Menu

Rano Karno Pulkam: Rupanya Si Doel itu Anak Bonjol, Bukan Anak Betawi

  Dibaca : 7707 kali
Rano Karno Pulkam: Rupanya Si Doel itu Anak Bonjol, Bukan Anak Betawi
LPM beserta pemerintahan kelurahan rawang mengadakan syukuran bersama suksesnya acara manunggal BBGRM tahun 2021 dengan makan bajambah bersama.
Rano Karno menyalami kakak sepupunya, Tiah (77) usai menggelar tahlilan.

Gubernur Banten Rano Karno ketika bersua dengan kakak sepupunya, atau keponakan ayahnya, Tiah (77), di Kampung Jambak, Nagari Ganggo Hilir, Bonjol, Jumat (29/1).

PASAMAN, METRO–Suasana haru warnai kedatangan Gubernur Banten Rano Karno, begitu menginjakkan kaki di tanah leluhurnya, Kampung Jambak, Nagari Ganggo Hilir, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Jumat (29/1). Bersama keluarga besarnya, Rano Karno tiba di Bonjol setelah menginap di Bukittinggi, sekitar pukul 09.30 WIB. Di sini, ia melakukan ziarah kubur ke makam kakeknya.

Suasana pertemuan pria bertahi lalat di bawah bibir ini dengan keluarga di Bonjol, haru dan penuh kebahagiaan. Setelah sekian lama tidak bertemu di kampung halaman, akhirnya hasrat itu tertuntaskan.

Tidak berapa lama berbincang dengan keluarga, Rano Karno yang terkenal dengan sinetron berjudul, “Si Doel Anak Sekolahan” ini, bersama rombongan dan keluarganya langsung melaksanakan tahlilan di Mushalla Tanjung, Kampung Jambak, Kecamatan Bonjol.

Tahlilan juga diikuti oleh masyarakat setempat yang menyambut Rano Karno dengan penuh antusias. Camat Bonjol Mardianto, Wali Nagari Ganggo Hilir Bondan Kusbianto serta sejumlah aparatur pemerintahan juga ikut hadir dalam acara tersebut. “Begitu tiba dari Bukittinggi, beliau bertemu dengan sanak saudaranya lalu menggelar tahlilan di Musholla Tanjung,” ujar Camat Bonjol, Mardianto.

Di masjid ini, pemeran Si Doel Anak Sikolahan itu menyerahkan sejumlah bantuan, berupa sajadah karpet 12 paket, Al Qur’an untuk keperluan tempat ibadah di mushalla itu. “Mohon diterima pak, ini bantuan ala kadarnya,” ujar Gubernur Banten itu singkat.

Selanjutnya, Rano Karno dan kerabat mengunjungi makam Syeik Maulana Said, diteruskan mengunjungi Benteng Tuanku Imam Bonjol. Menuju benteng tak jadi, dia dan keluarganya menaiki puncak benteng di atas ketinggian itu dengan menunggangi sepeda motor yang sudah disiapkan warga.

“Sudah 20 tahun tidak pulang, setelah ayah dan ibu meninggal. Di sini, bisa jumpa dengan nenek, bersama keluarga akak,” ujar Rano ketika menyambangi rumah Tiah (77), satu-satunya kemenakan  ayahnya yang tersisa.

Namun, patut disayangkan Gubernur Banten yang sedang terlilit kasus di KPK ini tidak fasih berbahasa Minang. Hal itu ia akui, ketika bertegur sapa dengan masyarakat yang mengerebutinya. “Pandainya cuma bahasa Indonesia,” canda kader PDI Perjuangan ini.

Kunjungan orang nomor satu di Banten itu, untuk menelusuri silsilah keluarga dari garis keturunan bapaknya, Soekarno M Noer yang merupakan keturunan minangkabau (Bonjol) asli. Namun, kadar ke-minang-an Rano Karno berkurang karena ibunya, Lily Istiarti berdarah Jawa.

Tapi justru berkat pituah sang ibunda jualah yang berharap anak-anaknya pulang kampung, melihat kampung halaman ayah mereka. Soekarno M Noor, meski lahir di Jakarta, tapi di masa kecilnya sempat sempat tinggal di Bonjol, lalu pindah ke Tebing Tinggi di Sumatera Utara, sebelum kembali lagi ke Jakarta.

Namun, niat ibundanya tersebut tidak kesampaian karena dipanggil Tuhan, 6 Desember 2015 lalu. Selain mencari dan menyatukan kembali hubungan dengan keluarga yang lama terpisah, ia juga berencana memugar rumah para leluhurnya di kampung Jambak, Bonjol itu. Kondisi rumah itu, kini sudah mulai rusak karena lama tidak dihuni.

Usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid Raya Tuanku Imam Bonjol, Ganggo Mudik, Rano Karno beserta rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Tuanku Imam Bonjol dan wisata kuliner, mencicipi penganan khas Bonjol, Pasaman. (y)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional