Menu

Puskesmas Tolak Layani Pasien tanpa BPJS

  Dibaca : 3450 kali
Puskesmas Tolak Layani Pasien tanpa BPJS
Habib Aboe Bakar Al Habsy
Sodomi

ilustrasi

KURANJI, METRO–Akses kesehatan yang cepat dan murah di Kota Padang sepertinya masih jauh dari yang diharapkan. Sampai saat ini masyarakat masih menuai kekecewaan. Puskesmas sebagai ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan, tidak bersedia lagi melayani pasien yang tidak memiliki kartu berobat Jamkemas/Jamkesda atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Seperti pengakuan salah seorang warga Kuranji, Mulia (32). Wanita ini ditolak oleh petugas Puskesmas Kuranji saat membawa anaknya berobat ke sana. Alasannya, Mulia tidak memiliki kartu BPJS atau Jamsostek serta Jamkesda yang menunjuk Puskesmas Kuranji sebagai tempat berobatnya.

“Baru saja saya membawa anak di sana, karena semalaman batuknya tak berhenti-henti. Tapi pas tiba di Puskesmas Kuranji, saya malah ditolak oleh petugas. Alasannya, karena saya tak punya kartu berobat,” ujar Mulia kecewa, kepada POSMETRO, Senin (16/11).

Begitu juga saat dirinya berupaya meyakinkan pihak puskesmas untuk masuk dari jalur umum dengan cara membayar pelayanan. Petugas tetap ngotot tidak mau melayani dengan alasan pelayanan di puskemas gratis.
”Saya tetap tak dilayani, walaupun saya bilang saya masuk atas nama jalur umum,” ujarnya.

Mulia mengaku heran, setingkat Puskesmas menolak untuk melayani pasien. Bahkan terhadap pasien dalam keadaan genting sekalipun. ”Sebenarnya saya ada kartu BPJS dengan dokter keluarga (dokter klinik). Tapi praktiknya hanya pada sore hari. Hari Minggu juga tutup. Karena saya terdesak dan butuh obat, makanya saya datang ke Puskesmas,” ulas Mulia yang kecewa dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kuranji.

”Saya ditolak petugas Puskesmas. Walapun saya katakan masuk dari jalur umum sekalipun,” tegasnya lagi.

Mulai mengaku, Puskesmas sebagai perpanjang tangan pemerintah di bidang kesehatan tak boleh menolak pasien yang datang berobat. Apalagi jika kondisi pasien sudah buruk dan perlu pertolongan. “Kenapa masih ada juga petugas kesehatan di Puskesmas yang bertindak tidak manusiawi. Berani menolak pasien. Semakin lama fungsi Puskesmas ini makin sempit saja,” tukas Mulia.

Ia berharap, Dinas Kesehatan Kota Padang menertibkan dan memberikan pengarahan kepada petugas-petugas di Puskemas agar tidak kaku menjalani aturan dan menolak pasien yang datang. ”Besok-besok, semua pasien yang tidak ada kartu Jamkemas atau Jamkesda tak bisa lagi berobat ke Puskemas,” sebut Mulia kecewa.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Eka Lusti mengakui memang masih ada kelakuan dari petugas medis di puskesmas dalam melayani pasien. Idealnya, semua pasien itu tetap dilayani. Meski pasien yang datang berobat tidak memiliki kartu berobat ke puskesmas.

”Tidak boleh petugas menolak pasien. Terutama jika keadaan pasien butuh pertolongan pengobatan. Ya, nanti saya tegur mereka,” kata Eka.
Menurut Eka, sampai saat ini, pelayanan di puskesmas memang masih gratis. Setiap pasien yang datang cukup menunjukan kartu berobat. Dan, pasien bisa langsung berobat.

Biasanya yang sering terjadi adalah kasus pasien yang ditolak berobat oleh rumah sakit. Penolakan tersebut biasanya karena alasan rumah sakit itu belum bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Padahal, sebelumnya Presiden Jokowi sudah menegaskan, jika seluruh rumah sakit, baik yang belum maupun yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan seharusnya tidak menolak pasien untuk berobat, apalagi bila kondisinya sudah kritis.

Undang-undang Kesehatan juga sudah jelas mengatur, ada atau tidak ada Kartu BPJS Kesehatan atau KIS, rumah sakit tidak boleh menolak pasien dalam keadaan darurat. Hal itu sudah diatur jauh hari sebelum ada BPJS Kesehatan. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional