Menu

Rakorda MUI Sumbar Perkuat Peran Keumatan untuk Keutuhan Bangsa

  Dibaca : 67 kali
Rakorda MUI Sumbar Perkuat Peran Keumatan untuk Keutuhan Bangsa
RAKORDA— MUI Sumbar menggelar Rakorda di Bukittinggi yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum MUI Sumbar. (ulfa musriadi/posmetro)

BUKITTINGGI,METRO – Dalam rangka penguatan organisasi serta menyikapi persoalan keumatan yang terjadi di masyarakat, Majelis Ulama Indoneisa (MUI) Sumatera Barat menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum MUI Pusat Buya Yunahar Ilyas di Hotel Dymens Bukittinggi, Jumat malam (19/7).

Rakorda yang berlangsung pada tanggal 19 sampai 21 Juli 2019 tersebut mengusung tema “Memperkuat Peran Keumatan Dalam Kerakyatan Demi Keutuhan Bangsa” yang diikuti oleh 60 orang peserta yang merupakan Ketua MUI dan Ketua Bidang Fatwa MUI kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengatakan Pemko Bukittinggi mendukung program MUI, dan akan selalu bersinergi dengan MUI dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan umat. Melalui Rakorda ini pihaknya berharap kepada MUI Sumbar dapat memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah yang nantinya sebagai pedoman dalam pengambilan kebijakan mengingat tantangan kedepan dalam permasalahan umat akan lebih besar lagi.

“Perhatian pemerintah Bukittingi untuk persoalan keagamaan cukup besar seperti adanya komitmen pemerintah untuk tidak adanya diskotik dan pub di Bukittinggi, karena tidak ada manfaatnya untuk generasi muda. Kita lebih fokus mendorong kegiatan keagamaan termasuk dalam penganggaran. Kaum agama dan kaum adat di Bukittinggi memberikan pemikiran kepada Pemda, kedepan Pemda akan membangun Kantor Himpunan Dai dan juga kantor LKAAM,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan Rakorda akan membicarakan beberapa persoalan dalam rangka penguatan organisasi dan juga masalah-masalah penting seperti langkah-langkah strategis menindaklanjuti Pengukuhan kembali Sumpah Sati Bukik Marapalam.

“Rakorda juga untuk penguatan dakwah dalam menghadapi berbagai faham yang menyimpang termasuk usaha-usaha konkrit dalam menyikapi dan mengantisipasi Islam Nusantara dan LGBT,” ungkap Gusrizal.

Selain itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengungkapkan pelaksanaan Rakorda sangat penting karena sebagai sarana dan media bagi organisasi dan anggotanya berkumpul untuk mensolidkan berbagai perkara yang untuk ditindak lanjuti. Rakorda juga sebagai tanda hidupnya sebuah organisasi karena kalau tidak ada musyawarah organisasi itu dikatakan mati dan mandul dan ketuanya cendrung diktator.

“Sinergi antara ulama dan umaro dalam menghadapi tantangan jaman sangat diperlukan, untuk itu dengan Rakorda ini diharapkan nantinya agar menghasilkan rumusan untuk program kerja yang realistis dan implementatif dalam penguatan peran uama untuk kemaslahatan umat,” jelas Irwan. (u)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional