Close

Raih Penghargaan Desain Arsitektur Terbaik di Dunia, Masjid Raya Sumbar Kondisinya Sekarang Tidak Terurus

MEMIRISKAN— Beginilah kondisi loteng Masjid Raya Sumbar yang rusak dan cat bagian kubah dan dinding bagian luar sudah mulai memudar dan berlumut sangat memiriskan.

PADANG, METRO–Masjid Raya Sumatera Barat( Sumbar), baru saja berhasil menjadi salah satu pemenang sesi tiga Abdullatif Al Fozan Award 2021. Penghargaan itu pe­nga­kuan atas desain arsi­tektur masjid terbaik di du­nia yang pernah diran­cang. Masjid Raya Sumbar didesain oleh Rizal Musli­min yang menjadi peme­nang sayembara desain Masjid Raya Sumbar yang diikuti oleh 323 arsitek dari berbagai negara pada ta­hun 2007 silam.

Meski meraih peng­har­gaan atas desain arsitektur masjid terbaik di dunia. Namun, kondisi masjid itu sekarang terlihat tidak ter­urus. Berdasarkan pan­tauan, Jumat (14/1) di mas­jid tersebut, terlihat ukiran kubah masjid yang berben­tuk unik gonjong empat itu terlihat catnya sudah pu­dar.

Termasuk juga cat pada bagian dinding luar yang mulai berlumut dan me­nge­lupas. Kondisi tersebut juga terlihat pada dinding menara yang cukup tinggi berlokasi di samping mas­jid.

Pada bagian belakang masjid, di sekitar lokasi tempat berwudhu, juga terlihat bagian atap loteng juga banyak yang kropos dan bekas rembesan air hujan. Bahkan ada loteng yang sudah bolong-bolong.

Salah seorang pengun­jung Masjid Raya Sumbar, Hendra (27) usai melak­sa­nakan ibadah shalat Jumat mengakui sudah menge­ta­hui desain arsitektur Mas­jid Raya Sumbar ini men­jadi yang terbaik di dunia. Namun, melihat kondisi masjid saat ini, menurut warga Siteba ini perlu dibe­nahi. Apalagi melihat cat bagian ukiran di kubahnya sudah mulai memudar. Ter­masuk dinding yang su­dah belumut.

“Masjid ini kebanggaan Sumbar. Sudah terkenal di dunia. Perlu dibenahi sece­pat­nya kondisi saat ini. Ma­lu kan, orang datang dari luar Sumbar tapi melihat kondisi sekarang ini seperti tidak terurus,” keluhnya.

Hal senada juga disam­pai­kan oleh Dani (25), je­maah Masjid Raya Sumbar yang juga usai melak­sa­nakan shalat Ju­mat. Me­nurutnya, Masjid Raya Sum­bar ini harus dijaga be­tul perawatannya. Karena, ke depan masjid yang su­dah menjadi ikon ini akan se­makin banyak di­kun­jungi wisatawan dari luar Sum­bar dan manca­ne­gara.

“Apalagi setelah dite­tap­kan sebagai masjid de­ngan arsitektur terbaik di du­nia. Masjid ini akan ma­kin terkenal dan akan ba­nyak dikunjungi. Harus di­jaga dna dirawat. Lihat saja sekarang loteng atapnya banyak yang bolong. Din­ding luar berlumut dan catnya sudah mulai terke­lu­pas. Sedihkan?,” ucap warga Gunung Pangilun Padang ini.

Terpisah, saat dikonfir­masi, Juru Bicara Pemprov Sumbar, Jasman Rizal ha­nya menjawab singkat. de­ngan mengatakan trima­kasih infonya. ”Trims info­nya,” ujar Jasman melalui pesan media sosial (med­sos) WhatsApp (WA) (fan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top