Close

Rampung, Sentra Rendang Padang belum bisa Digunakan, Dian: Masih Butuh Anggaran Rp3 Miliar

KETERANGAN PERS— Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian Dian Fakri memberi keterangan pers terkait pembangunan sentra rendang yang sudah rampung namun belum bisa digunakan.

AIA PACAH, METRO–Pembangunan fisik sentra rendang Kota Padang di Lubukbuaya, Ke­camatan Koto Tangah sudah rampung. Namun hingga kini bangunan itu belum bisa digunakan untuk  merandang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Dian Fakri mengatakan masih butuh anggaran sekitar Rp3 miliar lagi untuk menyiapkan bangunan itu agar bisa digunakan oleh para pelaku usaha rendang memasak rendang.

Dana itu dipergunakan untuk penyediaan alat-alat memasak yang sesuai stan­dar. Sehingga sentra ren­dang Kota Padang bisa men­­da­patkan sertifikat CPPOB (Cara Produksi Pa­ngan Ola­han yang Baik). Ka­rena ser­tifikat itu pen­ting untuk le­galitas para pelaku usaha yang akan memakai sentra rendang nantinya sebagai tempat memasak mereka.

Hal ini juga dalam rangka mempersiapkan semua pelaku usaha pengolahan pangan untuk bisa mendapatkan label sertifikasi halal dari MUI.

“Sesuai aturan terbaru bahwa pada tanggal 17 Oktober 2024 nanti, semua produk makanan yang dijual di supermarket harus memakai label halal. Jika tidak maka bisa diturunkan dari rak-rak penjual. Sentra rendang ini bisa menjadi kuda bagi pelaku usaha yang belum memiliki kelengkapan memasak yang sesuai standar serta dokumen-dokumen yang diperlukan,” kata Dian.

Terkait kebutuhan dana ini, kata Dian, pihaknya akan mengusulkan pada anggaran tambahan  2022 nanti. Sehingga di akhir tahun, pengadaan semua alat-alat memasak itu bisa dilakukan.

Saat ini, kata Dian lagi, ada 42 pelaku usaha randang di kota Padang. Mereka secara bertahap sedang dilatih untuk bisa memanfaatkan sentra rendang sebagai tempat marandang mereka nantinya.

Dengan demikian, me­reka tak perlu lagi menyiapkan segala sarana dan prasarana yang mahal untuk bisa menghasilkan rendang yang berkualitas. Contohnya, adalah alat untuk mengawetkan rendang selama 2 tahun. Harganya sangat mahal hingga Rp500 juta satu unitnya.

“Di sentra rendang kita punya. Mereka bisa pakai itu,” pungkas Dian. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top