Menu

Pupuk Semangat Jiwa Korsa Prajurit TNI AD

  Dibaca : 166 kali
Pupuk Semangat Jiwa Korsa Prajurit TNI AD
Doc.dekadepos.com

HJK 2018 Sarana Mengenang Sejarah Lahir dan Perjuangan TNI AD

AMBARAWA merupakan salah satu tempat bersejarah yang penting dan fenomenal bagi bangsa Indonesia. Peristiwa besar perang antara pejuang yang dipimpin Pangsar Jenderal Soedirman dalam peristiwa Palagan Ambarawa dengan yang kondisi tentara pejuang (TNI AD) saat itu masih menggunakan persenjataan tradisional, namun mampu membuat tentara Belanda bertekuk lutut di Ambarawa.

Kemenangan yang didapat itu, karena didorong oleh semangat patrotisme yang membara yang terus dikobarkan dalam semangat perlawanan mengusir Belanda. Melihat situasi yang dihadapi dan kondisi medan di wilayah Ambarawa, Pangsar Jenderal Soerdirman berupaya mencari taktik jitu untuk melumpuhkan Belanda. Dengan menggunakan taktik Supit Urang (pengepungan rangkap dari dua sisi yang membuat musuh betul-betul terkurung dan tidak bisa keluar), tentara Belanda dapat dilumpuhkan.

Peristiwa yang dikenal dengan Palagan Ambarawa ini membuat Belanda berpikir ulang untuk berperang melawan tentara Indonesia. Untuk itulah peristiwa Palagan Ambarawa telah menginspirasi TNI AD dan  dijadikan sebagai Hari Juang Kartika (HJK) yang diperingati setiap tanggak 15 Desember.

Komandan Koren 032 Wirabraja (WBR) Brigjen TNI Mirza Agus mengatakan, peringatan Hari Juang Kartika (HJK) ke 73, sesuai dengan tema TNI AD Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat, maka momen HJK ini sangat paslah menjadkan momen bersejarah ini sebagai tolak ukur dan memupuk semengat jiwa korsa prajurit.

Dikatakan Brigjen TNI Mirza Agus, momen ini juga merupakan suatu sarana untuk mengenang kembali sejarah lahir dan perjuangan TNI AD sehingga diharapkan dapat memupuk semangat dan jiwa korsa prajurit-prajurit TNI AD dalam meningkatkan pengabdian kepada negara dan bangsa. Peringatan Hari Juang Kartika tahun 2018 perlu dijadikan momentum strategis untuk introspeksi dan mengekspresikan diri tentang peran yang diberikan serta dalam rangka mewujudkan TNI AD yang profesional, berdisiplin tinggi, jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima.

Disoal peringatan HJK tahun 2018, Danrem 032/WBR Brigjen TNI Mirza Agus, menjelaskan peringatan HJK tahun ini masing-masing Kotama/Kodam telah dan akan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti penghijauan, pengobatan gratis, karya bakti, bhakti sosial dan lain sebagainya.  Secara terpusat, peringatan HJK akan dilaksanakan di lapangan Pangsar Sudirman, Ambarawa mulai tanggal 7 hingga 15 Desember 2018.

Untuk Sumatera Barat atau Kodam I/BB dipusatakan di Korem 032/WBR yang diselenggarakan di lapangan Imam Bonjol ini.Selum acara puncak berbagai kegiatan baktii sosial sudah kita lakukan, seperti bedah rumah, pengobatan masal, operasi bibir sumbing, donor darah dan banyak lagi, sudah terlaksana dengan baik, termasuk penghijauan dengan melakukan penanaman pohon pada tempat rawan terjadi bencana. Sdangkan pincak dari kegiatan ini kita gelar ini melibatkan sekitar 10 ribu lebih peserta. Kegiatan puncak ini nantinya akan diisi dengan acara makan banjamba. Ini melibatkan TNI, Polri, siswa dan mahasiswa, kemujdian parade militer.

Lebihjauh dikatakan Agus Mirza, melalui dari formasi makan bajamba, yang akan diikuti kurang lebih sepuluh ribu peserta, baik dari kesatuan TNI-AD, AL, AU, Polri, instansi pemerintahan, warga sipil dan juga para pelajar dan mahasiswa di wilayah Sumbar. Kemudian akan ada upacara parade deville ditampilkan pada khalayak saat hari puncak HJK 2018.

Mengenai moto HJK pada tahun ini, TNI AD mengambdi dan membangun bersama rakyat, diakui Danrem 032/WBR. Sebagai gambaran di Sumbar, baru baru ini terjadi berbagai musibah bencana alam, namun TNI AD tetap saja berada di terdepan untuk melakukan aksi sosial bersdama pihak terkait dan masyarakat.

Banjir yang terjadi baru barfu ini, dengan meluapnya bebarpa sungai dengan putusnya lima jembatan di Padangapriaman, prajurit TNI AD khususnya para Babinsa selalu kita kerahkan. Alhamdulillah, ada beberapa jembatan yang berada di kawasan Kayutanam yang sempat membuat ratusan masyarakat teriisolir, kini tidak lagi karena jembatan darurat dibangun oleh anggota Kodim 0308 bersama masyarakat an pihak terkait.

“Dari 14 fungsi ada dua fungsi yang saya garis bawahi, yaitu fungsi membantu pemerintah daerah, fungsi dan membantu terkait menanggulangi kebencanaan. Ssalahsatunya adalah musibah yang terjadi baru baru, Dua fungsi itu katanya, dikoordinasikan dengan instansi dan satuan, seperti Polri, TNI-AL, AU, maupun BPBD Provinsi dan Kota ,” tandas Mirza Agus. (ped)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional