Menu

Rapid Test Masih Dibutuhkan

  Dibaca : 376 kali
Rapid Test Masih Dibutuhkan
RAPID TEST—Terlihat saat kegiatan rapid test massal yang digelar oleh pihak Badan Intelijen Nasional (BIN) beberapa waktu lalu.

JAKARTA, METRO
Praktisi kesehatan dr Christian Silman mengatakan bahwa pelaksanaan rapid test atau tes cepat secara massal untuk melacak penyebaran penyakit menular Covid-19 masih dibutuhkan. Menurutnya, walaupun validasi kondisi pasien terhadap Covid-19 hanya bisa dihasilkan dari tes PCR, rapid test tetap penting dan harus dilakukan paling awal.

“Rapid test masih dibutuhkan karena Rapid test sangat membantu screening masyarakat terutama di daerah- daerah yang belum bisa melakukan tes PCR secara masif,” kata Christian, di Jakarta.

Christian menjelaskan, ada tiga alasan kenapa rapid test tetap harus dilakukan. Pertama, meski sudah banyak mesin PCR, tetap terbatas. “Jadi tidak mungkin dan tidak direkomendasikan seluruh penduduk di Indonesia dilakukan uji swab dengan mesin-mesin PCR,” ujarnya.

Kedua, jelas dia, untuk mengetahui prevalensi sebagai basis data epidemiologi seberapa banyak orang di Indonesia yang telah dan sedang terkena Covid-19. Ketiga, untuk menekan beban biaya sistem kesehatan. “Rapid test dengan hasil yang positiflah yang akan dilanjutkan ke tes PCR sebagai konfirmasi,” terangnya.

Ia juga menegaskan bahwa rapid test tidak berbahaya jika dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih. “Jangan salah paham, rapid test, apabila dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih, dan menggunakan standar operasional yang diyakini oleh tenaga medis, tidak berbahaya. Justru, akan membantu diri kita, orang lain, dan pemerintah,” jelasnya.

Wakil Ketua Komite Kadin Indonesia Anton Adam Nangoy menambahkan, produk-produk alat rapid test harus memenuhi standar validasi Litbangkes dan nomor izin edar alat kesehatan (alkes) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Jika produknya berkualitas sesuai rekomendasi dan dalam kondisi baik saat pengadaan, maka efektifitas hasil tes akan terjamin dan akurat.

“Pengadaan dan peredaran produk rapid test harus yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Ini penting sekali untuk mencegah peredaran alat rapid test black market yang belum tentu memiliki standar dan izin edar dari Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.(mg7/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional