Menu

Rapat Paripurna HUT Kabupaten Pasaman ke-75, Wujudkan Pasaman yang Sejahtera, Agamis dan Berbudaya

  Dibaca : 179 kali
Rapat Paripurna HUT Kabupaten Pasaman ke-75, Wujudkan Pasaman yang Sejahtera, Agamis dan Berbudaya
Bupati Pasaman Yusuf Lubis, Wakil Bupati Atos Pratama, Ketua DPRD Pasaman Bustomi dan Forkopimda Pasaman foto bersama usai rapat paripurna di HUT Pasaman.

MEMPERINGATI Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pasaman ke-75 tahun 2020, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman menggelar rapat paripurna ke 24. Rapat paripurna tersebut berjalan sukses, lancar dan penuh khidmat di Gedung DPRD setempat, Kamis (8/10). Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Ketua DPRD Pasaman, Bustomi didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Danni Ismaya dan Yasri. Rapat Paripurna tersebut dihadiri langsung oleh perwakilan Gubernur Sumatera Barat, Bupati Pasaman H. Yusuf Lubis beserta Wakil Bupati Pasaman H. Atos Pratama, unsur Forkopimda Pasaman, Kepala OPD, Asisten dan staf ahli.

Bupati Pasaman, H. Yusuf Lubis dalam sambutannya mengatakan, Rapat paripurna dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Pasaman ke-75 hari ini sebagai wujud penghargaan dan kepedulian kita untuk kabupaten pasaman yang lebih baik. Selain itu, peringatan hari jadi kabupaten pasaman tahun 2020 yang kita laksanakan ini adalah terakhir masa kepemimpinan kami Yusuf Lubis – Atos Pratama di daerah ini.

Selama periode 2016 – 2021 berbagai capaian dan yang telah diraih dalam membangun kabupaten pasaman. Usai dilantik pada tanggal 17 Februari 2016, kami Yusuf Lubis dan Atos Pratama, langsung merumuskan dan menetapkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) Daerah bersama DPRD melalui Perda Nomor 10 tahun 2016 dan telah dilakukan revisi atau perubahan dengan ditertibkannya peraturan daerah Nomor 13 tahun 2018. Dalam isi RPJMD itu kita ingin mewujudkan visi kita yakni, “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Pasaman yang sejahtera, agamis dan berbudaya”, yang didukung oleh 6 misi. Berdasarkan visi dan misi tersebut, kita juga telah menetapkan sasaran beserta indikatornya secara terukur sebagai target yang harus kita capai nantinya.

Pada bidang keagamaan, sasaran kita adalah peningkatan anak usia sekolah (SD/MI, SLT/MTs) yang melek huruf Al-Qur’an. Sesuai target yang kita rencanakan sebesar 96% pada tahun 2020, Alhamdulillah berdasarkan hasil penghitungan kita telah tercapai 96,7%. “Capaian ini diperoleh melalui kebijakan pelaksanaan program tahfiz qur’an pada jenjang pendidikan SD/MI, dan SMP/MTs se Kabupaten Pasaman,” ucapnya.

Selanjutnya, pada misi keagamaan ini, kita juga telah menyelesaikan pembangunan Islamic Centre di Lubuksikaping yang akan digunakan sebagai wadah, sarana dan pusat kegiatan serta kajian agama Islam yang akan terus kita manfaatkan dalam mengemakan syiar Islam di Pasaman. “Insya Allah hari ini kita resmikan sekaligus kita manfaatkan sebagai pusat lokasi penyelenggaraan MTQ Tingkat Kabupaten Pasaman tahun 2020,” terang Bupati.

Lebih lanjut kata Bupati, pada Indikator pendidikan, sasaran kita yang pertama adalah, peningkatan partisipasi sekolah. “Angka partisipasi sekolah tahun 2019 kita targetkan sebesar 64 parsen untuk PAUD, 94,81 % untuk SD/MI, 89,32% SMP/MTS, 87% APS PAUD, 100,2% APS SD/MI, dan 87,4% untuk APS SMP/MTS.

Kedua, angka rata-rata lama sekolah yang kita targetkan 7,80 parsen, dan tahun 2019 telah kita peroleh di angka 7,90. Untuk angka harapan lama sekolah yang kita targetkan tahun 2019 sebesar 12,71 parsen telah dapat kita peroleh 12,80 parsen. Pada Bidang Kesehatan, kita menetapkan indikator sasaran peningkatan angka harapan hidup dengan target 66,8 parsen, pada tahun 2019 dari sebelumnya 66,4 parsen pada tahun 2016 juga telah dapat kita capai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2019 angka harapan hidup masyarakat kabupaten pasaman berada pada angka 66,8 parsen.

“Pada bidang kesehatan, mulai tahun 2019 seluruh masyarakat Pasaman telah kita jamin pelayanan kesehatannya melalui BPJS dengan Universal Health Coverage (UHC) sampai ke open sistem dalam artian bahwa seluruh warga pasaman telah dijamin pelayanan kesehatannya, dan langsung mendapatkan kartu BPJS,” bebernya.

Pada indikator pembangunan manusia (IPM) yang kita targetkan dalam RPJM berada pada angka 65,54 % pada tahun 2019. Dari data BPS, angka IPM Pasaman berada di angka 66,46 %. Ini menunjukkan bahwa realisasi capaian kita lebih baik darinapa yang kita telah targetkan dalam RPJMD. Dalam Indikator penanggulangan kemiskinan, kita telah tetapkan indikator penuruman angka kemiskinan. Setelah sempat naik ke angka 8,14 % tahun 2015, Alhamdulillah secara perlahan tingkat kemiskinan Pasaman turun secara bertahap menjadi 7,65% tahun 2016, 7,41% tahun 2017, dan terakhir 7,21 % tahun 2019 serta kita rencanakan 6,89 parsen tahun 2020.

Selanjutnya kata Bupati, misi ketiga RPJMD kita adalah masalah pertumbuhan ekonomi. “Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi pasaman mengalami perlambatan pada tahun 2016 sebesar 5,07 % jika dibantingkan tahun 2015 sebesar 5,34 %. “Berbagai upaya terus kita lakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah ini. Baik dari sisi investasi, sektor UKM dan percepatan realisasi APBD sehingga tingkat pertumbuhan ekonomi pasaman kembali membaik pada tahun 2017 sebesar 5,09 %, dan tahun 2018 kembali ke angka 5,01 %. Terjadinya fluktuasi tingkat pertumbuhan ekonomi ini juga tidak terlepas dari kondisi ekonomi nasional dan ekonomi global,” ucap Bupati. Indikator sasaran RPJMD kita selanjutnya adalah, tingkat pengangguran terbuka yang kita targetkan pada angka 5,25% tahun 2019, dan 5,05% tahun 2020. “Data BPS tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka Pasaman pada angka 5,21% dengan demikian pada tahun 2019 kita telah mampu merealisasikan pencapaian kita lebih baik dari target yang direncanakan,” ucap dia.

Pada Bidang pertanian, sasaran kita meningkatkan nilai tukar petani. Tahun 2020 kita targetkan diangka 109%. “Sejak tahun 2016, pada tahun 2019 nilai tukar petani baru kita peroleh diangka 95,99%. Kedepan target ini harus terus kita perbaiki sehingga kita dapat mewujudkan hasil komoditi pertanian yang lebih berkualitas dan pemasaran yang lebih baik serta mekanisme pertanian di Pasaman,” harapnya. Sasaran lainnya, kata Yusuf Lubis adalah, peningkatan konektifitas kabupaten pasaman ke daerah tetangga, yaitu kabupaten Padang Lawas Kabupaten Mandahiling Natal (Simpang Dingin ke Simpang Banyak), Bonjol ke Suliki Kab 50 Kota. Target kita tahun 2020 ini, (Simpang Dingin ke Simpang Banyak) kita tuntaskan. “Khusus untuk Bonjol – Suliki, pada tahun 2018 lalu telah dilakukan studi kelayakan. Pada perinsipnya tidak ada permasalahan, namun pada ruas jalan di kabupaten 50 Kota berada pada kawasan cagar alam tentunya membutuhkan proses dan pengkajian yang lebih panjang. “Dengan terbukanya konektivitas ini kita berharap dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat dalam nilai tukar petani terutama pemasaran komoditi pertanian, perikanan, perkebunan yang lebih bersaing dan biaya operasional yang lebih murah, “ kata Yusuf Lubis.

Bupati memaparkan, terkait penyelenggaraan pemerintahan, capaian yang kita raih hingga tahun 2020 ini yakni, penilaian laporan penyelenggaraan pemerintah daerah (LPPD) Kabupaten Pasaman tahun 2018 berada pada peringkat Ke II se Sumatera Barat dengan tingkat kinerja sangat tinggi dan secara Nasional nilai dan ranking kabupaten pasaman terus mengalami peningkatan.

“Evaluasi sistem Akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (SAKIP), berdasarkan evaluasi dari Kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi terhadap pelaksaan di kabupaten pasaman tahun 2019, kita meraih predikat B. Pencapaian ini merupakan yang pertama kali diraih sejak dilakukannya penilaian SAKIP ini tahun 2007 yang lalu. Predikat ini menjadi prestasi yang perlu kita apresiasi atas kinerja dari seluruh SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman,” paparnya.

Opini BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) kabupaten Pasaman dimana selama periode kepemimpinan kami Yusuf Lubis-Atos Pratama, kita mampu untuk tetap meraih dan mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 5 tahun berturut turut.

Lebih lanjut, kata Bupati untuk indikator tingkat kepuasa pelayanan publik kita selama periode 2016-2020 adalah baik, antara lain pada sisi pelayanan administrasi kependudukan, layanan RSUD, dan layanan perizinan. “Tahun ini, pelaksanan penyelenggaraan sistem pemerintahan berbasia elektronik (SPBE), munuju pemerintahan yang lebih baik, efisien, efektif dan terpercaya juga kita optimalkan,” tegasnya.

Bupati juga menambahkan, dengan tahapan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Pasaman tahun 2021, pada kondisi pandemi covid-19 ini tetap berjalan sesuai penjadwalan dan kita targetkan akan dapat kita sepakati dengan DPRD paling lambat bulan November sehingga akan mendukung percepatan pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2021 mendatang, terutama pembangunan insfratruktur untuk dapat kita lakukan proses lelang pada bulan Desember 2020.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Pasaman mengucapkan selamat hari jadi Kabupaten pasamab ke-75, kepada seluruh masyarakat pasaman baik yang berdomisili di daerah ini maupun warga masyarakat kita yang ada di perantauan.

“Mari kita terus berusaha dan berkarya dalam membangun pasaman yang kita cintai ini,” tukasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Bustomi menyebutkan, selama 75 tahun usia Kabupaten Pasaman, banyak sudah pengalaman dan dinamika yang telah kita dilalui. Alhamdulillah, berbagai situasi yang kita hadapi, mampu kita jalani dan dilaksanakan dengan baik.

Sejak 75 tahun yang lalu, Kabupaten Pasaman menapaki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Kabupaten Pasaman merupakan Kabupaten terluas dari 16 Kabupaten/Kota di Propinsi Sumatera Barat yang ada pada saat itu, yakni dengan luas 7.835,4 Km2 atau sekitar 18,55 % dari luas Sumatera Barat yang luasnya 42.229,64 Km2. Setelah pemekaran luas Kabupaten Pasaman menjadi 3.947,63 Km2 yang terdiri dari 12 Kecamatan, 37 Nagari, dan 25 Nagari Persiapan.

Sebagai kabupaten yang heterogen kata Bustomi, dari sisi sosial budaya, kita patut berbangga dan berbahagia, karena dalam kurun waktu 75 Tahun, kita mampu membangun dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan yang kuat, sehingga keaneka-ragaman suku, bahasa dan budaya serta adat istiadat yang ada di Kabupaten Pasaman, yang terikat kuat dalam menjaga keutuhan dan persatuan, menjadi sebuah potensi yang dapat didayagunakan secara optimal, sekaligus sebagai modal dasar kita dalam membangun daerah kita.

Sejalan dengan Visi Kabupaten Pasaman, yaitu “Terwujudnya masyarakat kabupaten pasaman yang sejahtera, agamis dan Berbudaya”.Melalui Peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pasaman ke-75 pihaknya mengajak semua untuk menjadikan moment HUT Pasaman untuk menggugah kesadaran kita semua, sekaligus untuk berintrospeksi, serta merenung, tentang apa yang telah dan akan kita perbuat untuk Kabupaten Pasaman, dengan menelaah berbagai hambatan dan tantangan yang akan kita hadapi kedepan.

“Kedepan ia berharap Kabupaten Pasaman lebih maju dan lebih unggul dari Kabupaten/kota di Sumatera Barat sehingga visi-misi Pemkab Pasaman untuk mensejahterakan masyarakat tercapai,” katanya. (cr6)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional