Close

Puluhan Karyawan Gugat PT PMJ dan KUD Sejahtera

SIDANG GUGATAN— Suasana sidang gugatan yang dilakukan puluhan karyawan terhadap dua perusahaan yakni, PT Primatama Mulya Jaya (Wilmar Group) selaku tergugat I dan KUD Damai Sejahtera selaku tergugat II.

PADANG, METRO–Sebanyak 73 karyawan mela­kukan gugatan perselisihan pemutusan hubu­ngan kerja terhadap dua perusahaan yak­ni, PT Primatama Mulya Jaya (Wilmar Group) selaku tergu­gat I dan KUD Damai Sejahtera selaku tergugat II ke Pe­ngadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri kelasa 1A Padang.

Sebelumnya, pada Rabu (15/6), sidang sudah dilaksanakan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi dari pihak penggugat oleh Hakim Ketua Yoppy Wijaya. Sidang se­lanjutnya digelar pada Rabu, (22/6) d­e­ngan agenda masih mendengarkan ke­terangan saksi-saksi tergugat I dan II

Menurut Kuasa Hukum Penggugat, Yusri Akhmad, dirinya mewakili 73 orang karyawan PMJ yang dalam peti­kan gugatannya kepada dua perusa­haan tersebut  bahwa pada Bulan September 2020 para tergugat melakukan perubahan aturan kerja terhadap para penggugat, yang selama ini dibayar secara bulanan dirubah menjadi harian.

Hal itu dikarenakan telah terjadi pengalihan atau konversi antara PT Primatama Mulya Jaya (Wilmar Group) dan KUD Damai Sejahtera, sehingga hari kerja tidak mengikuti 25 hari kerja kalender, dan dipekerjakan sesuai ke­butuhan operasional KUD Damai Sejahtera.

Tanpa ada alasan yang jelas secara hukum, PT Primatama Mulya Jaya (Wilmar Group) dan KUD Damai Sejahtera saling melempar tanggung jawab dan tidak mengakui status para penggugat sebagai pekerjanya dengan ber­bagai macam alasan yang tidak logis, sedangkan pe­kerja merupakan karya­wan PKWTT (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Ter­tentu) yang telah melewati masa percobaan tiga bulan secara terus menerus (ti­dak terputus).

“Hal ini tidak sesuai Undang-Undang Ketena­gakerjaan Nomor 13 tahun 2003. Kami meminta kepa­da Pengadilan Hubungan Indutrial Pengadilan Ne­geri Padang untuk meng­hukum para tergugat mem­ba­yar­kan hak-hak nor­­­­matif peng­gugat sebesar dua kali ke­tentuan Undang- Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 beru­pa uang pesangon, peng­hargaan masa kerja dan 15 persen dari pesangon dan peng­hargaan masa kerja,” kata Yusri.

Seterusnya, ditegaskan Yusri, pihaknya meminta pengadilan supaya ter­gugat untuk mengeluarkan surat keterangan pernah bekerja kepada penggugat, yang pada intinya menya­takan penggugat telah me­laksanakan pekerjaanya dengan baik selama be­kerja.

Sementara saat sidang mendengarkan ketera­ngan saksi yang digelar di Pengadilan Negeri Padang, menghadirkan saksi per­tama Syarif A yang meru­pakan mandor di perusa­haan perkebunan sawit. Ia mengatakan dirinya telah bekerja di Perusahaan itu sejak tahun tahun 2007 hingga tahun 2020.

“Saya bekerja dibayar per bulan dan upah per hari Rp 99.750 Gajinya dihi­tung berdasarkan dia be­kerja. Saya bekerja biasa­nya full 25 hari kerja. Na­mun, setelah perusahaan PMJ mengalihkan (Kon­versi) ke KUD Damai Se­jahtera, hari kerja secara dratis bekurang hanya 8 hari kerja. Tidak itu saja pengalihan status kami dari PMJ ke KUD kami pun tidak diberitahu,” katanya kepa­da majelis Hakim.

Sementara saksi ke­dua, Riyal Aldy yang juga bekerja sebagai mandor mengaku bekerja sejak tahun 2002-2020. Ia me­ngatakan sewaktu men­daftar di PMJ dirinya di­mintai ijazah dan persya­ratan lainnya dan telah tanda tangan SPK tetapi tidak diberikan salinan co­pian SPK tersebut.

Ia mengutarakan, al­a­san­nya menggugat karena tidak lagi dipekerjakan seperti biasa seperti di Perusahaan PMJ. Semen­tara dirinya tidak menge­tahui statusnya dialihkan dari PMJ ke KUD Damai Sejahtera.

“Sebelumnya kami di­pe­kerjakan normal seba­nyak 25 hari kerja. Seka­rang tidak lagi setelah di KUD Damai Sejahtera dan itu terjadi sejak bulan September 2020 lalu, beda upah beda dan kerja. Se­belumnya kami telah di mediasi oleh Disna­ker­trans Provinsi Sumbar dan meminta bantuan Wakil Gubernur namun hak kami juga belum dibayarkan, makanya kami menga­ju­kan gugatan ke PHI,” urai­nya. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top