Menu

Ratusan Ekor Sapi Kurban di Kandang Agen Kota Padang, tak Layak Sembelih

  Dibaca : 284 kali
Ratusan Ekor Sapi Kurban di Kandang Agen Kota Padang, tak Layak Sembelih
CEK KESEHATAN SAPI KURBAN— Kepala Dinas Pertanian Padang, Syahrial Kamat saat melakukan pemeriksaan kesehatan sapi-sapi untuk kurban di peternakan sapi di Sawah Liek, Simpang Tinju, Sabtu (17/7).

SAWAH LIEK, METRO–Dinas Pertanian Kota Padang telah  melakukan pemeriksaan di kandang penampungan milik sejumlah pedagang sapi kurban di Kota Padang. Dari puluhan kandang yang diperiksa, terdapat ratusan ekor sapi yang belum layak sembelih untuk kurban, karena menderita sakit, belum cukup umur, sapi betina serta cacat.

“Sejak sudah mela­ku­kan serangkaian peme­riksaan. Ada sekitar 2.000 ekor lebih sapi yang dipe­riksa dari 42 kandang yang ada di 9 kecamatan. Dari hasil pemeriksaan itu kita temukan ada ratusan sapi yang tak layak sembelih untuk kurban,” sebut Ke­pala Dinas Pertanian Kota Pa­dang, Syahrial Kamat di­dam­pingi Kabid Ke­seha­tan Hewan dan Kesmaves (Ke­sehatan Masyararakat Ve­teriner), drh. Sovia saat me­lakukan pemeriksaan ter­akhir di kandang sapi yang ada di sekitar Sawah Liek, Simpang Tinju, Sabtu (17/7).

Pada saat pemerik­­sa­an, petugas memberi sti­ker pada leher sapi yang sehat. Sementara pada sapi yang masih di bawah umur, diminta untuk tidak dijual untuk kurban. Begitu juga dengan sapi berjenis kelamin betina atau cacat. Tidak diizinkan untuk dikur­bankan.

Sementara terhadap sapi yang sakit, pihaknya meminta pemilik sapi untuk merawatnya dulu sampai sembuh. Baru nanti  boleh diperdagangkan.

Namun ia mengakui, sejauh ini, belum menemui adanya sapi yang mende­rita sakit yang serius seper­ti antraks. Sapi sakit yang dite­mui cuma mencret se­hing­ga kurang nafsu makan.

“Alhamdulillah sampai sekarang tak ada kita te­mui ada sapi yang men­derita penyakit berbahaya. Yang kita temui cuma men­cret,” tandasnya.

Kepada seluruh pe­ngurus mushalla dan mas­jid yang akan melakukan penyembelihan agar mela­kukannnya dengan benar sehingga menghasilkan daging yang asuh. Sebe­lumnya, semua pengurus masjid dan mu­shalla sudah dilatih dan diberi bim­bi­ngan teknis soal penyem­belihan ini.

Selain itu sesuai aturan Pemberlakuan Pem­bata­san Kegiatan Masyarakat (PP­KM) darurat, daging sapi kurban, kata Syahrial Ka­mat agar diantarkan lang­sung oleh panitia ke­pada masyarakat, sehingga tak ada kerumunan.

Sementara itu, pemilik kandang, Irfan menga­ta­kan, semua sapi sapi yang ada dikandangnya telah ada pemiliknya kare­na telah dibeli duluan. Pe­ngantaran baru dilakukan pada saat hari raya. Untuk sapi yang sakit, akan dira­wat dulu sampai sembuh.

Sampai saat ini, kata Irfan, satu ekor sapi dijual dengan harga Rp14 juta hingga Rp16 juta. Harga tergantung berat badan. Sapi yang tersedia adalah sapi dari NTB, Bali dan Pesisir Selatan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional