Close

Rambu di Simpang Presiden bikin Bingung, Dian: Rekayasanya sudah Sempurna, Tolong Patuhi!

RAMBU-RAMBU— Sejumlah pengendara terlihat bingung pada saat lampu merah menyala di simpang Presiden, RM Lamun OMbak, Khatib Sulaiman, Jumat (28/6). Kendaraan dari arah Masjid Raya ada yang terus berjalan pada saat lampu merah. Namun, sebagian lagi ada yang ragu dan tetap menunggu lampu merah berwarna hijau. Pada sudut kiri kanan tertulis plang kecil, ”lurus/belok kiri jalan terus”. (sri agustini/posmetro)

KHATIB, METRO – Perubahan rekayasa lalu lintas yang kini dilalukan di bundaran Simpang Presiden, Khatib Sulaiman atau RM Lamun Ombak, masih menuai kritikan. Terlebih lagi ada rambu-rambu yang membuat pengendara bingung.

Pantauan POSMETRO, Jumat (28/6), sejumlah pengendara terlihat bingung pada saat lampu merah menyala di simpang Presiden. Kendaraan dari arah Khatib Sulaiman (arah Pasar Raya) ada yang terus berjalan pada saat lampu merah.

Namun, sebagian lagi ada yang ragu dan tetap menunggu lampu merah berwarna hijau. Pada sudut kiri kanan tertulis plang kecil, “lurus/belok kiri jalan terus”.

Karena banyak yang ragu, sebagian mereka ada yang lanjut jalan tanpa menghiraukan lampu merah. Sementara sebagian berjalan pelan hingga ke tengah bundaran karena ragu-ragu. Akibat kondisi ini, kesemrawutan tetap terjadi. Karena banyak pengendara yang ragu-ragu.

“Jadi makin bingung. Antara berhenti atau terus melaju. Kalimat rambu-rambunya masih membingungkan,” sebut Erni (23).

Pengendara lain, Mawardi (40) mengatakan perlu ada petugas yang bisa mengarahkan pengendara agar mengerti dengan rekayasa yang diterapkan saat ini. Minimal untuk beberapa hari sampai masyarakat paham.

Rio (26), rekayasa lalu lintas saat ini agak berbelit-belit dan merepotkan. Karena banyak pengendara mengeluh karena berputar terlalu jauh. Bagusnya kembalikan seperti semua memakai rambu kuning, agar orang hati-hati dan bisa bebas lewat bundaran.

“Kalau pakai sistem ini macet juga. Tapi macetnya lama. Kalau pakai sistem dulu, macetnya sebentar saja,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Dian Fakri mengatakan bahwa rambu rambu harus dipatuhi oleh setiap pengendara. Karena, di sana hukum berlaku. Bagi pengendara dari arah Masjid Raya menuju DPRD Sumbar dipersilakan jalan terus, tanpa harus menunggu lampu hijau.

Begitu juga bagi pengendara dari arah Khatib hendak berbelok ke jalan Jhoni Anwar. Bisa langsung belok kiri meski lampu merah menyala.

“Lihat rambu-rambunya dan tolong dipatuhi,” sebut Dian.

Dian mengaku, rekayasa yang diterapkan di sana sekarang sudah sempurna dan tidak perlu dikembalikan seperti semua. Karena jika memakai sistem yang lama dengan hanya memakai rambu kuning, maka persimpangan itu akan mudah terkunci karena kendaraan terkepung dari berbagai arah. Akibatnya nanti bisa fatal.

“Kalau sudah terkunci bisa fatal. Hukum rimba bisa berlaku. Orang yang berani akan saling memaksakan kehendak agar bisa lewat,” ulasnya.

Di satu sisi, sistem ini menurutnya memang agak menyulitkan bagi kendaraan dari arah DPRD Sumbar menuju Jalan Jhoni Anwar. Mereka tak bisa langsung belok kanan di depan Simpang Presiden, RM Lamun Ombak.

Tetapi, kendaraan harus berbutar dulu ke belokan di depan Transmart, lalu belok kiri pada saat telah sampai di depan RM Lamun Ombak. Begitu juga kendaraan dari arah Lapai menuju DPRD Sumbar. Harus berbelok dulu di depan Transmart.

Tapi, hal itu menurutnya lebih baik, demi kelancaran lalu lintas. “Tak apalah habis BBM sedikit demi kelancaran lalu lintas. Di Jakarta saja belokannya lebih jauh lagi,” tukas Dian. (tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top