Close

Puluhan Orang Demo Kejari Payakumbuh, Ungkap Aktor Intelektual Kasus Dugaan Pengadaan APD Fiktif

BAWA POSTER—Beberapa orang yang membawa poster dalam aksi damai ke kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh.

SUKARNOHATTA, METRO–Puluhan orang yang tergabung dalam Kontrol Advokasi Elang Indonesia dan Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia  Bersatu (Pekat-IB) menggelar aksi da­mai di halaman depan gedung Kejaksaan Negeri Payakumbuh, di Jalan Su­karno Hatta, Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh, Senin (13/6). Dalam aksi damai yang dimulai pukul 9.30 Wib itu, peserta aksi meminta Kejari mengungkap aktor intelektual dalam kasus dugaan proyek fiktif pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19 di Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh tahun 2020, yang telah menyeret Kepala Dinas Kesehatan sebagai terdakwah di pengadilan tipikor Padang. Selain itu, kejaksaan negeri juga sudah menetapkan Dirut RSUD Adnan WD Payakumbuh, dr.Y sebagai tersangka bersama Lima rekan lainnya yang ikut terlibat.

Ada yang menggelitik dari beberapa tulisan pos­ter yang dibawa oleh peserta aksi damai, diantara­nya ada tulisan “Bunda Putri Kemana Ya ?”. Zulayha, Minta No Wa Dooong…… Namun ada juga tulisan yang memuji Kejaksaan Negeri Payakumbuh, “ Kejaksaan Negeri Payakumbuh Yesss !!!”. Dan ada yang meminta “Usut Tuntas Kasus dugaan Korupsi Dana Covid-19 !!!.

“Kita ini untuk mendu­kung kerja-kerja Kejari, mensupport kerja-kerjanya yang selama ini. Kalau kita melihat masih ada aktor intelektual yang belum disentuh Kejari. Masih ada dalam awang-awang. Jadi harus dituntaska,” begitu disampaikan Ketua Kontrol Advokasi Elang Indonesia Luak Limopuluah, Mahwel.

Senada dengan itu, K­e­tua Pekat-IB Kota Payakumbuh, Ali Arham menyebut, pihaknya melakukan aksi karena menilai bahwa aktor intelektual dari kasus dugaan korupsi APD Co­vid-19 tahun 2020 masih ada yang belum tersen­tuh. ”Kemungkinan masih ada (aktor intelektual, red). Dari rentetan kejadian yang ada, dari gambaran kejadian kemungkinan masih ada. Mudah-mudahan aktor intelektual ini bisa terungkap sampai nyata,” pintanya.

Kajari Payakumbuh yang menerima puluhan orang yang melakukan aksi damai bentuk dukungan terhadap kinerja kejari Pa­yakumbuh, Suwarsono me­nyebut bahwa aksi yang dilakukan masa tersebut men­jadi tambahan energi dan semangat untuk instansi Kejaksaan Negeri Payakumbuh dalam me­ngusut tuntas kasus yang tengah dikerjakan itu.

“Jelas ini menambah semangat kami untuk me­nuntaskan kasus ini secepat-cepatnya. Dan sampai saat ini sudah ada 7 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan 1 orang te­ngah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pa­dang,” ucapnya kepada wartawan.

Terkait kemungkinan akan adanya tersangka baru, dia mengaku masih belum bisa mengungkapkan ke publik karena masih dalam tahap penyidikan. ”Kalau ada bukti-bukti yang cukup mengarah ke oranglain akan kita tuntaskan. Tapi sampai sejauh ini belum ada bukti-bukti yang mengarahke tersangka ba­ru,” kata Suwarsono.

Dia juga menyinggung bahwa terhadap 6 tersangka lain, masih menjalani penyidikan di Kejaksaan Negeri Payakumbuh. Dan penyidik belerja keras dan cepat karena dalam waktu beberapa pekan kedepan akan segera dibawa kemeja persidangan di Pengadilan Tipikor Padang. “Kapan diputus untuk terdakwah yang tengah menja­lani sidang kita tidak tau, dan yang 6 tersangka sedang menjalani pemeriksaan dan beberapa pekan kedepan akan di sidangkan,” ungkap Suwarsono.

Tujuh orang Tersangka, pertama yang telah ditetapkan adalah mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, BKZ. Terakhir Kejaksaan Negeri Pa­yakumbuh, menetapkan sebanyak enam ersangka lain yaitu satu pejabat RSUD Adnan WD Payakumbuh berinisial dr.Y, tiga orang dari Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh berinisial LF, RV, dan B, terakhir ada dua orang dari pihak swasta berinisial K dan F.

Setelah mendengarkan paparan kejasaan Negeri Payakumbuh, Puluhan o­rang yang tergabung da­lam  Kontrol Advokasi E­lang Indonesia dan Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia  Bersatu (Pekat-IB), melakulan longmar menuju gedung DPRD Kota Pa­yakumbuh. Namun di Gedung DPRD mereka tidak menggelar aksi, hanya sebagai titik kumpul. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top