Menu

Puluhan Pasang Kekasih Tertangkap Main “Kuda-kudaan”

  Dibaca : 1509 kali
Puluhan Pasang Kekasih Tertangkap Main “Kuda-kudaan”
Cawagub Sumbar Audy Joinaldy menjadi pedagang sayur menyapa warga di Kototangah, Padang.
ditangkap pol pp

Sejumlah wanita berpakaian mini ikut diamankan petugas gabungan saat razia disejumlah titik rawan maksiat. Puluhan pasangan kekasih ditangkap karena diduga berbuat mesum, di Bukik Lampu, Pantai Padang dan rumah kos.

PADANG, METRO–Parah. Meski pondok-pondok baremoh di Bukik Lampu Gates, Kelurahan Sungai Beremas, Kecamatan Lubukbegalung sudah dirobohkan, dihancurkan, namun pasangan kekasih masih memanfaatkan kawasan perbukitan ini untuk berbuat mesum. Sepasang kekasih digerebek petugas saat asyik main “kuda-kudaan” di dalam pondok, Kamis (24/3) sore.

Selain itu, puluhan pasangan kumpul kebo juga berhasil ditangkap dalam razia penyakit masyarakat (pekat) tersebut. Penyisiran dilakukan disejumlah tempat yang ditenggarai sebagai tempat mesum di Kota Padang. Mulai dari batu grib Pantai Padang, Bukik Lampu hingga kos-kosan. Sebanyak 25 pasang berhasil diamankan dan diperiksa di Mako Pol PP.

Razia petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kota Padang, Pom TNI AD, AU dan AD serta polisi itu bergerak sejak Kamis sore. Bukik Lampu menjadi sasaran pertama. Benar saja, di lokasi ini petugas berhasil mengamankan satu pasang yang diduga berbuat mesum di salah satu pondok yang baru didirikan setelah dirobohkan petugas, beberapa waktu lalu.

Saat diamankan keduanya berusaha melarikan diri dan melawan petugas serta berdalih dengan 1.000 alasan. Tapi, usahanya itu sia-sia dan akhirnya dibawa ke mobil dalmas milik Pol PP Kota Padang setelah terkepung petugas saat kabur.

Selanjutnya, razia dilanjutkan ke kawasan Pantai Padang, tepatnya di batu grib, penahan ombak di sepanjang pantai. Kawasan itu minim sekali penerangan yang membuat sejumlah pasangan diduga secara diam-diam melakukan perbuatan maksiat. Petugas berhasil mengamankan beberapa pasangan yang tengah asyik bermadu kasih.

Berlanjut ke tugu gempa, dimana waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 WIB. Daerah itu masih terdapat sejumlah muda-mudi yang sedang asyik duduk-duduk di kawasan tersebut yang juga ikut diamankan oleh petugas karena tidak bisa menunjukan identitas dirinya masing-masing.

Tidak sampai disitu saja, petugas melakukan perjalanan kembali ke tempat-tempat penginapan. Kali ini, penginapan Pondok 68 didatangi. Di tempat ini petugas mendapati dua wanita yang diduga tengah menanti tamu pria hidung belang. Saat ditanya identitas diri atau KTP, kedua wanita ini tidak bisa menunjukkan tanda pengenal.

Kemudian, petugas gabungan melanjutkan ke penginapan House Green, Hotel Prima dan Hotwl Son & Son. Tapi, hasil razia kali ini kosong.

Saat razia akan bubar, salah seorang warga melapor kepada petugas kalau kos-kosan yang ada di kawasan Gurun Laweh, Kecamatan Padang Timur masih dipadati oleh pasangan kekasih meskipun sudah menunjukkan pukul 04.00 WIB, Jumat (25/3). Berdasarkan laporan warga banyak pria yang secara bergantian datang tengah malam di tempat tersebut.

Petugas pun langsung mencoba mendatangi lokadi tersebut. Sampai di sana, petugas pun berhasil mengamankan beberapa pasangan yang sedang asyik di dalam kamar sedang duduk-duduk. Mereka diamankan, karena sama sekali merupakan pasangan yang tidak sah atau pasangan kumpul kebo. Tanpa pikir panjang, mereka langsung dimasukkan ke dalam mobil Dalmas dan dibawa ke Mako Pol PP untuk pemeriksaan.

Kabid P3HD Pol PP Padang Eddy Asry mengatakan, razia dikhususkan untuk kali ini pihaknya masih bergerak ke tempat yang diduga menjadi tempat berbuat maksiat oleh sejumlah pasangan kekasih yang tidak bisa menunjukkan identitas surat menikah.

”Setidaknya ada 25 orang yang berhasil kita amankan malam ini. Mereka yang diamankan di Bukik Lampu dan batu grib itu diduga mereka melakukan perbuatan maksiat,” jelasnya.

Puluhan orang yang tertangkap tersebut akan diberikan peringatan kepada mereka untuk tidak berpacaran di tempat yang gelap-gelap, karena ini bisa menjurus kepada perbuatan maksiat.

“Semuanya akan kita data dan membuat surat perjanjian di atas materai serta memanggil orang tua atau yang bisa mewakilinya untuk sebagai jaminan pertanggungjawabkan perbuatannya sendiri,” pungkas Eddy. (age/cr13)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional