Menu

”Rapek ka Rapek Juo Baru”, Afriadi: Pendataan belum Valid di Kecamatan

  Dibaca : 576 kali
”Rapek ka Rapek Juo Baru”, Afriadi: Pendataan belum Valid di Kecamatan
Ilustrasi

AIAPACAH, METRO
Hingga saat ini, Pemko Padang belum juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19. Padahal masyarakat sangat berharap bantuan itu bisa segera diterima, mengingat kehidupan sudah kian sulit.

Diantara masyarakat tersebut ada yang tidak bekerja lagi seperti biasa, sehingga tidak memikili uang lagi untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Saya sudah dirumahkan, tidak bisa bekerja lagi. Dengan apa lagi mau dimakan. Semoga bantuan pemerintah cepat turun,” sebut Lisa, salah seorang warga Kuranji, Rabu (15/4).

Harapan yang sama juga disampaikan Momon (40), pekerja swasta yang merupakan warga Purus ini. Menurutnya, Pemko Padang terlalu lambat merespon penderitaan rakyat. Buktinya sampai saat ini Pemko masih disibukan dengan berbagai rapat. Sementara bantuan tak juga turun.

“Rapek ka rapek juo baru. Lah bauban abuk kami dek manunggu bantuan terlalu lamo,” sebut Momon.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Medi Iswandi mengungkapkan, jumlah penerima bantuan Covid-19 di Kota Padang sebanyak 133.760 kepala keluarga (KK). Masing-masing KK akan mendapatkan bantuan uang sebanyak Rp200 ribu per bulan.

“Sekarang kita masih menunggu jawaban KPK tentang metode yang dilakukan Pemko Padang apakah sudah benar,” sebut Medi.

Ia menjelaskan, jumlah penerima bantuan Covid-19 di Padang berjumlah sebanyak 133.760 KK. Mereka terbagi atas tiga kelompok. Sebanyak 28.109 KK dibantu dengan dana APBN, sebanyak 40.245 KK dibantu dari APBD Propinsi dan 65.406 dari APBD Kota Padang. Masing masing KK mendapatkan jumlah yang sama, yakni sebesar Rp200 ribu per bulan.

Ia menambahkan, agar tak menimbulkan masalah pada masyarakat, bantuan akan dibagikan bersamaan dengan bantuan dari pemerintah propinsi. Terkait kapan waktu pastinya, Medi mengaku masih belum mengetahui. “Nanti kita coba koordinasi lagi dengan propinsi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi mengatakan, alasan kenapa belum didistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19 adalah pendataan yang belum valid di setiap Kecamatan, sehingga masih butuh waktu untuk memastikan.

Ia mengungkapkan, data penerima bantuan tersebut terdiri dari dua data. Pertama Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan data non DTKS. Untuk masyarakat yang masuk DTKS, bantuan tersebut berasal dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

“Sementara untuk masyarakat yang masuk data non DTKS berasal dari Pemko Padang. Dan jumlah data tersebut masih kita tunggu kepastiannya,” ucapnya.

Ia mengatakan, bantuan yang akan dibagikan kepada masyarakat berupa uang dengan nilai Rp200 ribu yang akan dibayarkan selama tiga bulan. Untuk mekanisme pendistribusian bantuan yaitu uang akan masuk ke rekening khusus Dinsos Kota Padang. Kemudian, Dinsos Kota Padang meminta rekening setiap Kelurahan untuk ditransfer di kelurahan.

“Setelah itu, Lurah akan membagikan langsung ke setiap RT dan mereka akan membagikan secara tunai kepada masyarakat dengan mekanisme by name by address dan setiap masyarakat yang telah mengambil akan menandatangani absen,” ungkapnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Padang, Donal Ardi meminta kepada Pemko Padang untuk berjelas-jelas dalam bantuan yang akan diberikan pada warga yang terdampak Covid-19. Selain itu, ia berharap Pemko memberitahu, berapa jenis bantuan yang akan didistribusikan ke masyarakat.

Contoh terang Donal, bantuan beras 9 kg per jiwa belum clear pelaksanaannya, sekarang muncul lagi Rp200 ribu per jiwa akan dibagi. Ini kan membuat warga bingung. “Kita berharap pendistribusian bantuan pasti,” ujarnya.

Kemudian terang Donal, dalam penyaluran bantuan, Pemko harus jelaskan mekanismenya. Apakah melalui kelurahan, RW, RT atau langsung door to door. Jangan sampai sembako yang akan disebar menjadi polemik pula.

Lalu ungkap Donal, kepada Pemko Padang diminta segera menyerahkan bantuan pada warga. Jangan rapat-rapat juga lagi, sebab warga sudah lapar. “Kenapa belum juga ada realisasi ke warga? Jika timnya sudah ada, sebarkan saja lagi, jangan ditunda-tunda,” ucapnya. (tin/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional