Close

Puncak Arus Mudik Diprediksi 31 Mei, Kapal Rute Jawa-Teluk Bayur bakal Diaktifkan

Foto ilustrasi kapal penumpang. (Dok: bengkelharga)

RADEN SALEH, METRO – Dinas Perhubungan (Dishub) Sumbar memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada Jumat (31/5). Perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada 30 Mei 2019 merupakan hari libur, Kenaikan Isa Almasih.

”Sesuai kalender persiapan lebaran 2019, pada 31 Mei ini ditetapkan sebagai cuti bersama, kemungkinan ada pergeseran puncak arus mudik akan jatuh pada 29 Mei atau 30 Mei 2019. Untuk arus balik, diperkirakan pada 9 Juni 2019,” kata Kepala Dishub Sumbar Heri Nofiardi, Jumat (24/5).

Menurut Heri, musim mudik tahun ini pemudik lebih banyak pulang kampung ke Sumbar dengan angkutan darat. Alasannya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyediakan 11 bus angkutan lebaran secara gratis untuk perantau Minang di Jakarta yang ingin mudik ke kampung halamannya.

”Bus yang digunakan berkapasitas 38 penumpang. Ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan. Ya mudah-mudahan pada mudik tahun ini aman terkendali,” harap Heri.

Heri menjelaskan, bahwa mudik gratis ini merupakan program dari Kemenhub untuk perantau di Jakarta yang ingin mudik ke Padang. Mereka bisa melakukan pendaftaran di Kementerian Perhubungan atau melihat informasi di: https://mudikgratis.dephub.go.id.

”Dengan arus mudik terutama di jalur darat ini meningkat, kami telah menyiapkan sejumlah antisipasi jalur yang akan ditempuh para perantau,” sebut Heri.

Dishub, sambung Heri, ingin memastikan jalur mudik di Sumbar akan aman sehingga para perantau dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman menikmati momen Idul Fitri. Dia juga menyinggung mengenai penurunan jumlah pemudik dengan transportasi udara. ”Penyebabnya tidak lain karena kenaikan harga tiket pesawat sejak akhir 2018 lalu. Terlebih pada musim mudik ini, tiket pesawat sulit dijangkau oleh perantau terutama kelas menengah ke bawah,” imbuh Heri.

Aktifkan Jalur Laut

Selain itu, Dishub Sumbar menyatakan akan mengaktifkan kembali kapal angkutan penumpang pada jalur laut dari beberapa pelabuhan di Jawa menuju Teluk Bayur, Kota Padang. Karena, bisa menjadi solusi bagi kemacetan jalur darat Jakarta-Padang, yang selalu terjadi saat arus mudik dan balik lebaran.

”Saat ini harga tiket pesawat masih melambung tinggi. Jadi kita ingin mengaktifkan kembali jalur laut, setidaknya untuk melayani arus mudik dan balik pada H-7 hingga H+7 lebaran. Ini efektif mengatasi kemacetan,” sebut Heri.

Saat ini, Heri memandang, Pelabuhan Teluk Bayur lebih fokus untuk angkutan barang. Sementara, untuk angkutan penumpang bisa dikatakan sangat jarang, bahkan nyaris tidak ada. Dia menilai, pemudik bisa menggunakan jalur darat untuk menghindari macet dijalur darat.

“Pemudik yang menghindari macet di jalur darat dan tidak sanggup menggunakan transportasi udara karena mahal, dan akan lebih senang menggunakan transportasi kapal laut yang relatif cukup nyaman,” ulas Heri.

Tidak seperti bus atau mobil pribadi yang sempit, tambah Heri, kapal laut punya ruang yang relatif lebih lapang sehingga pemudik bisa lebih santai sehingga tidak terlalu letih saat sampai di tujuan. Apalagi, jalur laut dari Teluk Bayur ke pelabuhan di Jawa itu memiliki nilai warisan sejarah tinggi (heritage).

“Kita akan mencoba mengomunikasikan wacana mengaktifkan kembali jalur laut untuk angkutan penumpang itu, setidaknya untuk menjelang dan selesai Lebaran saja,” tutur Heri optimis. (mil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top