Close

Rakor GTRA Tingkat Kabupaten Agam, Bupati: Tanah adalah Aset Membangun Kesejahteraan Masyarakat

RAKOR— Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kantor ATR/BPN Agam menggelar Rapat Koordinasi GTRA, Selasa (25/10) di Aula Utama Kantor Bupati.

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam bersama Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) setempat, menggelar Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) tingkat Kabupaten Agam tahun 2022, Selasa (25/10) di Aula Utama Kantor Bupati.

Dalam rapat tersebut, item permasalahan yang dibahas GTRA antara lain penyelesaian potensi konflik bekas lapangan terbang peninggalan Jepang di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang.

Acara yang dibuka Bupati Agam Dr H Andri Warman itu menghadirkan unsur Forkopimda Plus dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Agam. Turut mendampingi Kepala ATR/BPN Agam, Yunaldi, Kabid Pertanahan Dinas Perkim Provinsi Sumbar, Darmansyah, dan kepala OPD.

Atas terselenggaranya Rakor tersebut, Bupati Andri Warman menyambut baik pelaksanaan acara koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Agam tahun 2022, diharapkan dapat mendorong dan meningkatakan koordinasi dengan pemangku kepentingan, agar ada kesepahaman dalam pe­nyelenggaraan tugas Reforma agraria di Agam.

Lebih lanjut, bupati menambahkan, tanah adalah aset untuk membangun kesejateraan ma­sya­rakat, walaupun masih banyak problem baik hak kepemilikan sertifikat, pembagian, penggunaan, HGU serta transmigrasi.

“Saya berharap dibentuknya Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Agam selain menyelesaikan persoalan bekas lapangan terbang peninggalan Jepang Nagari Gadut, juga bisa mengatur menyelesaikan berbagai problem hak tanah demi kesejateraan masyarakat,” ujar bupati.

Sementara itu, Kepala ATR/BPN Kabupaten Agam, Yunaldi menambahkan, bahwa koordinasi ini untuk lebih mensinergikan lagi GTRA Agam terkait dengan Reforma Agraria.

Ia mengharapkan, dukungan penuh dari Pemkab Agam serta kerjasama seluruh jajaran pemangku kepentingan penyelenggaraan reforma agraria yang hadir dalam rakor tersebut. “Harapannya agar reforma agraria dapat menjawab semua persoalan agraria di Agam,” jelasnya.

Lebih jauh Ia menjelaskan, tujuan reforma agraria, antara lain untuk mengurangi ketimpangan kepemilikan tanah, dalam rangka menciptakan keadilan, mengurangi sengketa dan konflik agraria, dan menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis agraria melalui kepemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah.

Ia juga berharap, mudah-mudahan dengan rapat koordinasi tersebut menjadi titik awal bagaimana mewujudkan suatu tatanan model terkait dengan reforma agraria di Kabupaten Agam, yang kedepannya bisa dikembangkan di daerah lain. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top