Menu

Putus Cinta, lalu Bunuh Diri?

  Dibaca : 61 kali
Putus Cinta, lalu Bunuh Diri?
Ilustrasi

Aku gak bisa hidup tanpamu…
kamu jangan pergi…
Sepenggal kalimat yang seringkali terlontar disaat perpisahan pada satu hubungan, dan pada umumnya itu hanya terjadi pada seseorang yang terlanjur mencintai pasangannya.

Patah hati memang seringkali buat seseorang yang sedang dilanda asrama menjadi kalut se kalut-kalutnya, buta akan semuanya bahkan untuk mengatasi kegalaunnya itu yang terlintas hanya mengahkiri hidupnya alias bunuh diri.

Beberapa hari terahkir, (7/1) kasus seperti ini terjadi di kawasan ujungnya Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman Barat. Jaka Budi Satria seorang pemuda yang berusia 22 tahun ini di kabarkan meninggal gantung diri lantaran tidak sanggup menerima kenyataan kerana harus mengahkiri hubungan dengan kekasihnya.

Miris memang, kenapa harus bunuh diri?

Kita semua pasti menyadarinya, bahwa saat menjalin sebuah hubungan, itu berarti harus siap juga untuk terluka. Berani mencintai, artinya sama dengan berani patah hati. Karena dua hal itu bisa hadir seperti koin dua sisi, kamu tak tahu kapan kedua sisinya akan bertukar tempat.

Sebuah akhir dari suatu hubungan, apalagi hubungan yang cukup lama memang tak mudah seperti kelihatannya. Meskipun itu sebuah akhir yang baik-baik dan sudah disepakati berdua. Kita tahu bahwa sebuah hubungan tidak bisa dipaksakan. Perpisahan barangkali memang solusi terbaik untuk saat ini. Bibirmu mungkin bisa dengan mudah mengatakan selamat tinggal, tapi pada saat yang sama, kita mungkin juga acap bertanya-tanya dalam hati, selanjutnya bagaimana? Apa bisa? Apa sanggup?

Terluka dan melukai itu sebenarnya hal wajar dalam suatu hubungan, tak ada selalu manis, tak ada selalu bahagia, itu bukan cinta namanya,

Kadang, disaat semua terasa indah, bisa saja tiba-tiba kita melukai pasangan kita, atau sebaliknya, dan berahkir putus hubungan.

Nah, disini seharusnya kewarasan atau kedewasaan seseorang dalam menjalani suatu hubungan itu harus di gunakan, walaupun kita dalam kondisi dilukai, namun kita harus mampu untuk tenang, sebab tidak ada tindakan yang hebat selain menenangkan diri untuk menyadari apa yang terjadi sebenarnya dan apakah ada jalan keluar selain berpisah?

Patah hati memang tidak pernah mudah. Bahkan untuk orang yang sudah berkali-kali mengalaminya, sakitnya tetap saja terasa perih. Bersedih dan menangis itu hal biasa. Bila perlu, kita juga bisa berteriak sekencang-kencangnya untuk melepaskan beban dari dada, bukannya bunuh diri.

Ingat! bahwa dunia terus berputar meski merasa hati telah mati di sini. Apa yang kita hadapi saat ini mungkin berwujud sebuah akhir yang menyakitkan, yang seolah mengambil seluruh hasrat hidupmu untuk bahagia. Tapi kita lupa, bahwa selalu ada awal pada setiap akhir. Akhir sebuah kisah, adalah awal dari kisah lain yang sudah dipersiapkan, karena semua itu sudah ada yang atur.

Rasa kehilangan sesuatu yang sudah lama akrab dengan hari-hari kita itu barangkali saat ini terasa tak tertanggungkan. Tak bisa lagi mendapatkan sesuatu yang biasanya kamu dapatkan jelas bukan hal yang menyenangkan. Rasa itu seperti meninggalkan lubang menganga dalam hatimu, yang membawamu dalam kondisi yang seolah ‘tidak lengkap’. Tapi karena kini kamu sudah tahu sakitnya kehilangan, bukankah itu bisa membuatmu lebih menghargai apa yang kamu miliki kelak?

Jaka Budi Satria, Apa yang membuatmu begitu terluka? apa barangkali karena sudah menyerahkan mimpimu padanya. Tak mengapa, pada umumnya orang yang teramat sayang terhadap pasangannya juga kan melakukan hal serupa, sebab dia tau perjuangan dalam suatu hubungan itu lebih indah dari pada pergi lalu bertemu dengan seseorang yang baru tanpa persis mengenalnya seperti mengenal kita.

Dan pelajaran pun bisa di ambil dalam menjalani suatu hubungan, luka yang begitu dalam itu tentu berasal dari rasa cinta yang begitu besar, karena hanya orang yang mencintai yang bisa terluka. Kini kita tahu bahwa segala kemungkinan bisa saja datang pada sebuah hubungan dewasalah setiap bersikap, tenanglah setiap bertindak, karena jodoh mu takkan kemana, bisa saja kekasihmu yang saat ini pergi meninggalkan mu karena orang nantinya akan jadi istrimu. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional