Menu

Puluhan Ton Cabai Tersendat di Sitinjau Lawik Harga Terancam Tembus Rp100 Ribu/Kg

  Dibaca : 123 kali
Puluhan Ton Cabai Tersendat di Sitinjau Lawik Harga Terancam Tembus Rp100 Ribu/Kg
NUNGGU PEMBELI— Seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang sedang menunggu pembeli yang mau berbelanja kebutuhan sehari-hari.

PASAR RAYA, METRO – Sejumlah agen cabai di Pasar Raya Padang mempediksi harga cabai bisa melonjak naik hingga Rp100 ribu per kg. Pasalnya, saat ini puluhan ton cabai dari Jawa tak bisa masuk Padang karena “tagantuang” di Sitinjau Lawik akibat longsor.

Akibat longsor itu, truk pengangkut cabai dari Jawa yang masuk Padang melalui Solok susah untuk lewat. “Pasokan cabai yang seharusnya tiba dua hari lalu, baru tiba kemarin malam. Sehingganya baru pagi ini bisa dijual,” sebut Amran Tono, salah seorang agen cabai.

Akibat terang Amran, kemarin harga cabai naik ke angka Rp30 ribu per kg. Padahal dalam kondisi biasa atau normal, hanya Rp24 ribu per kg. Untuk cabai rawit dari angka Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kg, kemarin melonjak ke angka Rp60 ribu hingga Rp70 ribu sekilonya. Begitu juga dengan cabai hijau yang biasanya dijual dengan harga Rp14 ribu, naik menjadi Rp20 ribu per kg.

“Kalau jalan tersumbat terus, cabai tak bisa masuk pasar, hukum pasar tentu berlaku. Bisa-bisa kalau terus begini, harga cabai ini bisa menembus angka Rp100 ribu,” cetus Amran.

Menurutnya, harus ada tindakan cepat dari stakeholder terkait agar akses jalan khususnya di Sitinjau Lawik kembali lancar. Sehingga harga-harga kebutuhan pokok kembali normal.

“Kalau masuknya lancar nanti malam, besok pagi harga pasti normal. Tapi kalau tak bisa masuk juga nanti malam, bisa fatal akibatnya. Cabai bisa tembus Rp100 ribu per kg,” tegas Amran lagi.

Pedagang cabai lainnya, Nasrul mengatakan, Kota Padang sangat tergantung pada cabai pasokan dari Jawa. Akses kelancaran kendaraan sangalah penting agar harga tetap stabil. “Sekarang mungkin masih diangka Rp30 ribu. Besok pagi bisa jadi Rp100 ribu per kg,” sebut Nasrul lagi.

Tiga komoditi cabai ini menurutnya, didatangkan dari Jawa. Yakni cabai merah, cabai rawit dan cabai hijau. Sementara untuk komoditi bawang kemarin masih stabil diangka Rp28 ribu per kg.
Harga Beras Diprediksi Naik Lagi.

Setelah melonjak naik beberapa minggu lalu, hingga kini harga beras di Kota Padang masih belum turun. Bahkan sejumlah pedagang beras mengaku harga beras lokal akan naik lagi dalam beberapa waktu ke depan.
“Mungkin kamanambah pulo haragonyo dalam waktu dakek ko. Soalnyo padi kini masih susah,” ujar Ijun (45), salah seorang pedagang beras di Kuranji.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu karena naiknya harga gabah (bulir padi). Dan kenaikan gabah dipicu karena kurangnya hasil panen petani dari berbagai daerah. Akibatnya, gabah atau padi susah didapatkan, sehingga secara otomatis harga beras di pasaran naik.

Saat ini sebut Ijun, harga beras IR 42 masih diperdagangkan dengan harga Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per gantangnya. Sementara untuk beras jenis Anak Daro sudah meroket ke harga Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per gantangnya. Beras jenis Cisokan masih beriringan harganya dengan Anak Daro yakni dikisaran angka Rp25 ribu per gantangnya.

Meski demikian terang Ijun, disamping itu, memang ada pilihan lain beras Pesisir yang agak murah yang dibandrol dengan harga Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per gantangnya. Tapi kualitasnya agak kurang jika dibandingkan dengan IR 42, Cisokan atau Anak Daro.

Salah seorang pedagang beras di Pasar Raya, Oyong menyebutkan, tren harga beras jelang akhir tahun diprediksi tetap naik. Hal itu karena masih terbatasnya pasokan padi dari sejumlah daerah. Sementara di sisi lain, saat ini permintaan akan beras jelang akhir tahun terus meningkat.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal, mengatakan hingga kini harga cabai masih aman. Kenaikan yang terjadi dinilainya belum signifikan. Intervensi harga melalui Operasi Pasar (OP) baru bisa dilakukan jika harga cabai sudah menembus angka Rp40 ribu ke atas. “Kalau harga cabai masih dibawah Rp40 ribu berarti masih stabil. Tapi nanti kalau sudah di atas angka Rp40 ribu, baru kita lakukan OP bersama Bulog dan PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia),” ujarnya.

Begitu juga dengan harga beras. Menurut Endrizal, harganya masih dalam batas kewajaran dan belum layak untuk dilakukan OP. “Sekarang masih kita anggap stabil. Kita selalu pantau. Kalau naik, nanti pasti kita intervensi melalui OP,” ujarnya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional