Menu

Ranperda AKB bakal Disahkan jadi Perda, Warga Kota Padang Diminta Tetap Patuhi Prokes

  Dibaca : 140 kali
Ranperda AKB bakal Disahkan jadi Perda, Warga Kota Padang Diminta Tetap Patuhi Prokes
Wakil Ketua DPRD Padang, Arnedi Yarmen

PADANG, METRO
DPRD Kota Padang akan segera mensahkan Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Ranperda AKB ini merupakan usulan dari Pemko Padang.

“Pengesahan ranperda menjadi perda itu disetujui lewat sidang paripurna istimewa yang akan digelar di kantor DPRD Kota Padang pada Senin (28/12),” ujar Wakil Ketua DPRD Padang, Arnedi Yarmen, Jumat (25/12).

Menurutnya, Perda AKB sangatlah penting, agar kesehatan warga terjamin dan pola hidupnya terarah. “Pada Perda AKB ini, warga diatur menjalankan kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar kesehatan terjamin dan virus tak hinggap pada tubuh masyarakat,” ucap kader PKS ini.

Ia mengatakan, dalam perda tersebut warga diminta untuk memakai masker, jaga jarak, cuci tangan. Ini demi memutus penyebaran virus corona dan meminimalisir jatuhnya korban terpapar Covid-19.

Ia mengimbau kepada warga Padang agar menaati perda tersebut usai disahkan. Jika tak mengikuti dan acuh dengan aturan yang ada, maka sanksi menanti para pelanggar. Warga juga harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) untuk menghindari meluasnya kasus Covid-19.

”Sanksinya beraneka ragam mulai dari sanksi sosial hingga denda dan kurungan penjara,” paparnya.

Selanjutnya terang Arnedi, kepada penegak perda diminta mengawasi warga dalam penerapan perda ini. Agar benar-benar terlaksana dan adanya kesadaran warga untuk menaatinya. Selain itu, pemberian sanksi tegas kepada pelanggar harus diberikan, agar mereka jera dan aturan yang dibuat nampak hasilnya.

Seperti diketahui, Pemprov Sumbar sudah resmi memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), pada Oktober lalu. Kehadiran perda ini untuk pencegahan dan pengendalian Covid 19.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, mengatakan kehadiran peraturan daerah ini dimaksudkan untuk mengatur urusan pemerintahan di daerah dalam penyelenggaraan Adaptasi Kebiasaan Baru. Ini dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19 di kabupaten kota

Mendagri telah menyetujui Perda AKB dengan nomor registrasi 6-124/2020 dan telah menjalani proses administrasi selanjutnya sesuai aturan berlaku. Aturan ini juga sudah diundangkan Sekkab pada Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Barat Tahun 2020 Nomor 6, tambahan Lembaran Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 187.

Dalam Perda Nomor 6 tersebut diatur mengenai sanksi denda dan pidana kurungan. Dengan adanya sanksi tegas yang diatur Perda tersebut masyarakat berharap ke depan penerapan protokol kesehatan akan bisa dijalankan dengan baik dan disiplin. Untuk teknis pelaksanaan penerapan sanksi berdasarkan Perda tersebut, dilakukan oleh Satpol PP Provinsi, pihak kepolisian dan TNI. Nantinya Perda benar-benar dapat menegakkan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Gubernur mengajak pemerintah kabupaten dan kota untuk menyamakan persepsi dan bergerak bersama turun ke masyarakat dalam menyosialisasikan Perda AKB tersebut. Serta menggandeng TNI, Polri, Satpol PP, kejaksaan, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Katanya, Perda tersebut selambat-lambatnya paling harus diterapkan satu bulan terhitung sejak diundangkan pada 30 September. Setelah tahap sosialisasi selesai, maka akan diberlakukan sanksi denda sesuai diatur dalam Perda tersebut.

Dalam Perda AKB diatur penerapan perilaku disiplin pada aktivitas luar rumah dengan melaksanakan protokol kesehatan yang meliputi, cuci tangan menggunakan air dan sabun atau pencuci tangan lainnya, wajib menggunakan masker di luar rumah, menjaga jarak fisik.

Selanjutnya, menerapkan karantina mandiri atau isolasi mandiri selama 14 hari atau sampai dengan keluarnya hasil pemeriksaan kesehatan dari fasilitas kesehatan bagi orang yang berdasarkan hasil pelacakan mempunyai kontak erat dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Kemudian, perda juga mewajibkan pelaku usaha melakukan pembersihan dan disinfeksi tempat, menyediakan fasilitas tempat cuci tangan yang memadai dan mudah diakses, melakukan pengecekan suhu badan bagi seluruh pengunjung yang datang ke tempat usaha. Mewajibkan pengunjung masker, memasang media informasi yang berisi ketentuan menjaga jarak fisik, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir dan pencuci tangan berbasis alkohol.

Kemudian kedisiplinan menggunakan masker. Melakukan pembatasan jarak fisik paling kurang 1 meter, dan mencegah kerumunan orang. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional