimbulkan kerugian mencapai Rp 2 miliar.

Saat kebakaran terjadi, banyak juga pemilik kios yang berdatangan ke lokasi dengan maksud menyelamatkan barang-barang dagangannya. Te­tapi, api dengan cepatnya membesar lantaran seba­gian besar lapak terbuat dari kayu. Saking besarnya api, delapan unit mobil pemadam milik Pemko Bu­kit­tinggi tak mampu me­madamkannya.

Damkar Bukittinggi pun meminta bantuan kepada daerah-daerah lain. 12 unit mobil pemadam dari ber­bagai daerah pun tiba di lokasi untuk membantu mem­percepat pema­da­man agar api tidak menye­bar ke seluruh bangunan yang ada di pasar tradisio­nal tersebut. Sekitar pukul 05.00 WIB, api pun berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Pema­dam Kebakaran (Damkar) Bukittinggi, Martius me­nga­takan, pihaknya men­da­patkan informasi dari Kadis Pasar, ada 300 lapak yang terbakar. Bangunan los yang terbakar itu terdiri atas los kelapa, ayam, dan rempah-rempah yang ra­ta-rata terbuat dari kayu mem­buat api dengan mu­dah menjalar.

“Kita mendapatkan in­for­masi tentang keba­karan itu dari masyarakat pada pukul 02.05 WIB. Kita lang­sung mengerahkan per­sonel dan delapan mobil pemadam kebakaran. Tapi, setibanya di lokasi, api sudah membesar,” ung­kap Martius.

Dijelaskan Martius, awal­­nya, ada delapan unit ken­daraan Damkar Bukit­tinggi yang dikerahkan. Namun, api sulit untuk dikendalikan sehingga Dam­­kar Bukittinggi pun me­­minta bantuan dari Dam­­­kar kabupaten/kota lain­­nya di Sumbar, sehing­ga api berhasil dipadam­kan setelah subuh.

“Bantuan dari luar Bu­kit­tinggi tersebut yaitu, satu unit dari Damkar Ka­bu­­paten Limapuluh Kota, satu unit dari Damkar Kota Payakumbuh, satu unit dari Damkar Kota Pariaman. Dua unit dari Damkar Ka­bu­paten Padang Pariaman, satu unit dari Damkar Kota Solok, satu unit dari Dam­kar Kabupaten Tanah Da­tar, dua unit dari Damkar Kota Padang Panjang, dan tiga unit dari Damkar Kabu­paten Agam,” ungkap Mar­tius.

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Kabid Humas Polda Sum­­bar, Kombes Pol Ste­fanus Satake Bayu Setianto mengatakan, kasus keba­karan ini sementara masih ditangani Polres Bukit­tinggi dan penyelidikan masih terus dilakukan untuk meng­­ungkap penyebab pasti kebakaran Pasar Ba­wah tersebut.

“Kita juga segera ber­koordinasi dengan Tim La­boratorium Forensik (Lab­for) Mabes Polri cabang Medan, Sumatra Utara dalam melakukan penyeli­dikan. Nanti untuk menen­tukan penyebab muncul­nya api, kami minta tolong dengan Labfor Medan,” kata Kombes Pol Satake Bayu.

Sementara, Kapolres Bukittinggi, AKBP Dodi Pra­wiranegara pihaknya belum bisa memastikan penyebab awal mula api. Kasus kebakaran ini masih dalam penyelidikan.

“Kami masih melaku­kan penyelidikan asal usul api. Ini masih dalam penye­lidikan. Lapak pedagang yang terbakar berukuran sekitar 50×30 meter per­segi. Kerugian dalam ke­bakaran tersebut ditaksir mencapai Rp2 mi­liar, de­ngan rincian kerugian ba­ngu­nan sekitar Rp1 miliar dan lapak-lapak Rp1 mi­liar,” ungkapnya.

Pemko Carikan Tempat Penampungan Sementara

Kebakaran sebagian los di Pasar Bawah, ten­tunya meninggalkan duka mendalam bagi ratusan pedagang, karena harus kehilangan kios dan barang dagangannya. Namun, Pem­ko Bukittinggi langsung gerak cepat, untuk segera mencari tempat penem­patan sementara pe­da­gang yang terdampak dari musibah ini.

Plt Kepala Dinas Kope­rasi UKM dan Perdagangan Bukittinggi, Isra Yonza, menjelaskan, diperkirakan, kebakaran hebat itu ber­dam­pak pada 300 peda­gang. Hal ini didasarkan pada banyaknya pedagang harian yang biasanya ber­jualan di lokasi tersebut.

“Informasi sementara, kebakaran menghangus­kan los maco, los telor, jalur penghubung, jalur hijau, gerbong satu dan gerbong dua. Dimana lokasi itu, di­perkirakan ditempati oleh 300 pedagang. Jadi kita hitung bukan berapa kios­nya, tapi berapa peda­gang­nya, karena ada peda­gang harian juga disana,” ujar Isra Yonza.

Isra Yonza menje­las­kan, saat ini pihaknya ma­sih terus melakukan pen­dataan terhadap jumlah pedagang yang terdampak musibah kebakaran. Selain itu, pihaknya akan berko­mu­nikasi dengan peda­gang yang terdampak ter­kait lokasi yang memung­kinkan.

 “Mudah-mudahan ada lokasi yang memang nya­man bagi pedagang tapi tidak mengganggu juga pe­nataan pasar secara keseluruhan. Untuk upaya sementara, Pemko Bukit­tinggi menyerahkan sepe­nuh­nya penyelidikan soal pen­yebab kebakaran ke­pada polisi,” pungkasnya.

Wako Minta Pem­bangu­nan Dimulai Hari ini

Pemerintah Kota (Pem­ko) Bukittinggi akan segera membangun kem­bali Pa­sar Bawah yang ter­bakar pada Sabtu (11/9/2021). Bahkan, hari ini, Minggu (12/9) pemko ber­sama para pedagang te­ngah melak­sanakan gotong royong (goro) bersama.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar meminta dan menginstruksikan, agar para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait mem­­percepat recovery pas­­ca-musibah. Bahkan, pihaknya bersama pada peda­gang bergerak cepat melaksanakan gotong ro­yong (goro) untuk pember­sihan.

“OPD terkait segera ambil peran dan besinergi untuk mempercepat recovery. Kita targetkan goro selesai hari ini, dan besok, Senin (13/9) proses pem­bangunan segera dimulai,” ujar Erman Safar, Minggu (12/9).

Sementara itu, Plt Asis­ten I Setdako sekaligus Plt Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Bukit­tinggi, Isra Yonza menye­but­kan, pelaksanaan goro kali ini mengamankan ba­rang-barang pedagang kor­ban dari pihak-pihak yang tidak berhak atau tidak berkepentingan.

“Kita meminta agar para pedagang memilah kembali dan menga­man­kan barang-barang yang dirasa masih bisa diman­faat­kan dengan bantuan apa­rat. Kita jaga dan aman­kan barang-barang peda­gang dari pihak yang tidak berhak atau berke­pen­tingan, selain itu kita kum­pulkan seluruh seng di satu tempat yang nantinya akan dijadikan pagar pem­ba­tas,” ujarnya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional