Close

Puluhan Pedagang Pasar Kota Payakumbuh Nunggak Bayar Sewa

TUNGGAKAN—Daftar tunggakkan retribusi pedagang di Kota Payakumbuh.

IBUAH, METRO–Kepala Bidang Pasar Kota Payakumbuh, Arnel, menyebut ada puluhan pedagang di pasar Paya­ mem­bayar retribusi sewa toko dan kios. Tak tanggung-tanggung bahkan ada diantara  pedagang yang nunggak bayar sewa toko dan kios, sampai Dua tahun.  Dari tunggakan sewa toko dan kios pedagang di pasar Payakumbuh sedikitnya ada 300 juta uang tidak masuk khas daerah. Sehingga target PAD dari sektor retribusi sewa toko dan kios dari 2,7 Miliar lebih, baru tercapai 800 juta le­bih atau baru 29 persen. Itu artinya, sampai semester pertama tahun 2022 target yang tersisa mencapai 1,9 miliar lagi.

Untuk itu bidang pasar terus melakukan penagihan kepada para pedagang yang menunggak, baik secara door to door langsung ke toko dan kios masing-masing pedagang maupun dengan me­mang­gil untuk datang kekantor, agar segera membayar tunggakan sewa toko dan kios.

Disampaikan Arnel, besaran sewa toko dan kios di Pasar Payakumbuh beragam, namun berkisar antara 100-120 ribu perbulan untuk toko, sedangan sewa kios mencapai 40-50 ribu perbulannya. Sejak awal Juli lalu Bidang Pasar telah melakukan pemanggilan kepada para pedagang untuk segera mela­kukan pembayaran atau pelunasan.

”Kita telah mulai mela­ku­kan pemanggilan terha­dap puluhan pedagang yang menunggak pemba­yaran retribusi kios dan toko. Pemanggilan dilakukan oleh Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Ke­jaksaan dan pihak lainnya, mudahan pedagang se­gera me­nyadari kewajiban mereka,” ucap Arnel, ke­pada awak media baru-baru ini di kantornya di Ibuah.

Pria yang telah menjabat Kabid Pasar sejak e­nam tahun lalu itu menambahkan, jumlah pedagang yang menunggak pembayaran retribusi kios atau toko mencapai 70 o­rang, sementara yang telah dipanggil baru mencapai 50 orang. Dari 50 o­rang itu diketahui total tunggakan diperkirakan mencapai 300 juta.

”Dari pemanggilan yang kita lakukan terhadap 50 orang pedagang di Pasar Atas dan Pasar Tradisional Ibuah, jumlah tunggakan sementara di­perkirakan mencapai 300 juta, kita terus mendorong dan menghimbau pedagang untuk segera melakukan pembayaran/pelunasan tunggakan mereka,” sebutnya.

Dikatakannya, saat ini meski wabah covid-19 su­dah melandai, namun dam­paknya terhadap pere­konomian masyarakat ma­sih terus dirasakan pedagang. Sehingga, de­ngan turunnya tingkat belanja masyarakat otomatis berkurang pendapatan pedagang.

”Alasan pedagang yang nunggak diantaranya ka­rena disebabkan kondisi perekonomian masya­rakat/pedagang saat ini. Meski dinilai sudah membaik jika dibandingkan dua tahun sebelumnya saat terjadi Pandemi Covid-19,” sebutnya sambil me­ngatakan kedepan akan membuat program yang mempermudah pedagang untuk membayar sewa toko dan kios. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top