Menu

Puluhan Orang Terjaring Operasi Yustisi di Limapuluh Kota

  Dibaca : 80 kali
Puluhan Orang Terjaring Operasi Yustisi di Limapuluh Kota
PERIKSA—Tim gabungan saat melakukan pemeriksaan terhadap warga yang melanggar peraturan prokes Covid-19 di Jalan Tan Malaka, depan Kantor Camat Guguak.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Puluhan orang dari berbagai tempat di Kabupaten Limapuluh Kota terjaring Operasi Yustisi yang digelar Tim Gabungan di depan Jalan Tan Malaka didepan Kantor Camat Guguak. Mereka yang terjaring umumnya adalah pengendara roda dua yang tidak menggunakan masker.

Usai didata, mereka yang terjaring Operasi yang dipimpin Kanit Patroli Satlantas Polrea 50 Kota, IPDA. Elmondri itu melak­sanakan kerja Sosial sebagai bentuk sanksi serta dua orang membayar denda. Menurut IP­DA. Elmondri kegiatan yang di­gelar sebagai bentuk upaya me­nekan jumlah kasus Positif Covid-19 dan mengingatkan masyarakat terkait pentingnya penerapan Protokol Kesehatan, terutama penggunaan Masker sebagai bentuk dukungan kepada Pe­merintah dalam mempercepat memutus mata rantai penye­baran Covid-19.

“Benar, puluhan orang dari berbagai tempat di Kabupaten Limapuluh Kota terjaring dalam operasi Yustisi yang kita gelar di depan Kantor Camat Guguak. 47 orang di sanksi melaksanakan kerja sosial dan 2 orang mem­bayar denda,” terang Elmondri, Jumat (20/8).

Ia juga menambahkan, ope­rasi Yustisi yang digelar baru-baru itu akan terus digekar secara rutin diberbagai tempat di wilayah hukum Polres 50 Kota, sehingga penggunaan Masker bisa menjadi kebiasaan ditengah-tengah ma­syarakat.

“Untuk Operasi Yustisi akan kita gelar secara rutin di berbagai tempat di wilayah hukum Polres 50 Kota, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang abai dalam penerapan Protokol Kesehatan terutama masker,” sebutnya.

Di Kabupaten Limapuluh Kota yang saat ini berada di level 3 PPKM telah melaksanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) Tatap Muka secara terbatas, meskipun belum semua sekolah yang me­laksanakan, namun telah dimu­lainya Pembelajaran di sekolah disambut baik masyarakat, orang tua dan peserta didik. Selain di daerah yang memiliki 13 Ke­camatan itu, daerah tetangga, Kota Payakumbuh juga telah memulai PBM Tatap Muka meski baru ditingkat SD dan SLTA, Sementara SLTP Negeri belum satupun yang memulai sekolah tatap muka. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional